24 C
Semarang
Minggu, 29 Januari 2023

Belajar Negosiasi Lebih Mudah dengan Metode Role Playing bagi Siswa SMK

Oleh : Suryani, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salah satu program keahlian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam kurikulum merdeka adalah Program Keahlian Pemasaran. Program Keahlian Pemasaran terdiri dari dua konsentrasi, yaitu Konsentrasi Bisnis Ritel dan Konsentrasi Bisnis Digital.

Konsentrasi Bisnis Ritel terdiri dari 8 elemen, salah satunya adalah Elemen Komunikasi Bisnis. Materi Elemen Komunikasi Bisnis di antaranya melakukan negosiasi. Siswa SMK Program Keahlian Pemasaran Konsentrasi Bisnis Ritel harus kompeten melakukan negosiasi.

Menurut Sutrisno & Kusmawan R (2007: 8) negosiasi adalah proses komunikasi antara penjual dan calon pembeli baik perorangan maupun kelompok yang di dalamnya terjadi diskusi dan perundingan untuk mencapai kesepakatan tujuan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Negosiasi menjadi salah satu hal yang sering ditemui dalam sebuah bisnis. Kegiatan ini untuk mendapatkan kesepakatan terbaik antara pengusaha dengan supplier, pengusaha dengan pelanggan, pengusaha dengan investor dan sebaliknya.

Negosiasi juga dapat dilakukan dengan membuat kontrak kerja sama, ekspansi bisnis, investasi bisnis dan masih banyak lagi.

Baca juga:  Outing Class Meningkatkan Inovasi Siswa dalam Perencanaan Bisnis

Siswa SMK Program Keahlian Pemasaran harus terampil melakukan negosiasi. Beberapa contoh kegiatan negosiasi dalam aktivitas sehari-hari adalah tawar-menawar harga antara penjual dan pembeli, wawancara antara calon karyawan dan perusahaan dan kesepakatan bisnis antarsatu perusahaan dengan perusahaan lain.

Metode pembelajaran role playing adalah metode pembelajaran di mana siswa memerankan suatu masalah yang memfokuskan pada masalah-masalah tentang hubungan manusia. Siswa diberi kesempatan mengekspresikan tokoh yang diperankan dan siswa-siswa lainnya mendapat tugas mengamati tentang jalannya drama.

Menurut Komalasari (2014: 80) role playing adalah model penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati.

Pada transaksi perdagangan, negosiasi menjadi hal yang dominan. Negosiasi di sebuah pasar menjadi proses tawar menawar yang menarik. Pasar tradisional pada umumnya diawali oleh aksi penjual yang menawarkan barang dagangannya. Pedagang memberikan kesempatan dalam proses jual beli untuk melakukan tawar menawar. Negosiasi antara pedagang dan pembeli terjadi ketika tawar menawar barang dan penjelasan terhadap barang yang diperdagangkan sehingga pembeli akan kembali bertanya ataupun memberi respons terhadap penjelasan pedagang sampai terjadi kesepakatan harga.

Baca juga:  Meningkatkan Peran Aktif Siswa dengan Metode Role Playing

Belajar negosiasi di SMK lebih mudah dengan metode role playing. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri atas dua anak. Satu anak berperan sebagai penjual dan satunya lagi sebagai pembeli. Masing-masing kelompok menyiapkan produk untuk diperjualbelikan.

Pada tahap awal, penjual menawarkan barang dagangannya. Ketika pembeli memberikan respons positif atas tawaran penjual, maka interaksi akan berlanjut kepada tawar-menawar dengan munculnya penjelasan mengenai deskripsi produk secara lengkap.

Cara-cara seperti merayu, memuji, memakai bahasa yang halus dengan nada sopan hingga menjurus ke arah seperti membandingkan harga, berpura-pura marah, sedikit memaksa serta pura-pura kalah akan dilakukan.

Penjual dan pembeli akan banyak adu argumentasi dan mencoba melakukan tes pada titik mana harga yang cocok dan menguntungkan bagi keduanya. Guna meyakinkan penjual untuk mendapatkan harga yang diinginkan, pembeli juga menggunakan berbagai cara. Seperti gertakan, dan trik-trik tertentu. Negosiasi (tawar-menawar) diakhiri dengan terjadinya transaksi jual beli dengan harga yang telah disepakati kedua belah pihak.

Baca juga:  Kunjungan Industri Meningkatkan Kreativitas Siswa Belajar Merencanakan Bisnis

Dengan bermain peran (role playing), setiap anak berperan sebagai pembeli dan penjual akan memudahkan siswa belajar bernegosiasi. Mereka akan mengembangkan imajinasi dan menghayati perannya. Jika siswa merasa mudah melakukan negosiasi akan mudah pula mencapai kompetensi pada elemen komunikasi bisnis untuk materi melakukan negosiasi. (ut/lis)

Guru Produktif Pemasaran SMKN 1 Ngablak, Kabupaten Magelang


Baca artikel dan berita terbaru di Google News


Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Menarik

Artikel Menarik Lainnya