Tingkatkan Hasil Belajar melalui Kegiatan Mengkonstruksi Sebuah Cerpen

Oleh : Sri Ani Purwani, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, belajar yaitu berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Seseorang dikatakan belajar jika dalam diri orang tersebut terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Menurut Kurniawati, S.S (2019:53) cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra berbentuk prosa.

Cerpen adalah cerita yang mengisahkan sepenggal kehidupan tokoh dan biasanya hanya berfokus satu konflik yang dibangun. Menurut Kurniawati, S.S (2019:63) mengkonstruksi sebuah cerpen berarti menulis cerita pendek dengan memperhatikan unsur pembangun, struktur, dan kaidah kebahasaannya.

Permasalahan yang dihadapi peserta didik kelas XI.MIPA.1 SMA Negeri 3 Pemalang tahun pelajaran 2022/2023 semester 1 dikarenakan belum bisa mengkonstruksi sebuah cerpen (KD) Menulis cerpen dirasa sulit, karena belum memahami bagaimana cara menulis cerpen dengan struktur kepenulisan yang baik. Peserta didik masih bingung untuk mengawali menulis dari mana.

Peran guru sangat diperlukan untuk memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Guru menjelaskan bahwa ide itu ada di mana saja. Kalau mau mencari mudah. Mengapa masih banyak yang mengeluhkan ide itu susah dan menjadi penghambat agar bisa menulis cerpen? Untuk mendapatkan ide, mulailah dengan sekitar kita, bisa dari diri sendiri. Langsung menulis tanpa perlu hambatan.

Baca juga:  Tingkatkan Minat Belajar Bahasa Anak SMP dengan Belajar Menyenangkan

Jangan minder, pede saja. Tak perlu ditakutkan untuk memulai sesuatu, lebih baik mencoba salah, belajar mencoba lagi lalu menjadi benar. Jangan takut kalau tulisannya jelek, lakukan saja dan tulis. Jika belum terbiasa menulis, biasakan saja untuk selalu menulis. Hasil tulisannya takut tidak diterima, harus sabar. Bangun mindset, tetap semangat, jangan berkecil hati.

Miskin kosakata, siasati dengan banyak membaca. Agar tahu kata-kata yang bagus dan baik. Perbanyak membaca buku-buku bagus dan terkenal. Semakin banyak menulis semakin kaya menggunakan kata. Bila belum bisa mengorganisasikan tulisan, mulai dengan membaca dan pelajari cara menulis yang baik. Untuk mengetahui tulisannya semakin baik dan teratur, terus menulis, dan perlihatkan kepada teman-teman dekat atau orang yang paham dalam hal tulis-menulis.

Baca juga:  Mengenal Buku Fiksi dan Nonfiksi di Perpustakaan Sekolah

Banyak masukan, akan tahu seberapa baik tulisan yang ditulisnya. Bila kurang menguasai tata bahasa, harus berusaha lebih gemar membaca. Baca dan pelajari buku yang membahas tentang tata bahasa. Lihat bahasa yang kekinian, penggunaan tata bahasa yang tepat, baca buku tentang EYD, maupun tentang penggunaan bahasa. Jika ingin menjadikan tulisan yang baik tentunya harus terus berusaha dan menulis cerpen melalui proses kreatif yang berbeda-beda.

Yang dapat dipertimbangkan sebelum menulis cerpen, adalah tema. Setiap tulisan harus memiliki pesan yang tersirat di dalamnya. Saat menulis yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema. Tempo waktu, cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan tempo waktu yang pendek. Latar, memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan. Pilih latar cerita dengan hati-hati dan harus berperan mendukung jalannya cerita. Buat agar pembaca seolah-olah merasakan suasana cerita lewat latar yang dipilih.

Baca juga:  Model Outdoor Study Mudahkan Siswa Buat Puisi Sederhana

Penokohan, untuk menjaga efektivitas sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama. Tentukan tokoh yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan kepada dirinya. Dialog, harus mampu bercerita dan turut mengembangkan cerita. Jika ternyata dialog tersebut tidak mampu mendukung cerita, ambil langkah tegas dengan menghapusnya.

Setelah mengkonstruksi cerpen, peserta didik menyuntingnya sebelum dimintakan penilaian gurunya, melalui ketetapan penulisan huruf, kata, lambang bilangan, serta ketetapan penggunaan tanda baca. Ketetapan penggunaan kata-kata untuk mengungkapkan maksud sesuai situasi dan kondisi. Keefektifan kalimat mewakili gagasan atau perasaan penulis yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Guru senang dan bangga karena peserta didik mampu memahami serta dapat menulis guna meningkatan belajarnya melalui kegiatan mengkonstruksi sebuah cerpen dengan baik. (ko/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 3 Pemalang



Baca artikel dan berita terbaru di Google News

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya