alexametrics

Tingkatkan Kreativitas Belajar Fisika dengan STAD melalui Media Internet

Oleh Sri Anies Rahayu, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran Fisika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) yang mendasari perkembangan teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam. Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam, fisika juga memberikan pelajaran yang baik kepada manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam. Pada tingkat SMA fisika dipandang penting untuk diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri dengan pertimbangan memberikan bekal ilmu kepada peserta didik agar dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Pelajaran fisika di Sekolah Menengah Atas (SMA), siswa ditekankan untuk dapat memecahkan permasalahan dan bertindak (melakukan observasi dan bereksperimen) secara mandiri. Dengan demikian, guru perlu melatih keterampilan proses sains siswa melalui pendekatan yang mengarahkan agar siswa menemukan pengetahuan dengan cara melakukan eksperimen, menafsirkan data mengkomunikasikan hasil eksperimennya kepada siswa lain.

Agar pembelajaran fisika dapat dipahami siswa dengan baik, tidak tepat jika menggunakan pembelajaran konvensional. Seperti ceramah, dan melakukan demonstrasi praktik-praktik fisika tanpa melibatkan siswa secara langsung. Perlu diterapkan metode pembelajaran yang tepat.

Salah satunya adalah pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD), yaitu salah satu tipe pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan siswa yang heterogen. Melalui STAD siswa dapat belajar bersama, saling membantu dan berdiskusi bersama-sama dalam menemukan dan menyelesaikan masalah. Sehingga metode ini dipandang tepat mengatasi permasalahan rendahnya motivasi belajar aspek pengetahuan. Selain menerapkan metode STAD, diperlukan sumber belajar lain selain dari buku siswa yang sudah ada. Yaitu media internet, hal ini atas pertimbangan bahwa siswa kelas XI dewasa ini sudah tidak asing lagi dengan dunia internet.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Inquiry

Pembelajaran model kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang diterapkan menghadapi kemampuan siswa yang berbeda-beda. Dimana model ini dipandang sebagai metode yang paling sederhana dan langsung dari pendekatan pembelajaran kooperatif. Di dalamnya siswa diberi kesempatan untuk melakukan kolaborasi dan elaborasi dengan teman sebaya dalam bentuk diskusi kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan” (Arindawati, 2004: 83-84).

Langkah-langkah dalam pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) (Kurniasih, 2015: 23), sebagai berikut: Menyampaikan tujuan dan memotivasi peserta didik
Pada tahap ini, pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi peserta didik. Selanjutnya pendidik menyajikan informasi kepada peserta didik membentuk kelompok beranggotakan 3-5 orang. Kemudian menyajikan informasi pendidik memotivasi serta memfasilitasi kerja peserta didik dalam kelompok-kelompok belajar dan menjelaskan segala hal tentang materi yang akan diajarkan dan menjelaskan model pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Baca juga:  Pembelajaran Kooperatif untuk Mengajar Kalimat Imperatif

Berikutnya pendidik memberi tugas kelompok untuk dikerjakan. Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas atau soal menjelaskan kepada anggota kelompok lainnya sehingga semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Pendidik member kuis atau pertanyaan kepada seluruh peserta didik. Pada saat menjawab kuis atau pertanyaan peserta didik tidak boleh saling membantu. Pendidik memberi penghargaan (rewards) kepada kelompok yang memiliki nilai atau poin.

Langkah terakhir pendidik memberikan evaluasi. Siswa melakukan kolaborasi, eksplorasi dan elaborasi dalam proses pembelajaran materi gelombang dengan memanfaatkan media internet, agar siswa lebih merasa nyaman,asyik dalam mencari referensi belajar. Siswa merasa lebih termotivasi, lebih merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan dalam proses pembelajaran. Apalagi materi gelombang kebanyakan siswa merasa hanya sebatas mengangan angan. Sehingga media pembelajaran melalui internet inilah yang mampu membantu siswa dalam mencari pesan atau informasi belajar.

Baca juga:  Tingkatkan Prestasi Siswa melalui PBL Bernuansa Adiwiyata

Model STAD sangat menarik untuk diterapkan dalam pembelajaran. Menurut Slavin (dalam Isjoni, 2011:51) tipe ini dikembangkan oleh Slavin, dan merupakan salah satu tipe kooperatif yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal Lebih jauh Slavin (dalam Rusman, 2012:214) memaparkan bahwa: “Gagasan utama di belakang STAD adalah memacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan yang diajarkan guru”.

Melalui pembelajaran STAD dengan memanfaatkan media internet sebagai sumber belajar terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika aspek pengetahuan. Hal ini mempunyai makna bahwa pembelajaran fisika yang dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran yang berbasis siswa aktif dengan menggunakan media internet sebagai sumber belajar. Dapat mendorong siswa untuk belajar lebih aktif, lebih kreatif, dan siswa lebih dapat memahami materi pembelajaran. Jika dalam pelaksanaan pembelajaran fisika guru memilih metode tepat dengan sumber belajar selain buku siswa, pembelajaran semakin efektif. (igi2/fth)

Guru Fisika SMAN 1 Wonosegoro, Boyolali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya