alexametrics

Asyiknya Belajar Sains dengan Metode Inkuiri Terbimbing

Oleh : Siti Rodliyah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berdasarkan Permendikbud Ristek RI No. 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses khususnya pasal 2, menyatakan bahwa standar proses digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mengembangkan potensi, prakarsa, kemampuan, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam hal, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran.

Sesuai amanat Permendikbud Ristek maka semua guru atau pendidik wajib menyusun perencanaan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran dan melakukan penilaian pembelajaran secara runtut. Permendikbud Ristek No. 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah/sekolah menengah luar biasa/ paket B/bentuk lain yang sederajat setiap lulusan peserta didik memiliki delapan kompetensi.

Yaitu pertama, mencintai Tuhan Yang Maha Esa dan memahami kehadiranTuhan YME dalam kehidupan sehari-hari, memahami ajaran agama, melaksanakan ibadah secara rutin dan mandiri. Kedua, mengekspresikan dan bangga terhadap identitas diri dan budayanya. Ketiga, menunjukkan perilaku terbiasa peduli dan berbagi, dan berkolaborasi. Keempat, terbiasa bertanggung jawab, melakukan refleksi dan merancang strategi untuk pembelajaran dan pengembangan diri. Kelima, menunjukkan kemampuan menyampaikan gagasan orisinal, membuat tindakan atau karya kreatif. Keenam, menunjukkan kemampuan mengidentifikasi informasi yang relevan. Ketujuh, menunjukkan kemampuan dan kegemaran berliterasi. Kedelapan, menunjukkan kemampuan numerasi dalam bernalar menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika dalam menyelesaikan masalah.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Zat Aditif-Zat Adiktif dengan PBL

Untuk mencapai hal tersebut di atas diperlukan suasana belajar yang mendukung yang diharapkan dalam standar proses. Yaitu interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik, serta psikologi peserta didik.

Namun kondisi ideal tersebut terkendala oleh berbagai hal. Seperti keberagaman latar belakang peserta didik baik ekonomi, sosial. Maupun pendidikan orang tua, juga keterbatan akan sarana dan prasarana pembelajaran.

Penulis dalam hal ini mengaplikasikan metode inkuiri terbimbing dalam proses pembelajaran dengan mempertimbangkan adanya kelebihan metode ini. Antara lain real life skill (belajar tentang hal- hal penting dan mudah dilakukan), open-ended topik (tema yang dipelajari tidak terbatas), intuitif, imajinatif, inovatif (mengerahkan semua potensi yang ada). Peluang melakukan penemuan dengan berbagai pengamatan dan eksperimen.

Baca juga:  Penggunaan Animasi Model Tingkatkan Hasil Belajar Materi Tata Surya

Metode inkuiri terbimbing peserta didik bekerja (tidak hanya duduk, mendengarkan lalu menulis) untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dikemukakan oleh guru di bawah bimbingan yang intensif dari guru. Adapun langkah- langkah pembelajaran yang diharapkan guru memancing peserta didik untuk melakukan sesuatu. Guru datang di kelas membawa masalah untuk dipecahkan oleh peserta didik. Kemudian mereka dibimbing untuk menemukan cara terbaik dalam memecahkan masalah tersebut.

Karakteristik inkuiri terbimbing menurut Khoirul Anam, M.A dalam buku Pembelajaran Berbasis Inkuiri Metode dan Aplikasi adalah peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir melalui pengamatan dan eksperimen. Sasarannya adalah mempelajari proses mengamati kejadian kemudian menyusun generalisasi.

Guru mengontrol bagian tertentu dari proses pembelajaran. Peserta didik membangun pola yang bermakna berdasarkan observasi. Kelas berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran. Dan guru memotivasi peserta didik untuk mengomunikasikan hasil generalisasinya di depan kelas.

Baca juga:  Percobaan Sains Sederhana Usir Kebosanan Belajar Anak Selama Daring

Inkuiri terbimbing cocok untuk diterapkan pada pembelajaran IPA bagi peserta didik SMP Negeri 1 Grabag kelas VII di hampir sebagian besar materi, karena berisi konsep-konsep dan prinsip-prinsip mendasar dalam bidang ilmu sains. (gr2/lis)

Guru IPA SMPN 1 Grabag, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya