Metode Pembelajaran Membaca Alquran, Kelebihan dan Kekurangannya

Oleh: Enny Masfiah, S.Ag

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Alquran merupakan kalam Allah SWT yang paling sempurna yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Artinya Alquran merupakan sumber dari ilmu pengetahuan dan petunjuk dalam menjalankan kehidupan manusia (Anwar, 2008). Hal tersebut sesuai dengan QS. Al-An’am (6:155) yang artinya: “Dan Alquran itu adalah kitab yang kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat”. Oleh karena itu, langkah awal untuk mengerti dan memahami kandungan Alquran adalah mengajarkan umat Islam untuk dapat membaca Alquran.

Beberapa metode pembelajaran membaca Alquran yang dapat diterapkan guru. Pertama, metode Al-baghdadi, yaitu suatu metode yang tersusun secara berurutan dan merupakan sebuah proses ulang. Kelebihan metode ini adalah adanya penyusunan pola bunyi secara rapi, 30 huruf hijaiyah disetiap jenjang menjadi tema pokok pembelajaran, dan materi tajuwid terintegrasi pada setiap langkah pembelajaran. Kekurangannya adalah penyajiannya membosankan, karena siswa mengekor ucapan guru, dan materi kurang variatif karena hanya menggunakan 1 jilid (Lubis, 2020).

Baca juga:  Belajar Senam Lantai Asyik dan Menyenangkan

Kedua, metode Jibril, yaitu membaca suatu ayat atau waqaf, lalu ditirukan oleh seluruh siswa yang belajar (Taufiqurrahman, 2005). Kelebihan metode ini, yaitu bersifat fleksibel, kondisional dan mudah diterapkan oleh guru sesuai dengan potensi yang ada, dapat diterapkan untuk semua kalangan peserta didik. Sementara kekurangannya, jumlah guru yang sangat terbatas untuk jumlah siswa yang banyak (Irwandi, 2020).

Ketiga, metode Al-Barqy, yakni cara belajar mendalami dan membaca Alquran dengan cepat, mudah, dan singkat. Beberapa kelebihan metode ini, yaitu hanya membutuhkan waktu 8 jam agar peserta dapat membaca huruf-huruf Alquran, dan tidak membosankan dikarenakan ada teknik akurat dan menarik, seperti: menyanyi, permainan dan lain-lain. Kekurangan metode ini adalah guru perlu menguasai dengan baik penerapan metode ini (Pristian, 2018).

Baca juga:  Melawan Stigma Negatif Guru Bimbingan Konseling

Keempat, metode Iqra’adalah suatu metode membaca Alquran yang menekankan langsung pada latihan membaca. Kelebihan metode ini, di antaranya, yaitu: mempermudah guru dalam melakukan pembelajaran karena peserta didik yang aktif, sedang guru hanya memberi contoh bacaan, dan dalam waktu yang tidak relatif lama peserta didik mampu membaca Alquran dengan fasih. Kelemahannya, yaitu: peserta didik tidak bisa membaca dengan mengeja, dan peserta didik kurang bisa mengusasi huruf hijaiyah secara urut dan lengkap (Roqih, 2009).

Berdasarkan beberapa contoh metode pembelajaran membaca Alquran tersebut di atas guru sebagai pendidik dapat menggunakan salah satu metode yang dinilai tepat, dan sesuai dengan kondisi perserta didik tempat guru mengajar. (ks/ton)

Baca juga:  Pembelajaran Membaca Permulaan dengan Kartu Huruf

Guru SDN Tegalrejo 04

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya