alexametrics

Pembiasaan Literasi Numerasi Tingkatkan Hasil Belajar Matematika Pengolahan Data

Oleh : Asmi Hettyarsih

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebagaimana diketahui ujian nasional (UN) diganti dengan AKM (Assesmen Kompetensi Minimum). AKM bertujuan memberikan dorongan yang lebih kuat untuk pembelajaran inovatif dan untuk mengembangkan pemikiran daripada menghafal.

Literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menganalisis bacaan dan memahami konsep di balik tulisan tersebut. Pengertian dari literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari.

Secara sederhana, numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Han (2017:3) literasi numerasi memiliki pengetahuan dan kecakapan di antaranya menggunakan angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dalam memecahkan masalah sehari-hari. Menelaah informasi yang ditampilkan untuk mengambil keputusan.

Numerasi menurut Geiger, Good dan Forgasz (2015) merupakan istilah yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk mengakomodasi tuntutan matematika dalam kehidupan pribadi dan sosial.

Baca juga:  Efektivitas Cooperative Learning Tipe Jigsaw II terhadap Pembelajaran IPA

Dalam pembelajaran matematika di kelas 6 tema pengolahan data, literasi numerasi sangatlah bermanfaat. Terbukti bahwa literasi numerasi ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Guntur, Kecamatan Temanggung. Hasil belajar matematika pada tema pengolahan data pada siswa kelas 6 yang semula rata-ratanya 6,2 menjadi 7,3. Hasil belajar siswapun melebihi KKM yaitu 7.00 untuk KKM dan 7,3 setelah adanya pengaruh literasi numerasi.

Beberapa langkah untuk meningkatkan literasi numerasi di sekolah antara lain meningkatkan jam untuk pelatihan soal yang berkaitan dengan matematika dan nonmatematika. Memperbanyak pembelajaran matematika berbasis permasalahan dan pembelajaran matematika berbasis proyek.

Strategi untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa yakni menggabungkan kata dan angka dalam percakapan. Menerapkan konsep matematika dalam berbagai kegiatan.

Beberapa langkah praktis yang dapat dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran matematika dengan pembiasaan numerasi adalah pertama, menentukan konten matematika. Yaitu berdasarkan kompetensi dasar (KD) pada tahap ini, guru mempelajari KD dan mengidentifikasi apa yang menjadi konsep utama dari kompetensi yang ingin dicapai, kemungkinan “pintu masuk” ke konsep tersebut, serta model yang mendukung pembelajaran matematika.

Baca juga:  Pengolahan Data Berbasis Lingkungan

Identifikasi ini dapat dilakukan dengan cara mempelajari natur dari konten matematika yang akan diajar, berdiskusi dengan guru lain, maupun mendasarkan pada pengalaman mengajar peserta didik.

Kedua, menentukan konteks yang sesuai. Pada tahap ini, guru memikirkan konteks yang relevan atau menarik serta menantang bagi peserta didik. Guru perlu membedakan antara masalah (problem) dengan latihan (exercise). Latihan digunakan untuk mengasah kemampuan peserta didik dalam pemahaman dan keterampilan yang sudah dipelajari sebagai upaya meneguhkan pembelajaran yang telah terjadi.

Masalah melibatkan situasi yang belum diketahui solusi maupun cara penyelesaiannya oleh peserta didik dan membutuhkan pemikiran kritis serta pengambilan keputusan.

Ketiga, menentukan kompleksitas level kognitif. Setelah menetapkan konteks, guru menetapkan kompleksitas kognitif yang ingin dicapai. Satu aktivitas pembelajaran dapat dirancang menargetkan satu level saja atau bisa lebih dari satu level kognitif.

Baca juga:  Contextual Teaching And Learning Meningkatkan Hasil Belajar Matematika

Keempat, merancang proses pembelajaran. Pada langkah ini guru merancang aktivitas pembelajaran sesuai tahapan pemecahan masalah, yaitu merumuskan, mengerjakan, dan menafsirkan serta mengevaluasi (OECD, 2021) sebagai kegiatan inti.

Sebelumnya, guru memikirkan kegiatan pembuka untuk menarik perhatian dan menumbuhkan minat belajar peserta didik melalui penyajian masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata sesuai topik dalam konteks yang sudah dipersiapkan pada langkah sebelumnya.

Kelima, merancang kegiatan penutup. Guru membuat kegiatan penutup yang memberikan kesempatan mengadakan diskusi kelas untuk mengonsolidasi hasil pemecahan masalah yang telah dilakukan oleh peserta didik. Guru juga dapat menggunakan kesempatan melakukan asesmen sebelum mengakhiri pembelajaran. Disimpulkan, pembiasaan literasi numerasi mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas 6 tema pengolahan data. (mj/lis)

Guru SDN Guntur, Kec/Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya