alexametrics

Kardus sebagai Media dalam Pembelajaran Lompat Siswa Sekolah Dasar

Oleh : Yulianto, S.Pd.Jas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kardus dengan bahan kertas sangat fleksibel dan ringan, sehingga mudah dibawa ke mana-mana. Harganya murah. Kardus dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran berperan besar dan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Media dalam pembelajaran dapat memperjelas penyajian, mengatasi keterbatasan, mengatasi sikap pasif peserta didik.

Pendidikan jasmani adalah bagian yang integral dari pendidikan melalui aktivitas jasmani yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neuromuscular, intelektual, dan emosional. Hal tersebut termaktup dalam SK Mendikbud nomor 413/U/1987. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas fisik latihan fisik atau latihan kesegaran jasmani. Bila hal ini dilakukan dengan benar, akan berpengaruh terhadap peningkatan kesegaran jasmani.

Lompat merupakan salah satu kategori dalam cabang olahraga atletik. Lompat jauh dan lompat tinggi merupakan dua di antara empat cabang lompat. Kekuatan kaki dan keseimbangan yang baik sangat diperlukan dalam olahraga lompat.

Baca juga:  Model Kontekstual Tingkatkan Kemampuan Menulis Teks Diskusi

“Tujuan lompat jauh adalah melompat sejauh-jauhnya dengan memindahkan seluruh tubuh dari titik tertentu ke bak pendaratan, dengan cara berlari secepat-cepatnya kemudian menolak, melayang di udara, dan mendarat,”demikian pendapat Muhajir (2006:40).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lompat tinggi adalah salah satu jenis aktivitas olahraga yang dilakukan meloncat setinggi mungkin untuk menggapai ketinggian tertentu. Lompat tinggi dilakukan dengan melompati tiang atau mistar yang dipasang horizontal tanpa bantuan alat.

Selama ini dalam metode pembelajaran untuk mempelajari lompat jauh, terkesan belum mampu meningkatkan kemampuan pemahaman mengenai teknik-teknik lompat jauh. Salah satu pembelajaran lompat jauh yang berorentasi pada pengalaman sehari-hari dan menerapkan lompat jauh dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan pendekatan bermain.

Perencanaan diawali dengan mencoba bermain-main ke arah lompatan, belum digunakan alat atau sarana yang membantu pembelajaran lompatan jauh, guru belum pernah menggunakan pendekatan bermain dalam proses pembelajaran lompat jauh dan belum diketahui apakah dengan pendekatan bermain dapat meningkatkan pembelajaran lompat jauh.

Baca juga:  Upaya Meningkatkan Kelincahan melalui Sepakbola Mini

Langkah selanjutnya guru menyusun rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan pendekatan bermain. Kardus ditata satu berbanjar yang nantinya untuk kegiatan pemanasan. Pada pembelajaran inti kardus ditata berbanjar dengan posisi memanjang dengan tujuan untuk latihan dasar lompat jauh. Siswa berlari kemudian melompati kardus-kardus yang tertata memanjang. Setelah itu, kardus juga ditata berbanjar dengan posisi vertikal untuk melatih dasar lompat tinggi. Siswa berlari melompati kardus-kardus yang tertata secara vertikal.

Setelah membuat rencana pembelajaran, dikonsultasikan kepada ahli dalam pembelajaran lompat jauh dan lompat tinggi untuk selanjutnya digunakan dalam implementasi tindakan. Pada tahap perencanaan ini, juga menentukan teman sejawat sebagai kolabolator. Legalitas dari kolabolator ini dibuktikan dengan tingkat pendidikan yang relevan dengan bidang yang digelutinya serta pengalaman mengajar yang cukup lama.
Tindakan dimulai dengan persiapan. Yaitu saat guru mengondisikan siswa agar siap mengikuti pembelajaran, mengabsen siswa, dan memberikan pemanasan.

Baca juga:  Wartawan Radar Semarang Digembleng di Simpang Lima

Kegiatan inti dengan memberikan latihan lari dan melompati kardus dan lari melompati simpai, serta pembelajaran teknik atau sikap lompat jauh. Kegiatan akhir mengadakan evaluasi pembelajaran kepada siswa. Ditutup dengan pendinginan dan dibubarkan.

Media kardus dapat meningkatkan pembelajaran. Ini terlihat dari perolehan nilai peserta didik secara individual yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimum (KKM) dan didukung perolehan nilai ketuntasan secara klasikal.

Ini menjadi indikator keberhasilan tindakan dalam kegiatan ini. Teknik analisis data yang digunakan dalam menentukan tingkat keberhasilan peserta didik adalah dengan bentuk penentuan batas nilai poin yang didapat oleh peserta didik, dan persentase penguasaan kegiatan secara klasikal maupun individu. (mj/lis)

Guru PJOK SDN Sutopati 2, Kajoran, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya