Penanaman Nilai-Nilai Demokrasi dalam Pembelajaran PPKn di Sekolah

Oleh: Rita Permana Kelana Wati, S.Pd, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SIKAP demokratis sangatlah diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, karena di Indonesia memiliki keberagaman etnis, budaya, Bahasa, agama serta kelompok-kelompok sosial. Keberagaman ini merupakan suatu keniscayaan hidup kerena setiap orang pasti memiliki perbedaan yang beragam.dan keberagaman merupakan suatu tantangan, namun bila dikelola dengan baik akan merupakan suatu kekuatan kita.

Kehidupan sekolah merupakan jembatan bagi peserta didik dan pendidik (guru) dalam rangka penanaman nilai-nilai demokrasi bahkan kita sebagai guru bisa dikatakan sebagai pengganti orang tua dalam mendidik siswa agar bisa membentuk karakter yang baik. Penanaman-penanaman niliai demokrasi ini biasanya dilakukan dengan mengajarkan materi-materi tentang nilai-nilai demokrasi, misalnya melalui pembelajaran di kelas.

Sikap demokrasi dalam pembelajaran PPKn akan terlihat pada saat guru menyampaikan materi dikelas melalui sikap dalam perilaku yang ditunjukkan individu, Tindakan, perasaan ,pandangan menjunjung tinggi persamaan, menghargai pendapat orang lain, kritis didalam mengikuti pembelajaran,karena hal tersebut bisa sebagai dasar penilaian guru, dan tentu saja hasilnya dapat membantu siswa dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Profil nilai-nilai penguatan pelajar Pancasila didalamnya juga mencerminkan kehidupan demokratis yang harus bisa ditunjukkan oleh para peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran baik intrakurikuler,maupun dalam ekstrakurikuler.

Baca juga:  Problem Based Learning Tingkatkan Minat dan Semangat Belajar PPKn

Dalam pelaksanaannya penanaman demokrasi ini bisa ditunjukkan dengan beberapa upaya di antaranya Membentuk sikap demokratis dalam pembelajaran PPKn terkait penanaman demokrasi di sekolah dapat dilakukan dengan menunjukkan perilaku individu, tindakan atau perilaku, perasaan, pandangan yang menjunjung tinggi persamaan hak, menghargai pendapat orang lain, musyawarah dalam kegiatan diskusi kelas,kebesan dan tanggung jawab.

Seseorang dengan kesiapan atau kecenderungan untuk bertingkah laku mengutamakan kepentingan bersama, tidak bersikap egois, akomodatif terhadap kepentingan umum, lebih mengutamakan kemampuan nalar, dalam berpendapat, santun, dan tertib dalam memberikan pendapat dan gagasan. Dalam penerapan sikap demokrasi siswa sudah berjalan dengan baik, hal ini dilihat dari kehidupan di sekolah dalam pembelajaran disaat ada teman yang berbicara mereka selalu mendengarkan dalam berdiskusi dan sudah mampu saling menghargai berbedaan pendapat diantara mereka.

Baca juga:  Tingkatkan Peran Aktif Siswa dalam Pelajaran PPKn dengan Metode PJBL

Implementasi Sikap Demokrasi Pembelajaran PPKn Nilai-nilai demokrasi dinilai berhasil apabila siswa menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai demokrasi misalnya toleransi, berani mengemukakan pendapat, dan menghargai perbedaan pendapat siswa lain terutama di dalam kelas. Nilai demokrasi akan muncul dan berkembang pada diri siswa apabila memiliki sikap positif terhadap nilai demokrasi dan terbiasa melakukannya.
Cara yang dilakukan oleh guru dalam membimbing dan menyampaikan materi pelajaran untuk pemahaman siswa, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru, dari hasil diskusi kelompok tersebut masing-masing siswa mempersiapkan diri untuk mengemukakan pendapatnya,dengan menggunakan metode pembelajaran tersebut siswa memiliki keaktifan, kerjasama dalam kelompok, dan kepercayaan diri untuk mengemukakan pendapat.

Baca juga:  Rencana Pengembangan Mulok Kajian Kitab Suci (BTQ)

Implementasi sikap demokrasi dalam pembelajaran PPKn bahwa Proses pembelajaran adalah merupakan bagian kesatuan dari proses demokrasi, mengajar demokrasi tanpa mempraktikanya di dalam kelas adalah hal yang sia-sia. Selain kedua hal tersebut juga dilakukan saat ini dalam kurikulum merdeka adalah melalui Kolaborasi yang dilakukan guru dalam menerapkan metope pembelajaran, sehingga siswa dan guru harus bisa duduk Bersama, untuk menyampaikan hasil akhir atau target yang harus dicapai dalam suatu materi pembelajaran siswa akan lebih aktif, sehingga secara tidak langsung sudah mengajarkan tentang penanaman demokorasi di sekolah, terutama di SMKN 3 Salatiga. (igi2/zal)

Guru SMKN 3 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya