Melalui Metode Bernyanyi dapat Meningkatkan Percaya Diri Anak

Oleh : Sumarni, S.Pd.AUD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Percaya diri merupakan hal penting yang harus dimiliki anak-anak. Rasa percaya diri berpengaruh terhadap mental dan karakter mereka. Mental dan karakter anak yang kuat akan menjadi modal penting bagi masa depannya ketika dewasa, sehingga mampu merespon setiap tantangan hingga realistis.

Mendukung hal tersebut secara khusus, Pearce (Rahayu, 2013:63) mengemukakan bahwa percaya diri berasal dari tindakan, kegiatan dan usaha untuk bertindak bukannya menghindari keadaan dan bersifat pasif.
Angelis (dalam Rahayu, 2013:63) menyatakan percaya diri merupakan hal yang dengannya anak mampu menyalurkan segala sesuatu yang diketahui dan dikerjakannya. Percaya diri juga dapat diartikan sebagai sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya.

Timothy Wibowo (dalam Putri 2014:18) mengungkapkan terdapat tujuh cara meningkatkan percaya diri pada anak. Yaitu pertama, mengevaluasi pola asuh demokratis. Kedua, memberikan pujian baik untuk anak, namun jangan berlebihan. Ketiga, membuat agenda sosialisasi belajar atau melatihnya untuk peduli dan berbagi terhadap sesama. Keempat, kenalkan anak pada beragam karakter melalui cerita melalui kegiatan bercerita, percayaan diri anak dapat ditingkatkan. Kelima, bermain peran melatih anak berkomunikasi interpersonal. Keenam, biarkan kesalahan terjadi dan berikan resiko teringan.

Baca juga:  Pembelajaran Model Parenting Tingkatkan Pengembangan Karakter di PAUD

Ketujuh, memahami kepribadian anak berarti orang tua telah berusaha mengerti dan memahami anak, orang tua bisa jauh lebih mudah untuk memahami seorang anak dengan memperhatikan tipologi kepribadiannya.
Untuk meningkatkan percaya diri anak dapat mengunakan beberapa metode, yaitu: bernyanyi, bercerita dan bermain peran. Metode bernyanyi menurut Rasyid (dalam Astutik 2012:2) adalah salah satu bentuk metode bagi pendidik untuk bisa mengontrol dan mengamati setiap dari perkembangan anak. Seperti perkembangan verbalnya, pendengaran, daya tangkap, motorik peniruan dan lain sebagainya.

Otib Satibi (dalam Wulandari dkk, 2014:3) menjelaskan metode bernyanyi adalah suatu metode yang melakukan pendekatan pembelajaran secara nyata yang mampu membuat anak senang dan gembira melalui ungkapan kata dan nada. Mendukung pendapat tersebut, Anwar (dalam Wulandari dkk, 2014:3) berpendapat bahwa metode bernyanyi merupakan suatu metode mengajar yang menggunakan lirik-lirik yang dilagukan.

Baca juga:  Dengan Quantum Learning Siapkan Siswa Belajar Tatap Muka

Metode bernyanyi dapat meningkatkan kepercayaan diri terhadap anak-anak TK PDK II Ngadirejo. Percaya diri merupakan modal dasar bagi anak di TK PDK II Ngadirejo untuk dapat diterima di lingkungannya. Percaya diri tidak datang dengan sendirinya. Namun dipengaruhi oleh berbagai faktor. Orang tua merupakan faktor terpenting dalam membangun percaya diri anak. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan utama dan yang sangat menentukan baik buruknya kepribadian anak.

Menurut Hakim (dalam Rahayu 2013:74) kepribadian yang kuat terbentuk melalui proses bagaimana anak yang sesuai perkembangannya dapat memahami kelebihan dan kekurangan dirinya. Dan yakin akan kemampuan yang dimiliki serta bagaimana anak tersebut mencari, menambahkan pengalaman hidup dengan menggunakan kelebihannya.

Baca juga:  Optimalisasi Tugas Transformasi Berbantu SIGODRI

Sedangkan menurut Liendenfield (dalam Rahayu 2013:76-77) beberapa faktor yang membangun kepercayaan diri anak. Yakni cinta rasa aman, modal, peran, hubungan, kesehatan, sumber daya, dukungan upah dah hadiah. Jadi dalam membangun kepercayaan diri setiap anak membutuhkan cinta, rasa aman, dan dukungan dalam kehidupannya dan juga hubungan yang baik antara anak di TK PDK II Ngadirejo dan orang tuanya.

Orang tua, guru dan lingkungan berperan penting dalam menumbuhkan dan membentuk percaya diri anak. Anak merasa aman dan mampu menyesuaikan dalam keadaan apapun. Anak yang memiliki percaya diri mampu mengembangkan sikap toleransi terhadap penolakan tanpa merasa terhina atau depresi. Orang tua dan guru diharapkan selalu memperkenalkan, melatih dan terus membangun percaya diri anak sejak dini. Sehingga, percaya diri tersebut akan terus tumbuh dan semakin kuat sampai dewasa nantinya. (*/lis)

Guru TK PDK II Ngadirejo, Kec. Ngadirejo, kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya