Meningkatkan Kompetensi Mengklasifikasikan Makhluk Hidup dengan JAS

Oleh : Endang Kumalawati, S.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Makhluk hidup merupakan objek kajian biologi yang sangat banyak dan beragam, baik jumlah maupun jenisnya. Dari hasil penelitian, diperkirakan jenis tumbuhan di bumi lebih dari 300.000 sedangkan untuk hewan lebih dari 1 juta (Lilis Sri Astuti, 2007).

Maka, agar mudah mengenal dan mempelajarinya, perlu adanya pengelompokan makhluk hidup dengan dasar pengelompokan tertentu. Para ilmuwan biologi telah lama mengembangkan sistem pengelompokan makhluk hidup yang dapat kita kaji dalam salah satu cabang biologi yaitu taksonomi.

Di dalam Kurikulum Merdeka, klasifikasi makhluk hidup merupakan salah satu materi yang diajarkan di kelas X. Salah satu tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah peserta didik mampu menyajikan hasil pengelompokan makhluk hidup dengan dasar tertentu.

Untuk mencapai tujuan tersebut guru perlu memilih pendekatan, model, atau metode yang sesuai untuk diterapkan pada kegiatan pembelajaran. Tahap awal yang harus dilakukan oleh peserta didik pada kegiatan pengelompokan makhluk hidup adalah mengidentifikasi ciri-ciri pada makhluk hidup tersebut. Proses identifikasi dilakukan dengan mengamati sifat-sifat pada makhluk hidup, baik sifat morfologi, anatomi, fisiologi, maupun tingkah laku. Berdasarkan hasil pengelompokan, makhluk hidup yang memiliki kesamaan ciri dimasukkan dalam satu kelompok. Sedangkan yang berbeda cirinya, dibuatkan kelompok tersendiri. Tahap terakhir adalah memberi nama.

Baca juga:  Tebak Sila Pancasila sebagai Pendukung Penerapan Sila Pancasila

Salah satu cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut adalah dengan menerapkan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). JAS merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemanfaatan lingkungan alam di sekitar peserta didik. Belajar melalui alam sekitar ditekankan pada kegiatan menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Diharapkan peserta didik menemukan konsep yang dipelajari melalui kegiatan pengamatan secara langsung dan memberikan efek positif untuk mengembangkan kompetensinya.

Menurut Ummu Khairiyah (2022), ciri-ciri kegiatan pembelajaran dengan pendekatan JAS yaitu kegiatan pembelajaran dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung (menggunakan media); adanya kegiatan memprediksi, pengamatan, dan penjelasan; adanya laporan untuk dikomunikasikan; kegiatan pembelajaran dirancang agar menyenangkan sehingga peserta didik berminat untuk belajar.

Baca juga:  Jamboard Tumbuhkan Motivasi Belajar dan Tingkatkan Kreativitas Siswa

Penerapan JAS pada materi pengelompokan makhluk hidup terdiri dari 3 tahapan. Yaitu persiapan dan perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Pada tahap persiapan, guru perlu menentukan tujuan yaitu peserta didik mampu menyajikan hasil klasifikasi makhluk hidup dengan menggunakan dasar tertentu; menentukan permasalahan yang akan diselidiki; membentuk kelompok kerja; dan menetapkan alokasi waktu kegiatan.

Pada tahap pelaksanaan, peserta didik melakukan jelajah alam. Dalam kegiatan ini peserta didik mengumpulkan berbagai jenis makhluk hidup yang ditemui, kemudian mengidentifikasi sifat-sifatnya. Lalu mengelompokkan makhluk hidup yang telah teridentifikasi cirinya ke dalam kelompok tertentu berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dimiliki. Kemudian peserta didik menyajikan data dalam bentuk laporan, baik tertulis maupun digital. Di akhir tahap ini, peserta didik melakukan verifikasi untuk memastikan tugasnya telah selesai. Peserta didik lalu mempresentasikan hasilnya dengan kegiatan diskusi kelas.

Baca juga:  Asyiknya Berkarya Seni Patung dengan Teknik Pencerminan

Ada beberapa keuntungan dari pendekatan JAS. Yaitu peserta didik dapat langsung mengidentifikasi dengan menggunakan panca indranya pada objek yang diamati. Obek yang dipelajari lebih beragam dan faktual, serta menyajikan kegiatan pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan bagi peserta didik sehingga mereka lebih termotivasi.

Agar pendekatan JAS efektif diterapkan, guru harus membuat persiapan dengan baik konsep belajarnya. Jika tidak dipersiapkan dengan matang, pembelajaran hanya terkesan main-main karena ketika peserta didik melakukan penjelajahan, tidak melakukan kegiatan belajar yang diharapkan. Dengan perencanaan dan persiapan yang baik serta penentuan alokasi waktu yang cukup, pembelajaran dengan JAS dapat meningkatkan kompetensi peserta didik dalam keterampilan mengklasifikasikan makhluk hidup. Peserta didik akan belajar dengan lebih antusias dan gembira. (lm/lis)

Guru Biologi SMA Negeri 5 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya