Pembelajaran Sifat Koligatif Larutan Menyenangkan dengan Membuat Es Krim

Oleh : Samuji, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ilmu kimia sering dianggap sebagai ilmu yang rumit, banyak rumus, banyak hafalan, dan sukar untuk dipelajari. Mereka menganggap bahwa mata pelajaran kimia yang dipelajari di sekolah sangat sulit dan membosankan. Padahal ada beberapa materi dalam mata pelajaran kimia yang cara mempelajarinya sangat menyenangkan.

Salah satunya berada pada KD. 4.1 menyajikan hasil penelusuran informasi tentang kegunaan prinsip sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh materi kimia yang cara mempelajarinya sangat menyenangkan adalah membuat es krim pada pokok bahasan sifat koligatif larutan.

Materi sifat koligatif larutan ini dipelajari siswa SMA kelas XII MIPA semester ganjil. Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat fisis yang hanya ditentukan oleh jumlah partikel zat terlarut, dan tidak tergantung pada jenis zat terlarut.

Salah satu sifat koligatif larutan adalah penurunan titik beku larutan. Penurunan titik beku ini dapat kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti pembuatan es krim. Dalam proses pembuatan es krim yang menerapkan prinsip penurunan titik beku ini sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh penjual es puter atau es goyang yang dilakukan sejak dahulu kala, karena proses pembuatannya hampir sama antara pembuatan es puter, es goyang, maupun es krim.

Baca juga:  Belajar Laju Reaksi dengan Blended Learning Berbantuan Google Meet dan OBS

Proses pembuatan es krim memerlukan alat dan bahan yang cukup sederhana dan tersedia di sekitar kita seperti : susu cair, plastik zipper ukuran sedang (100 mL), baskom ukuran sedang, es batu, dan garam dapur. Alat dan bahan yang sudah tersedia semuanya harus dalam keadaan bersih kemudian kita mulai melakukan proses pembuatannya. Langkah pertama menuangkan susu cair ke dalam plastik zipper secukupnya sampai plastik zipper bisa ditutup rapat seperti semula.

Langkah kedua menyiapkan baskom yang diisi dengan es batu yang sudah berukuran kecil-kecil dan ditaburi garam dapur. Langkah ketiga, masukkan plastik zipper yang berisi susu cair ke dalam baskom yang berisi es batu dan garam dapur. Langkah keempat, putar atau goyang-goyangkan baskom tersebut sampai terbentuk es krim.

Baca juga:  Menguatkan Peran Guru Bimbingan Konseling saat Pandemi

Pada dasarnya pembuatan es krim terjadi karena perpindahan kalor dari bahan es krim (susu cair) dalam plastik zipper ke es batu yang ditaburi garam dalam baskom. Karena es batu yang ditaburi garam mempunyai suhu yang lebih rendah dibandingkan suhu susu cair yang berada di dalam plastik zipper, maka terjadilah penurunan titik beku sehingga susu cair di dalam plastik akan membeku menjadi es krim.

Para siswa menggunakan wadah plastik zipper tidak menggunakan kaleng biskuit untuk wadah es krim. Hal ini dimaksudkan selain mempermudah buka tutup, juga plastik zipper mempercepat proses perpindahan kalor dari plastik zipper ke baskom yang berisi campuran es batu dan garam. Sehingga poses pembentukan es krim cepat terbentuk. Es krim sudah terbentuk dan dapat dinikmati secara bersama-sama.

Baca juga:  Pembelajaran CTL Sifat Koligatif Larutan dengan Membuat Es Mambo

Para siswa SMA Negeri 3 Pemalang kelas XII MIPA melakukan praktik pembuatan es krim pada pembelajaran sifat koligatif larutan tema penurunan titik beku dengan hati senang dan bergembira.

Pembelajaran sifat koligatif larutan dengan cara membuat es krim ini diharapkan para siswa senang, bersemangat, mudah mengingat, dan memahami pelajaran tersebut. Karena dalam pembelajaran ini, siswa praktik secara langsung dan melakukannya dengan perasaan yang menyenangkan, sehingga pembelajaran sifat koligatif larutan tema penurunan titik beku dengan cara membuat es krim menjadi menyenangkan, menarik, dan tidak membosankan dengan tidak meninggalkan tema pembelajaran. (ko/aro)

Guru Kimia SMA Negeri 3 Pemalang



Baca artikel dan berita terbaru di Google News

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya