Mari Bereksperimen dalam Mengenal Hujan di TK

Oleh : Jumiati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Anak usia prasekolah memiliki rasa keingintahuan sangat tinggi, termasuk pada gejala alam diantaranya hujan. Konsep yang umum dijelaskan kepada anak adalah hasil penguapan air laut yang terkena panas cahaya matahari dan di udara menjadi awan lalu terjadilah hujan. Tetapi bagaimana air itu dapat menguap pastinya anak tidak mengetahui secara pasti. Sehingga anak-anak di TK Negeri Pembina Randudongkal Kabupaten Pemalang masih belum memahami tentang perubahan air laut menjadi udara dan akhirnya menjadi hujan.

Melalui metode eksperimen di TK Negeri Pembina Randudongkal Kabupaten Pemalang pada pengembangan KD. 3. 8. Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batubatuan, dll) 4. 8. Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll tentang lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll) memberikan pengalaman secara langsung bagaimana proses terjadinya hujan. Metode eksperimen atau percobaan menurut Mulyani Sumantri dan Johar permana (1999: 157), diartikan sebagai cara belajar mengajar yang melibatkan peserta didik dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan tersebut.

Baca juga:  Memotivasi Belajar dengan Media Kolam Pancing

Kegiatan eksperimen yang dilakukan bertujuan agar anak bernalar kritis dan berpikir logis. Anak-anak akan membuktikan bagaimana air dapat berubah wujud menjadi udara dan udara berubah wujud kembali menjadi titik-titik air. Kemudian bagaimana korelasinya dengan hujan yang sebenarnya terjadi di alam. Anak-anak secara nyata akan melihat proses dan hasil dari sebuah eksperimen. Anak juga akan mengenal tentang suhu panas dan dingin, kapan air akan berubah wujud dan penyebabnya.

Berikut adalah bahan yang diperlukan untuk eksperimen : teko listrik untuk memenaskan air, toples kaca transparan, air panas, mangkuk dan es batu. Langkah yang dilakukan adalah : guru memberikan penjelasan bahwa air yang digunakan adalah air panas sehingga anak diarahkan agar berhati-hati. Pada bagian ini guru yang menyiapkan air panas yang dipanaskan dengan teko listrik kemudiana dimasukkan pada toples transparan. Air panas ini diumpamakan air laut yang terkena panas sinar matahari dan menguap.

Baca juga:  Tingkatkan Pembelajaran IPA dengan Metode Demonstrasi

Tutuplah toples dengan mangkuk. Berikan kesempatan kepada anak untuk mengisi mangkuk dengan es batu. Mintalah anak untuk mengamati uap air. Maka air yang menguap akan menempel pada bagian bawah mangkuk dan karena dingin akan berubah menjadi titik-titik air yang banyak, sehingga menetes. Peran es batu adalah menggambarkan bahwa suhu di atas sangat dingin. Uap air ini ketika di udara berkumpul menjadi awan. Awan berubah menjadi air kembali karena hawa dingin. Ketika air yang terkumpul banyak akan menjadi berat, kemudian terjadilah hujan.

Dalam pembelajaran anak diberikan kesempatan untuk melakukan diskusi atau tanya jawab sesama anak didik. Biarkan anak mengeluarkan rasa keingintahuannya melalui berbagai pertanyaan. Anak juga diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan, semua pertanyaan dan jawaban untuk diapresiasi, karena di sini anak akan menuangkan segala pengetahuannya dan keingintahuannya, kemudian ditutup dengan kesimpulan oleh guru.

Baca juga:  Mind Mapping Solusi Meningkatkan Pemahaman tentang Hak dan Kewajiban

Belajar melaui pengalaman akan mendapatkan pengetahuan yang lebih baik dari sekadar melihat ataupun mendengarkan. Edgar Dale (1946) menciptakan kerucut pengalaman. Berdasarkan penelitiannya mengenai cara belajar dan tingkat ingatan hasil pembelajaran didapatkan bahwa kita dapat mengingat 90 persen jika belajar dengan cara simulasi dan kerja nyata. Maka dengan melakukan eksperimen anak dapat memahami dan mengingat dengan lebih baik dari pada mendengar atau melihat proses. (bat2/ton)

Guru TK Negeri Pembina Randudongkal Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya