Asyiknya Belajar Matematika dengan RME Tingkatkan Minat Belajar Siswa

Oleh : Meisari Nugraheni, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mengajarkan materi matematika berbeda dengan ilmu-ilmu lainnya. Matematika memiliki karakteristik khusus dimana objek kajiannya bersifat abstrak dan tidak dapat diindra secara langsung. Sudah tentu, mengajarkan sesuatu yang tidak dapat diindra akan lebih sulit daripada mengajarkan sesuatu yang dapat diindra. Kesulitan tersebut berdampak pada pengajaran matematika yang hanya terpaku pada rumus-rumus dan penggunaannya pada soal matematika yang sedikit sekali keterkaitannya dengan realitas.

Kurangnya keterkaitan antara materi matematika dengan realitas peserta didik yang kemudian membuat kebanyakan peserta didik memiliki minat yang rendah untuk mempelajari matematika.
Hal tersebut juga terjadi pada siswa kelas IV SD Negeri Kalijoso, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang saat mempelajari materi Luas Bangun Datar. Siswa sulit menghafal rumus luas persegi panjang sehingga mereka juga kesulitan mengerjakan soal tentang luas persegi panjang.

Baca juga:  Susahnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Daerah Pelosok

Berdasarkan keadaan tersebut, solusi yang dirasa dapat membantu kesulitan siswa adalah melalui Realistic Mathematics Education (RME) atau pendidikan matematika realistik. Menurut Soedjadi (2011:2) RME pada dasarnya adalah pemanfaatan realitas dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajaran matematika, sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan matematika secara lebih baik daripada masa yang lalu.

Dengan kata lain, pembelajaran matematika dengan RME menuntut siswa untuk aktif membangun sendiri pengetahuannya dengan menggunakan dunia nyata untuk pengembangan ide dan konsep matematika. Melalui RME yang pengajarannya berangkat dari persoalan dalam dunia nyata, diharapkan pelajaran tersebut menjadi bermakna bagi siswa. Dengan demikian siswa termotivasi untuk terlibat dalam pelajaran.

Baca juga:  Karyawisata Solusi Kejenuhan Siswa

Strategi yang digunakan dalam pembelajaran materi luas persegi panjang adalah penemuan terbimbing, dimana siswa diajak praktik menemukan rumus luas persegi panjang dengan dipandu oleh guru. Sebelum pembelajaran, guru meminta siswa menyiapkan peralatan yang akan digunakan untuk praktik. Setelah itu, mereka mengikuti langkah-langkah yang sudah dipraktikkan guru. Siswa juga diberikan lembar kegiatan siswa (LKS) tempat mereka mencatat hasil penemuan dan menemukan rumusnya sendiri. Guru memantau kegiatan siswa dan memberikan masukan terhadap hasil pekerjaan siswa serta membimbing siswa yang merasa kesulitan.

Sebagian siswa senang dengan pendekatan pembelajaran tersebut, karena mereka dapat mempraktikan sendiri dengan langkah-langkah yang sudah dicontohkan oleh guru dalam pembelajaran. Mereka antusias dan semangat mengukur luas persegi panjang di sekitar mereka, serta menemukan sendiri rumus luas persegi panjang.

Baca juga:  Kuliah Sesungguhnya Tak Seindah di Serial Drama TV

Ternyata penggunaan pendekatan RME untuk pembelajaran matematika materi luas bangun datar menjadikan minat belajar siswa meningkat. Hal ini karena siswa membangun sendiri pengetahuannya, maka siswa tidak mudah lupa dengan pengetahuannya. Selain itu suasana dalam proses pembelajaran menyenangkan karena menggunakan realitas kehidupan, sehingga siswa tidak cepat bosan untuk belajar matematika. (mj/lis)

Guru SDN Kalijoso, Kec. Windusari, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya