Modul Ajar Interaktif Mempermudah Pengembangan Capaian Pembelajaran

Oleh Erni Riyanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Dalam proses pembelajaran, guru memiliki keleluasaan memilih berbagai perangkat ajar. Sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Dalam kurikulum ini terdapat projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila. Dimana dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan pemerintah. Projek ini tidak bertujuan mencapai target capaian pembelajaran tertentu. Sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran (kemdikbud.go.id, 2021).

Bagi Guru yang menjadi pelaku utama kurikulum dan langsung bertemu serta berinteraksi dengan peserta didik, kita perlu memahami segenap perangkat pembelajaran dari Kurikulum Merdeka. Secara bahasa, perangkat pembelajaran didefinisikan sebagai suatu upaya kesatuan pada aspek perencanaan dan pengadministrasian serta keduanya perlu disusun berdasar format yang ditentukan.

Baca juga:  Real Activities Assesment, Alternatif Model Penilaian dalam Pembelajaran Daring

Pada dasarnya, perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka tidaklah jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Namun ada tambahan unsur kebaruan yaitu dalam hal alat pembelajaran yang menghadirkan sentuhan teknologi termutakhir. Perangkat pembelajaran utama yang harus disiapkan Guru adalah: Alur Tujuan Pembelajaran (dalam Kurikulum 2013 dikenal dengan istilah Silabus), Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran atau Capaian Pembelajaran (dalam Kurikulum 2013 dikenal dengan istilah RPP), Modul Ajar, dan menyiapkan Projek Profil Pancasila.

Modul ajar merupakan salah satu bentuk perangkat ajar yang digunakan guru untuk melaksanakan pembelajaran dalam upaya mencapai Profil Pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran. Modul ajar merupakan penjabaran dari Alur Tujuan Pembelajaran dan disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan murid. Adapun tujuan penyusunan atau pembuatan modul, antara lain: 1) Agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan pendidik (yang minimal). 2) Agar peran pendidik tidak terlalu dominan dan otoriter dalam kegiatan pembelajaran. 3) Melatih kejujuran peserta didik. Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang.

Baca juga:  IPAS Pengganti Kimia dan Fisika di SMK Pusat Keunggulan

Modul ajar dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunan, ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan. Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna.

Modul ajar yang cocok untuk kurikulum merdeka salah satunya adalah model ajar interaktif. Modul ajar interaktif adalah bahan ajar yang mengkombinasikan beberapa media pembelajaran (audio, video, teks, atau grafik) yang bersifat interaktif untuk mengendalikan suatu perintah atau perilaku alami dari suatu presentasi maka terjadi hubungan dua arah antara bahan ajar dan siswa. Oleh karena itu, siswa dapat terdorong bersikap aktif jika proses pembelajaran menggunakan bahan ajar interaktif.

Dalam menyiapkan modul ajar interaktif diperlukan pengetahuan dan keterampilan pendukung yang memadai. Terutama dalam mengoperasikan peralatan, seperti komputer, kamera, video, dan kamera foto. Adapun karakteristik yang ada dalam bahan ajar interaktif kompetensi memproduksi teks prosedur kompleks yang bermuatan kesantunan, yaitu 1) lengkap, 2) sesuai, 3) cukup, 4) santun, 5) mudah, 6) relevan, 7) bermanfaat, 8) menarik, kreatif, inovatif, 9) sistematis, 10) merangsang keaktifan, 11) komunikatif, dan 12) praktis. Dengan modul ajar interaktif peserta didik dapat terdorong bersikap aktif dalam proses pembelajaran. Akhirnya berimbas pada tercapainya capaian pembelajaran secara maksimal. (una/fth)

Baca juga:  Praktikum Larutan Elektrolit dengan Mudah di Rumah

Guru Kimia SMA Negeri 1 Bringin, Kab. Semarang



Baca artikel dan berita terbaru di Google News

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya