Belajar Statistika Lebih Asyik dan Menarik dengan TGT

Oleh : Sri Maryani S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR matematika yang menyenangkan dapat diawali dengan menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, kondusif, dan bermakna. Yaitu mengaitkan pengetahuan baru dan pengetahuan lama yang dimiliki peserta didik dengan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sehingga akan tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik.
Materi statistika kelas 7 SMP diberikan kepada peserta didik di semester dua. Materi ini sudah familiar untuk peserta didik karena sudah pernah diajarkan ketika di jenjang SD. Walaupun demikian karena efek pandemi Covid-19, materi ini belum mendalam diberikan ketika di jenjang sebelumnya. Untuk itu, di jenjang SMP butuh pengulangan dalam pembelajaran.

Biasanya pengulangan pembelajaran menyebabkan peserta didik merasa jenuh dan bosan. Apalagi jika guru menyampaikannya secara monoton. Untuk itu, guru mencoba mengulang pembelajaran statistika kelas 7 dengan model pembelajaran Teams Games Tournmant (TGT). Model pembelajaran TGT adalah kegiatan pembelajaran yang melibatkan belajar kelompok secara heterogen baik dari latar belakang maupun prestasi akademik dan menempuh permainan (games) serta turnamen atau kompetisi tersistematis yang akan memberikan skor, klasemen, dan juara bagi individu atau kelompok yang berhasil mendapatkan skor terbaik untuk menumbuhkan rasa senang dan motivasi dalam belajar.

Baca juga:  Pembelajaran Kelompok Tutor Sebaya pada Gerak Parabola

Langkah–langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran akan dilakukan di antaranya dengan membentuk kelompok yang anggotanya mempunyai kemampuan heterogen atau memiliki kemampuan berbeda. Karena di dalam satu kelas, jumlah peserta didik 32, maka kelompok yang terbentuk ada 6 kelompok dengan setiap kelompok beranggotakan 5 dan 6 peserta didik. Setelah kelompok terbentuk, guru memberikan tugas mengumpulkan data dengan 25 responden. Guru menentukan 6 data yang akan dibuat peserta didik. Data tersebut dipilih berdasarkan game yang diberikan guru. Guru memberikan permainan yang pemenangnya akan dapat memilih pertama kali data yang akan mereka teliti.

Setelah data diperoleh pada setiap kelompok, mencari 25 responden yang berasal di luar kelas. Berbekal Lembar Kerja (LK), siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru. Di sini guru memberikan batasan waktu maksimal. Apabila dapat menyelesaikan tugas lebih awal atau tepat waktu dan jawabannya benar, maka mendapatkan hadiah yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Namun jika ada kelompok yang terlambat atau tidak tepat waktu dalam mengerjakan tugas, maka kelompok tersebut akan diberikan hukuman yang sudah disepakati bersama. Kelompok yang sudah selesai mengerjakan tugas, maka kelompok tersebut akan menempelkan tugas tersebut di papan tempel yang sudah disediakan. Selanjutnya mempresentasikan di depan kelompok yang lain.

Baca juga:  Model Pembelajaran Team Quiz Tingkatkan Prestasi dan Tanggung Jawab Siswa

Banyak hal yang dapat diperoleh dari pembelajaran dan sekaligus bermain dengan peserta didik lainnya, di antaranya akan lebih bahagia dan enjoy dalam belajar. Kelompok–kelompok yang berharap mendapatkan hadiah, akan menggunakan beberapa stategi di antaranya dengan berbagi tugas dalam mengerjakan soal–soal yang diberikan oleh guru. Masing-masing anggota kelompok akan berbagi ilmu karena dalam persentasi nanti, guru mengharapkan semua anggota menguasai materi yang diberikan.

Harapannya guru dapat menggunakan TGT ini pada materi yang lain, sehingga peserta didik akan senang setiap pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika akan lebih bermakna dengan pendekatan yang membuat peserta didik bahagia selama melaksanakan pembelajaran. (igi2/ida)

Guru SMP Negeri 1 Tengaran, Kabupaten Semarang

Baca juga:  Upaya Pencegahan Tindakan Kekerasan Terhadap Siswa di Sekolah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya