Eksperimen Membentuk Cahaya Pelangi dalam Mengembangkan Kemampuan Memecahkan Masalah

Oleh : Indah Pratiwi, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Anak usia prasekolah termasuk di dalamnya adalah anak TK merupakan masa perkembangan yang sangat pesat. Rasa keingintahuannya sangat tinggi termasuk pada peristiwa terjadinya pelangi. Selama ini anak-anak di TK Negeri Pembina Randudongkal Kabupaten Pemalang mengenal pelangi melalui buku bacaan bergambar. Anak-anak mengetahui pelangi sebatas verbalisme tanpa mengetahui pasti bagaimana pelangi tersebut dapat terjadi.

Metode yang dilakukan juga masih sederhana yaitu dengan metode tanya jawab dan melihat video pembelajaran kemudian anak menggambar pelangi di buku gambar.

Melaui Kurikulum Merdeka Belajar anak-anak diharapkan menjadi anak yang bernalar kritis. Pada KD. 3.6. Mengenal benda-benda di sekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya) 4.6. Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda di sekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya) melalui berbagai hasil karya.

Baca juga:  “Sawo Manalagi” Meningkatkan Vocabulary Teks Narrative

Lalu bagaimana pelangi dapat terbentuk, kapan bisa terbentuk pelangi, mengapa ada pelangi? Seorang guru harus mampu mendorong anak didik menalar sejak dini. Metode eksperimen menjadi pilihan dalam mengembangkan pemahaman anak tentang pelangi di TK Negeri Pembina Randudongkal Kabupaten Pemalang.

Metode eksperimen atau percobaan menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (1999: 157), diartikan sebagai cara belajar mengajar yang melibatkan peserta didik dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan tersebut.

Sedangkan menurut Paul Suparno (2007: 77) bahwa secara umum metode pembelajaran eksperimen adalah suatu metode mengajar dimana siswa diajak untuk melakukan suatu usaha percobaan sebagai pembuktian, pengecekan bahwa teori yang telah dipelajari itu memang benar.

Tujuan pelaksanaan metode pembelajaran dengan teknik eksperimen yaitu membantu anak dalam meningkatkan kemampuannya untuk belajar secara mandiri dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapi.
Metode eksperimen dimaksudkan untuk memecahkan masalah yang dialami anak, melalui serangkaian tindakan yang dilakukan secara mandiri dengan dibimbing oleh guru maupun pembimbing. Sehingga guru dapat menerapkan metode ini untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Baca juga:  Ayo Bercerita untuk Meningkatkan Percaya Diri

Langkah yang pertama adalah anak mempelajari terjadinya pelangi melalui video pembelajaran tentang proses terjadinya pelangi karena pembiasan cahaya matahari yang melewati sebuah tetes air hujan akan dibiaskan melewatinya. Proses pembiasan ini yang memisahkan cahaya putih menjadi warna spektrum. Warna spektrum adalah warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu.

Bagaimana cahaya matahari yang bertemu titik-titik air membiaskan cahaya yang bervariasi membentuk urutan warna yang indah. Langkah yang ke dua anak diajak untuk bereksperimen untuk dapat menciptakan warna spektrum. Pelaksanaan kegiatan eksperimen dilakukan dengan menyiapkan bahan. Yaitu cermin dan ember berisi air. Caranya yang pertama masukkan cermin ke dalam ember yang berisi air, yang ke dua arahkan cermin ke sinar matahari, yang ketiga arahkan pantulan cahaya ke dinding, maka akan terbentuk warna pelangi. Anak juga diberikkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil eksperimen dengan bercerita tentang cara memunculkan cahaya pelangi.

Baca juga:  Mari Bereksperimen dalam Mengenal Hujan di TK

Dengan metode eksperimen, anak mampu memecahkan masalah yaitu dalam menemukan unsur utama terbentuknya warna pada pelangi yaitu air hujan dan cahaya matahari. Pembelajaran melalui metode eksperimen memberikan dampak yang sangat besar bagi perkembangan kognitifnya. Karena anak secara langsung, mengalami sendiri proses terbentuknya spektrum. Selain itu memperkaya pengalaman anak berkaitan dengan hal-hal yang bersifat objektif dan realistis yang akan membentuk pribadi yang bernalar kritis. (bat2/lis)

Guru TK Negeri Pembina Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya