Asyiknya Belajar Dasar Negara Pancasila dengan Komik Saat PTM Terbatas

Oleh : Dhian Warastuti Yulianti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Munculnya pandemi Covid-19 mengharuskan proses pembelajaran tatap muka diubah jadi pembelajaran jarak jauh secara daring. Perubahan ini dalam pelaksanaannya menimbulkan berbagai masalah, yaitu keterbatasan ruang dan waktu belajar, terbatasnya sumber belajar, minimnya fasilitas internet, gawai, dan kuota, serta figur guru yang kurang memberikan arahan untuk pengembangan materi.

Tingginya keinginan siswa untuk kembali belajar secara tatap muka, didukung perkembangan pemahaman masyarakat tentang Covid-19 yang cukup baik melatarbelakangi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Selama PTMT guru, siswa, orang tua dan tendik wajib menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Dengan memperhatikan hal di atas, guru mencari solusi mengatasi permasalahan di kelasnya. Salah satunya membuat komik dengan aplikasi Comic Life 3 sebagai media belajar di kelasnya. Dengan aplikasi ini materi pelajaran disusun secara menarik dalam berbagai bentuk custom komik dan hasilnya dapat dicetak atau disimpan ke perangkat laptop/HP. Komik menurut Sudjana (2013: 64) adalah suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada pembaca.

Baca juga:  Media Gambar dan Video Pembelajaran Tingkatkan Hasil Belajar Kebugaran Jasmani

Persiapan awal yang harus dilakukan oleh guru dalam membuat komik adalah memilih dan menentukan materi yang akan dibuat komik, membuat storyline yang berisi alur atau urutan cerita yang akan disampaikan, mengambil gambar dan pose foto siswa sesuai storyline, dan membuat komik dengan aplikasi Comic Life 3. Adapun proses penyusunan komik sebagai berikut: Pertama, menginstal aplikasi Comic Life 3. Kedua, memilih template yang diinginkan dan sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Ketiga, membuat headline komik yang terdiri dari judul komik, identitas penyusun, nama dan logo lembaga pendidikan. Keempat, menginput gambar atau foto siswa, memilih aneka balon dialog sesuai jenis percakapan, membuat narasi komik dalam balon dialog, serta memberi efek suara sesuai storyline. Kelima, mengedit foto dengan berbagai efek dalam aplikasi Comic Life 3, seperti jenis font, letter dan filter. Langkah ini diulang hingga seluruh gambar/foto siswa terinput dilengkapi dengan narasi sesuai alur dalam storyline. Keenam, mengecek ulang keseluruhan susunan komik dilanjutkan dengan menyimpan dalam bentuk jpg atau PDF. File ini dapat dipakai sebagai media dalam pembelajaran daring atau luring di kelas.

Baca juga:  Role Playing dengan Media Video Menumbuhkan Karakter Semangat Kebangsaan

Sebagai contoh guru menggunakan komik sebagai media belajar saat pembelajaran Tema 7 yang berlangsung di kelas V SD Negeri Tingkir Lor 02 Salatiga di Maret 2022. Komik ini berisi muatan pelajaran PPKn tentang perumusan dasar negara Pancasila. Saat pembelajaran PTMT berlangsung secara luring, guru membagikan komik yang telah dicetak.

Komik ini berisi gambar dan narasi materi perumusan dasar negara Pancasila, dimulai dari alasan perlunya perumusan dasar negara, lembaga dan tokoh yang berperan dalam perumusan dasar negara, jalannya pelaksanaan sidang BPUPKI dan PPKI, Piagam Jakarta, serta rumusan dasar negara Pancasila. Selama pembelajaran menggunakan komik, guru tetap memberikan arahan dan alokasi waktu kepada para siswa untuk mempelajari materi dalam komik tersebut. Hal ini dilakukan agar pembelajaran saat PTMT berlangsung tepat waktu dan sesuai tujuan yang diharapkan semula.

Baca juga:  Belajar Asyik dengan Aplikasi Ice Cream Screen Recorder

Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya apabila ada kesulitan. Selanjutnya diadakan diskusi kelas untuk menjawab berbagai pertanyaan dan kesulitan siswa. Suasana pembelajaran menjadi menyenangkan karena siswa menemukan hal baru dan tidak merasa bosan di kelas. Pada bagian akhir berisi soal evaluasi untuk tolok ukur penguasaan siswa terhadap muatan pelajaran PPKn yang disampaikan melalui narasi isi komik. (igi2/ton)

Guru SD Negeri Tingkir Lor 02 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya