alexametrics

Pembelajaran Kontekstual Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Oleh : Wurniyati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya. Keberhasilan proses pembelajaran tidak lepas dari sarana prasarana pembelajaran yang memadai.

Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan mencakup segala sesuatu yang dipikirkan, dan dikerjakan. Belajar memegang peranan penting di dalam perkembangan kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian, dan bahkan persepsi manusia. Oleh karena itu dengan menguasai prinsip-prinsip dasar tentang belajar, seseorang mampu memahami bahwa aktivitas belajar itu memegang peranan penting dalam proses psikologis (Catharina Tri Ani 2007: 2).

Dalam melaksanakan tugasnya, guru SDN 1 Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, banyak menemukan kendala yang bisa menghambat tercapainya tujuan belajar.
Menurut pengalaman penulis selama mengajar di kelas V SDN 1 Kwadungan Gunung, rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran matematika disebabkan oleh banyak faktor. Antara lain kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dalam materi matematika, banyak kegagalannya dan lamban penyelesaiannya (tidak tepat waktu). Dalam mengajar, guru tidak menggunakan alat peraga/media, metode yang digunakan berupa ceramah yang membosankan.

Baca juga:  E-Modul Berbasis Project Based Learning Dukung Kemandirian Siswa Belajar Basis Data

Pendekatan pembelajaran kontekstual disebut juga Contextual Teaching Learning (CTL) menurut Achmad Sugandi dan Haryanto (2005: 124), untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui peningkatan pemahaman makna materi pelajaran dengan mengaitkan materi yang diajarkan dengan konteks kehidupan siswa sehari-hari (konteks pribadi, sosial, kultural). Ada proses dan hasil melalui berbagai alat dan jenis penilaian.

Bagaimanakah cara menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual agar meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok operasi hitung pecahan di SDN 1 Kwadungan Gunung? Untuk memecahkan masalah tersebut, dengan mengkaji uraian sebelumnya, melalui pembelajaran di kelas dengan menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual.

Kelemahan-kelemahan yang terjadi seperti dalam mempelajari bilangan pecahan dapat diatasi melalui pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar, mendorong aktivitas siswa dan merangsang minat peserta didik. Sehingga pembelajaran matematika bukan pembelajaran yang membosankan. Namun menjadi bermakna.

Baca juga:  Penerapan PBL pada Pembelajaran Pembiakan Tanaman di Era Pandemi Covid-19

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah pendekatan pembelajaran kontekstual. Pendekatan pembelajaran kontekstual pada pembelajaran bilangan pecahan dilakukan menggunakan model pecahan yang dijadikan media dalam pembelajaran (Slameto, 2010:25).

Dalam praktiknya penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual, membantu guru dalam mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan menerapkan di lingkungannya. Siswa berkegiatan dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa (Haryanto, 2005: 130).

Pendekatan pembelajaran kontekstual dapat dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama tahap prainstruksional adalah tahapan yang ditempuh guru pada saat-saat masuk kelas mengajar. Kedua tahap instruksional membahas bahan materi yang disusun oleh guru sebelumnya dan siswa melakukan kerja kelompok. Ketiga tahap evaluasi dan tindak lanjut. Tahapan ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan tahapan kedua.

Baca juga:  Peningkatan Prestasi PAI melalui Pembelajaran Kontekstual

Hasil pembelajaran dengan kontekstual dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Indikator dari hasil evaluasi awal jika dalam kelas telah mencapai sekurang-kurangnya 75 persen dari seluruh siswa di kelas memenuhi target belajar tuntas, dari hasil belajar siswa dengan nilai 61 ke atas. Sebaliknya jika pembelajaran matematika belum dikatakan tuntas, dilanjutkan pada pembelajaran berikutnya.

Disimpulkan bahwa langkah-langkah dalam pendekatan kontekstual pada pembelajaran matematika siswa kelas V SDN 1 Kwadungan Gunung dalam operasi hitung pecahan hasil belajar siswa meningkat. (*/lis)

Guru SDN 1 Kwadungan Gunung, Kec. Kledung, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya