alexametrics

Tumbuhkan Semangat Kewirausahaan Siswa melalui Materi Ekonomi Kreatif

Oleh : Angkat Wibowati Oktina S.E.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KESEMPATAN kerja adalah keadaan yang menggambarkan ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Salah satu masalah ketenagakerjaan di Indonesia adalah jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja. Konsekuensi dari hal ini adalah tingginya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan.

Bagi mereka yang tersingkir dalam persaingan menjadi permasalahan dalam angkatan kerja di Indonesia yaitu menambah angka pengangguran. Alternatif untuk mengatasi masalah tersebut diantaranya menumbuhkan semangat kewirausahaan dikalangan siswa agar nanti setelah mereka tamat dari bangku sekolah tidak hanya sebatas sebagai pencari kerja tetapi dapat mencipta pekerjaan untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Sedangkan menurut Steinhoff dan John F Burgess (1992:35), wirausaha adalah orang yang mengorganisasi, mengelola, dan berani menanggung risiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang usaha. Seorang wirausaha harus memiliki karakteristik antara lain, berbudi pekerti luhur, banting tulang dan ketaatan, berdikari dan efisien, prestatif dan berakad tinggi, berpikir positif dan berkewajiban, serta bisa mengontrol emosi.

Baca juga:  Belajar Melalui Televisi Tanpa Gangguan yang Berarti

Berdasarkan definisi dan karakteristik wirausaha diatas, pembelajaran kewirausahaan dapat diterapkan di sekolah. Salah satu mata pelajaran yang dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan dikalangan siswa adalah melalui mata pelajaran IPS. Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh sebuah perubahan tingkah laku yang menetap, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung, yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan (Roziqin, 2007:62).

Materi IPS kelas IX di SMP Negeri 1 Padamara membahas mengenai pengertian dan subsektor ekonomi kreatif. Terdapat 16 subsektor ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha yang mendatangkan keuntungan. Dari subsektor ekonomi kreatif yang diajarkan melalui pembelajaran praktek di SMP Negeri 1 Padamara antara lain : kuliner, fashion, periklanan, kriya, desain produk, dan seni rupa.

Baca juga:  Bola Panas Tingkatkan Passing Bawah Voli

Implementasi pembelajaran materi Ekonomi kreatif dilaksanakan melalui dua tahap yaitu pembelajaran di kelas dan pembelajaran di luar kelas dengan cara praktek. Pembelajaran di kelas dilaksanakan melalui tatap muka penyampaian materi sedangkan pembelajaran di luar kelas dilaksanakan melalui kegiatan praktek.

Siswa belajar secara berkelompok kemudian menentukan pilihan jenis ekonomi kreatif yang akan dipraktekan antara lain membuat jenis makanan atau minuman, tutorial merias wajah, membuat iklan, membuat kerajinan, dan melukis. Tahapan pemilihan materi yang akan dibuat siswa, proses pembuatan, sampai hasil akhir dibuat dalam bentuk video yang nantinya akan dipresentasikan di depan kelas.

Dalam kegiatan presentasi siswa memperkenalkan anggota kelompok mereka, memperkenalkan produk yang mereka buat, memaparkan estimasi biaya produksi, dan peluang bisnis dari produk mereka, serta kendala-kendala apa saja yang dihadapi selama proses pembuatan produk. Adapun kendala yang dihadapi siswa antara lain terdapat kelompok yang harus mengulang untuk menghasilkan produk yang mereka inginkan.

Baca juga:  Antara Geometri, Korona dan Nilai Matematika

Secara umum hasil pembelajaran praktek ekonomi kreatif ini berjalan dengan baik, siswa mengikuti pembelajaran dengan antusias serta menambah wawasan siswa mengenai dunia kewirausahaan. Harapan dengan pembelajaran praktek kali ini dapat meningkatkan keterampilan dan menumbuhkan semangat kewirasusahaan dikalangan siswa.

Pembelajaran praktik kewirausahaan perlu dilakukan di sekolah sebagai latihan siswa menghadapi tantangan persaingan industri dan ekonomi di masa yang akan datang. Siswa lebih siap mengambil peran dalam dunia bisnis dan memiliki pengalaman dalam mengatasi permasalahan bisnis. Sebagai Negara dengan jumlah penduduk besar, Indonesia memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki peranan dalam keberhasilan pembangunan bangsa.

Pengusaha memiliki peranan efektif membuka lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja yang selama ini menjadi permasalahan besar bangsa yaitu pengangguran. Melalui peranan pengusaha ini banyak tenaga kerja yang terserap sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan, kualitas hidup, dan terjadi pertumbuhan ekonomi bangsa. (*/ida)

Guru SMP Negeri 1 Padamara, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya