alexametrics

Adiwiyata, Alternatif Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Oleh : Siti Mahmudah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANGID, Tahun pelajaran 2022/2023 sebagian besar sekolah mulai melaksanakan Kurikulum Merdeka secara bertahap. Kurikulum Merdeka mengamanatkan bahwa kurikulum SMP terdiri atas pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar pancasila.

Pembelajaran intrakurikuler mencakup 12 mata pelajaran termasuk muatan lokal. Proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dilaksanakan melalui kokurikuler. Pelaksanaan P5 dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun waktu.

Dalam panduan proyek penguatan profil pelajar pancasila disebutkan, projek adalah serangkaian kegiatan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu dengan cara menelaah suatu tema menantang.

Projek didesain agar peserta didik dapat melakukan investigasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Peserta didik bekerja dalam periode waktu yang telah dijadwalkan untuk menghasilkan produk atau aksi.

Profil pelajar pancasila terdiri dari enam dimensi. Yaitu pertama beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Kedua, mandiri, ketiga bergotong-royong, keempat berkebinekaan global. Kelima bernalar kritis, dan keeanam kreatif.

Baca juga:  Belajar Penjasorkes Dinamis dan Interaktif dengan Sway

Pada jenjang SMP ada 7 tema untuk pelaksanaan proyek yaitu gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, bhinneka tunggal ika, bangunlah jiwa dan raganya, suara demokrasi, rekayasa dan teknologi dan kewirausahaan. Dalam satu tahun minimal 3 tema yang bisa dipilih oleh satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisi satuan pendidikan.

Tema gaya hidup berkelanjutan merupakan tema yang berdimensi luas. Di antaranya adalah beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, kreatif dan gotong royong. Tema ini dapat bersinergi bagus dengan pendidikan lingkungan hidup.

Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.52/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHBS), pendidikan lingkungan hidup adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan aksi kepedulian individu, komunitas, organisasi dan berbagai pihak terhadap permasalahan lingkungan untuk keberlanjutan pembangunan bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Baca juga:  Sambut ANBK dengan Belajar Laptop bersama Tutor Sebaya

Bagi sekolah yang berhasil melaksanakan kegiatan PBLHBS akan mendapat penghargaan Adiwiyata. Oleh karena itu dalam keseharian kegiatan PBLHBS ini juga sering disebut kegiatan Adiwiyata.

Kegiatan berikut ini dapat menjadi alternatif proyek adalah, kebersihan, fungsi sanitasi, dan drainase; pengelolaan sampah; penanaman dan pemeliharaan pohon/tanaman; konservasi air; konservasi energi; dan inovasi terkait penerapan perilaku ramah lingkungan hidup lainnya berdasarkan hasil identifikasi potensi dan masalah lingkungan hidup.

Salah satu elemen dari dimensi beriman dan bertakwa serta akhlak mulia adalah akhlak kepada alam. Akhlak kepada alam sebagai bagian dari lingkungan, pelajar pancasila mengejawantahkan akhlak mulianya dalam tanggung jawab, rasa sayang, dan peduli terhadap lingkungan alam sekitar.

Baca juga:  Percobaan Sains Sederhana Usir Kebosanan Belajar Anak Selama Daring

Pelajar pancasila juga senantiasa reflektif, memikirkan, dan membangun kesadaran tentang konsekuensi atau dampak dari perilakunya terhadap lingkungan alam. Kesadarannya ini menjadi dasar untuk membiasakan diri menerapkan gaya hidup peduli lingkungan.

Sekolah merupakan lembaga yang sangat strategis untuk mengembangkan sikap dan kesadaran untuk berperilaku ramah lingkungan. Melaui proyek para siswa dilatih berpikir kritis untuk mencari solusi dari permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini, serta bergotong-royong dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan di sekolah.

Benang merah yang terjalin dari proyek ini adalah tercapainya proyek penguatan profil pelajar pancasila pada dimensi beriman dan berakhlak mulia elemen akhlak kepada alam serta mengembangkan sikap kritis dan gotong-royong. Selain itu produk dari aksi proyek ini terwujudnya sekolah yang bersih, sejuk, nyaman aman bagi warga sekolah. (gr2/lis)

Guru IPA SMP Negeri 1 Grabag Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya