Diorama Siklus Air melalui Pemanfaatan Barang Bekas

Oleh : Niken Hartanti, S. Pd, M. Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kemampuan literasi siswa tengah digenjot untuk memulihkan rendahnya minat baca, terutama pascapandemi. Hal penting yang perlu dilakukan agar minat siswa dalam berliterasi cepat pulih, salah satunya dengan memberikan kesadaran siswa agar mau kembali menumbuhkan minat bacanya. Hal ini penting dilakukan karena hampir dua tahun siswa mengalami pembelajaran daring, yang kurang terkontrol dalam proses memahami materi.

Penyesuaian kembali siswa dengan program literasi tidak mudah. Perlu waktu, skenario dan konsep yang pas agar siswa kembali mampu beradaptasi dan memaksimalkan literasinya. Sehingga minat baca yang kurang menjadi menggeliat kembali.

Untuk itu sebagai pendidik kita perlu berupaya mencari formulasi yang pas dan disukai siswa agar kegiatan literasi tidak hanya kembali diminati. Juga memaksimalkan kegiatan literasi agar tujuan percepatan pembelajaran menjadi sesuai harapan.

Agar pembelajaran menyenangkan dan siswa merasa dilibatkan, penulis mencari alternatif pembelajaran yang ramah anak dan lingkungan. Salah satunya memanfaatkan barang bekas di sekitar untuk digunakan sebagai media pembuatan diorama siklus air. Kegiatan ini dilakukan bersama siswa SDN 1 Tambakrejo kelas V pada muatan IPA pada Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita.

Baca juga:  Mengowes Administrasi Sekolah gengan Memanfaatkan Akun Belajar.Id

Media pembelajaran menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT) adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Rayanda Asyar (2012) juga mengemukakan media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari sumber secara terencana.
Barang bekas adalah semua barang yang telah tidak dipergunakan atau tidak dapat dipakai lagi atau dapat dikatakan sebagai barang yang sudah diambil bagian utamanya (Iskandar, 2006: 2).

Diorama merupakan pemandangan tiga dimensi mini bertujuan untuk menggambaran pemandangan sebenarnya (Sudjana dan Ahmad,(2013:170). Prastowo (2015: 236) menyatakan diorama biasanya terdiri atas bentuk-bentuk sosok atau objek-objek ditempatkan di pentas yang berlatar belakang lukisan yang disesuaikan dengan penyajian. Menurut Nugroho (2010) siklus hidrologi adalah proses transportasi air secara berlanjut dari laut ke atmosfer dan dari atmosfer ke permukaan tanah yang akhirnya kembali lagi ke laut.

Baca juga:  Pahami Konsep Dasar Pembelajaran IPS dengan Pendekatan Critical Pedagogy

Pembelajaran muatan IPA dengan materi siklus air di SDN 1 Tambakrejo Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal dilaksanakan dengan memanfaatkan barang bekas, contohnya kardus dan kertas. Dalam pembuatan alat peraga, siswa diberikan kebebasan untuk menyusun kegiatan pembuatan diorama dengan memperhatikan petunjuk yang telah dijelaskan. Pada proses pembelajaran ini, siswa melakukan pembuatan media, mulai dari persiapan, pengumpulan barang bekas, sampai dengan aplikasi pembuatannya.

Pembuatan diorama dilakukan dengan berkelompok sesuai pembagian acak agar siswa mampu mengorganisasikan kegiatannya dengan baik. Guru memberikan stimulus, motivasi dan bimbingan yang diperlukan dengan tujuan agar siswa mampu mengeksplore kemampuannya dengan optimal.

Guru juga memberikan bimbingan kepada masing-masing kelompok, sebagai fasilitator dalam memahami proses pembelajaran. Sehingga siswa tidak keluar dari aturan main, pada saat presentasi kelompok. Kegiatan literasi tampak pada pemahaman siswa terhadap petunjuk pembuatan media diorama.

Baca juga:  Microsoft Teams Dukung PJJ Smart Libels Materi Kaidah Pencacahan

Dari hasil pembelajaran didapat hasil yang memuaskan. Dari 40 siswa 37 siswa aktif dalam proses pembelajaran, sementara 3 siswa kurang aktif karena kurang memahami media pembelajaran. Pada akhir pembelajaran guru memberikan penguatan serta dilaporkan kepada wali siswa sebagai kontrol. Sehingga perkembangan anak dapat dipantau baik di rumah maupun di sekolah.

Penggunaan metode ini secara tidak langsung juga menjadi pemicu mental anak. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme anak dalam menyajikan penampilan mereka dalam menyajikan presentasi dengan benar. (kd/lis)

Guru SDN 1 Tambakrejo, Kec. Patebon

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya