alexametrics

PMRI Tingkatkan Kreativitas Prestasi Belajar Matematika

Oleh : Ika Purwaningsih, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Prestasi belajar siswa SDN 1 Temanggung I Kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung berkaitan dengan kegiatan belajar yang dilakukan oleh guru. Kemampuan yang dimiliki siswa berpengaruh terhadap pencapaian prestasi belajarnya. Jadi, prestasi belajar siswa akan baik apabila mereka mampu melakukan kegiatan belajar secara maksimal sesuai kemampuan yang dimiliki tanpa terpengaruh permasalahan yang dapat menghambat prestasi belajarnya.

Permasalahan yang dapat menghambat prestasi belajar siswa di SDN 1 Temanggung I, adalah siswa menganggap matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan. Sehingga penulis memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa kelas di SDN 1 Temanggung I. Banyak siswa yang memiliki sikap negatif terhadap pelajaran matematika. Menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan.

Perubahan dalam proses pembelajaran untuk mengubah persepsi siswa tersebut sangat diperlukan. Pelaku perubahan adalah guru. Guru dapat membantu siswa mengubah persepsi tersebut dengan menerapkan strategi pembelajaran yang bermakna bagi siswa, seperti dikatakan Sujiono (2010 :78).

Baca juga:  Pemanfaatan QR Code dalam Pengembangan Literasi Digital di Sekolah

Bangsa Indonesia merupakan salah satu negara yang mengadaptasi Realistic Mathematics Education (RME) dengan nama Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Jadi, dapat dikatakan bahwa PMRI adalah pendidikan matematika sebagai hasil adaptasi dari RME yang telah disesuaikan dengan kondisi budaya, geografi, dan kehidupan masyarakat Indonesia.

PMRI mulai dikenalkan dan diujicobakan di Indonesia pada tahun 2000 yang akhirnya pada 2011 PMRI lahir sebagai suatu gerakan peduli matematika yang mengusahakan peningkatan kualitas pendidikan matematika di Indonesia. PMRI memiliki 3 prinsip yang mengadaptasi dari prinsip RME. Gravemeijer Marpaung (2008: 4) menyebutkan prinsip dari RME adalah guided reinvention and progressive mathematization, didactical phenomenology, dan from informal to formal mathematics.

Adapun prinsip RME tersebut tentang penggunaan konteks, penggunaan model, pemanfaatan hasil konstruksi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan dalam pembelajaran matematika.
Ada beberapa pendapat ahli yang menjelaskan pengertian kreativitas.

Baca juga:  Cooperative Script untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS

Santrock (2009: 21) mengungkapkan, “Kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir mengenai sesuatu dalam cara yang baru dan tidak biasa, serta memikirkan solusi-solusi unik terhadap
sebuah masalah.”

Senada dengan pengertian Santrock, Yusuf & Nurihsan (2008: 246) berpendapat, “Kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru, atau kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah.”

Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Munandar (Sujiono & Sujiono, 2010: 38) yaitu, “Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah.”

Persamaaan dari ketiga pendapat tersebut terdapat pada pernyataan “untuk memecahkan masalah.” Jadi, ketiga pendapat tersebut mengartikan hal yang sama, yaitu kreativitas sebagai suatu kemampuan untuk mencipta, memberi gagasan, dan menemukan cara yang baru dalam memecahkan suatu masalah.

Baca juga:  Cara Mudah Menghitung Luas Persegi dengan Papan Berpetak

Setiap siswa memiliki kemampuan berpikir kreatif. Kreativitas yang dimiliki oleh setiap siswa memiliki karateristik yang berbeda pula. Karakteristik kreativitas sendiri dapat digunakan sebagai pedoman untuk mengetahui tingkat kreativitas siswa. Prestasi dan belajar adalah dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Prestasi siswa SDN 1 Temanggung I siswa kelas VI dalam berbagai bidang sangat berkaitan dengan proses belajar yang dilakukan oleh guru. Sebuah rangkaian akan terbentuk apabila kedua hal tersebut disatukan. Rangkaian itu disebut dengan prestasi belajar.

Prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajar sesuai dengan bobot yang dicapainya. Siswa SDN 1 Temanggung I mempunyai prestasi belajar yang baik apabila mampu mencapai bobot maksimal dari patokan yang telah ditentukan dalam suatu bidang tertentu. (*/lis)

Guru SDN 1 Temanggung I Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya