Belajar PPKn lebih Asyik dengan Permainan Ular Tangga

Oleh : Fitria Hikmah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Upaya guru dalam membangkitkan minat belajar siswa membutuhkan kreativitas yang tinggi. Salah satunya dengan menggunakan permainan dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini dilakukan supaya anak tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran secara klasikal di kelas.

Salah satu permainan yang penulis terapkan dalam proses pembelajaran PPKn adalah permainan ular tangga. Permainan ini sudah tidak asing lagi bagi peserta didik karena sudah sering memainkannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang penulis terapkan dalam permainan ini adalah penerapan nilai-nilai pancasila sesuai dengan sila pancasila.

Menurut Witherington (1952) belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan. Berdasarkan pengertian tersebut maka belajar memerlukan keterampilan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan saja.

Sedangkan menurut teori kognitif oleh Bruner/Sutton-Smith Singer, peran bermain dalam perkembangan anak adalah untuk memunculkan fleksibilitas perilaku dan cara berpikir, imajinasi dan narasi. Juga untuk kecepatan stimulasi dari dalam dan dari luar.

Baca juga:  Efektifnya Belajar PPKn dengan Role Playing

Pendapat Bruner tersebut menyebutkan bahwa dengan bermain peserta didik dapat berprilaku dan berpikir secara fleksibel. Dari pendapat kedua ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar dan bermain dapat menumbuhkan minat peserta didik pada suatu materi, peserta didik disamping mendapat materi mereka juga mendapat keterampilan dan keduanya dapat dilakukan secara fleksibel.

Bahan-bahan yang diperlukan dalam permainan ini tidak sulit didapat. Hanya membutuhkan kertas karton warna-warni, spidol, gunting, lem, dadu serta gambar-gambar ular dan tangga. Seperti halnya permainan ular tangga pada umumnya. Yang membedakan adalah dalam setiap kotak yang dilalui peserta didik berisi soal maupun materi yang sudah disediakan guru. Materi dan soal ditulis dalam potongan-potongan kecil kemudian dimasukkan dalam suatu kantong yang menyatu dengan papan ular tangga tersebut.

Baca juga:  Meningkatkan Partisipasi PJJ PPKn melalui Whatsapp

Cara bermainnya tidak jauh beda dengan permainan ular tangga pada umumnya. Langkah pertama peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok. Satu kelompok maksimal 4 orang, supaya tidak terlalu lama menunggu giliran bermain.

Langkah kedua peserta didik membawa benda masing-masing anak satu benda yang berbeda dengan temannya sebagai penanda saat dirinya menjalankan permainan. Langkah selanjutnya tiap kelompok menentukan siapa dulu yang memutar dadu dengan cara hompimpa. Setelah mendapatkan siapa yang lebih dulu berhak memutar dadu, peserta pertama memutar dadu kemudian menjalankan benda sebagai penanda dirinya tadi sesuai dengan jumlah dadu yang tertera saat diputar.

Setelah berhenti pada kotak yang sesuai dengan jumlah dadu maka peserta didik membacakan perintah yang ada dalam kotak tersebut apakah mendapat materi, mendapat soal, terdapat gambar tangga atau terdapat gambar ular.

Jika peserta didik mendapat perintah materi maka peserta didik akan mengambil kartu materi yang telah disiapkan guru kemudian membacakan secara nyaring supaya seluruh kelompok mendengar materi tersebut. Misalnya materi menghormati pemeluk agama lain melaksanakan ibadah adalah pengamalan nilai-nilai pancasila sila pertama.

Baca juga:  Kuis Materi Sejarah Asyik dengan Google Form

Jika mendapatkan kartu soal, maka peserta didik mengambil tumpukan kartu soal yang sudah disiapkan guru kemudian membacakan soal tersebut dan menjawabnya. Jika tidak bisa menjawab, boleh dilempar ke peserta yang lain dalam satu kelompok. Jika peserta lain dapat menjawab, maka dia berhak melanjutkan permainan tanpa menunggu urutannya. Sebaliknya, peserta yang tidak bisa menjawab tadi diharuskan mundur satu langkah.

Pembelajaran yang dikemas dalam permainan ular tangga di SDN Salatiga 2 dapat membantu mengurangi kejenuhan siswa dalam menerima materi yang disampaikan guru melalui ceramah dan penugasan. (ks/lis)

Guru SD Negeri Salatiga 02, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya