Permainan Belajar Bahasa Konstruktivisme Tingkatkan Kemampuan Membaca

Oleh : Ika Purwaningsih, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru di SDN 1 Temanggung I, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung tidak sekadar melaksanakan apa yang ada dalam kurikulum. Tetapi harus dapat menginterpretasi dan mengembangkan kurikulum menjadi bentuk pembelajaran yang menarik. Pembelajaran dapat menarik apabila guru memiliki kreativitas dengan memasukkan aktivitas permainan belajar konstruktivisme ke dalam aktivtas belajar siswa.

Belajar konstruktivisme mengisyaratkan bahwa guru tidak memompakan pengetahuan ke dalam siswa, tetapi pengetahuan diperoleh melalui suatu dialog yang ditandai oleh suasana belajar di SDN 1 Temanggung I, yang bercirikan pengalaman dua sisi. Ini berarti penekanan bukan pada kuantitas materi, tetapi pada upaya agar siswa mampu menggunakan otaknya secara efektif dan efisien sehingga tidak ditandai oleh segi kognitif belaka. Namun oleh keterlibatan emosi dan kemampuan kreatif. Dengan demikian proses belajar membaca perlu disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan siswa (Semiawan, 2002:5).

Penggunaan bentuk-bentuk permainan belajar konstruktivisme dalam pembelajaran akan memberi iklim yang menyenangkan dalam proses belajar. Sehingga siswa akan belajar dengan rasa keharmonisan. Selain itu, dengan bermain siswa dapat bertindak santai. Dengan santai tersebut, sel-sel otak siswa dapat berkembang akhirnya siswa dapat menyerap informasi, dan memperoleh kesan yang mendalam terhadap materi pelajaran. Materi pelajaran dapat disimpan terus dalam ingatan jangka panjang (Rubin, 1993 dalam Rofi’uddin, 2003).

Baca juga:  Kemampuan Menyelaraskan IQ, EQ, dan SQ, Wujudkan Peserta Didik Teladan

Permainan dapat menjadi kekuatan yang memberikan konteks pembelajaran dan perkembangan masa kanak-kanak awal. Untuk itu perlu, diperhatikan struktur dan isi kurikulum sehingga guru dapat membangun kerangka pedagogis bagi permainan. Struktur kurikulum terdiri atas pertama, perencanaan yang mencakup penetapan sasaran dan tujuan. Kedua, pengorganisasian, dengan mempertimbangkan ruang, sumber, waktu dan peran orang dewasa. Ketiga, pelaksanaan, yang mencakup aktivitas dan perencanaan, pembelajaran yang diinginkan, dan keempat assesmen dan evaluasi yang meliputi alur umpan balik pada perencanaan (Wood, 1996:87).

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SDN 1 Temanggung I, guru dapat melakukan simulasi pembelajaran dengan menggunakan kartu berseri (flash card). Kartu-kartu berseri tersebut dapat berupa kartu bergambar. Kartu huruf, kartu kata, kartu kalimat. Kartu-kartu huruf tersebut digunakan sebagai media dalam permainan belajar menemukan kata. Siswa diajak bermain dengan menyusun huruf-huruf menjadi sebuah kata yang berdasarkan teka-teki atau soal-soal yang dibuat oleh guru. Titik berat latihan menyusun huruf ini adalah keterampilan mengeja suatu kata (Rose and Roe, 1990).

Baca juga:  Model Picture and Picture, Tingkatkan Minat Belajar IPA

Dalam pembelajaran membaca melalui permainan belajar teknis menurut Mackey (dalam Rofi’uddin, 2003:44) guru dapat menggunakan strategi permainan. Misalnya cocokkan kartu, ucapkan kata itu, temukan kata itu, kontes ucapan, temukan kalimat itu, baca dan berbuat dan sebagainya.

Kartu-kartu kata maupun kalimat digunakan sebagai media dalam permainan kontes ucapan. Para siswa diajak bermain dengan mengucapkan atau melafalkan kata-kata yang tertulis pada kartu kata. Pelafalan kata-kata tersebut dapat diperluas dalam bentuk pelafalan kalimat bahasa Indonesia. Yang dipentingkan dalam latihan ini adalah melatih siswa mengucapkan bunyi-bunyi bahasa (vokal, konsonan, dialog, dan cluster) sesuai dengan daerah artikulasinya (Hidayat dkk, 1980).

Untuk memilih dan menentukan jenis permainan belajar dalam pembelajaran membaca permulaan di kelas, guru di SDN 1 Temanggung I, perlu mempertimbangkan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran dan kondisi siswa maupun sekolah.

Baca juga:  PMRI Tingkatkan Kreativitas Prestasi Belajar Matematika

Dalam permainan belajar bahasa konstruktivisme dalam pembelajaran melalui permainan belajar bahasa dapat meningkatkan kemampuan membaca menjadi lancar. Dan bisa sebagai acuan untuk menentukan kemampuan meraih ilmu yang ada dalam pembelajaran yang diberikan guru untuk dalam setiap pembelajaran. (*/lis)

Guru SDN 1 Temanggung I, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya