Belajar Sosiologi dengan Asyik dan Menyenangkan melalui Sinetron

Oleh : Zakiyah M.,S.S

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru memiliki peran yang penting dalam pendidikan. Guru terus berinovasi agar pembelajaran yang diberikan selaras dengan perkembangan zaman. Pada era 4.0 ini guru diharapkan dapat mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Menurut Hesty Maulida Eka Putry, dkk (2020), pada era 4.0 ini tren media pembelajaran berubah dari berbasis teks dan buku menjadi pembelajaran berbasis audio, video, web, mobile hingga pembelajaran blended learning.

Pembelajaran berbasis video menjadi sarana penyampaian yang efektif dalam pembelajaran ketika contoh nyata tidak dapat ditampilkan secara langsung (Putri, Hesti dkk: 2020). Bagi peserta didik, video berfungsi sebagai gambaran materi pembelajaran berbantu audio dan visual untuk mempermudah penginderaan siswa terhadap materi baik secara nyata maupun animasi.

Bagi seorang guru, video berfungsi menyampaikan materi pelajaran yang tidak dapat disampaikan secara langsung. Televisi merupakan salah satu bentuk dari video based learning berbasis gerak. Pada tahun 2018, proporsi penduduk berumur 5 tahun ke atas yang menonton acara televisi selama seminggu terakhir mencapai 93,21% (bps.go.id).

Baca juga:  Pembelajaran Blended Learning Tingkatkan Aktivitas Belajar di Masa Pandemi

Salah satu mata pelajaran yang dapat menerapkan video based learning adalah sosiologi. Dalam sosiologi siswa dapat mempelajari berbagai fenomena sosial dalam kehidupan di masyarakat. Salah satu hal yang dipelajari dalam sosiologi adalah peranan sosial. Soerjono Soekanto (1990:268) menjelaskan, peranan merupakan aspek dinamis kedudukan (status), apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka ia menjalankan suatu peran. Peranan sosial seseorang di dalam masyarakat ini seringkali menimbulkan konflik peran ketika seseorang mempunyai lebih dari satu status sosial dalam suatu masyarakat.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang peran sosial pada sinetron Tukang Ojek Pengkolan. Guru dapat mengaitkan peran sosial dengan karakter pada sinetron. Dalam sinetron tersebut, satu tokoh memerankan beberapa peran sekaligus seperti Sutisna dan Bobi.

Sutisna merupakan salah satu tokoh yang memiliki beberapa peran sosial yaitu menjadi anak, suami, tukang ojek, dan ayah. Ketika berperan menjadi anak, Sutisna menjadi anak yang berbakti dengan mengikuti keinginan ayahnya. Ketika berperan menjadi suami, Sutisna mengayomi istrinya dan melaksanakan perannya sebagai seorang kepala keluarga. Ketika menjadi tukang ojek, Sutisna mengantarkan penumpangnya sampai ke tujuan dan melayani dengan baik. Ketika menjadi ayah, Sutisna menghabiskan waktu senggangnya bermain dengan anak. Konflik peran sering terjadi ketika Sutisna berada di rumah dan harus berperan menjadi seorang ayah, suami dan anak pada waktu yang sama.

Baca juga:  Pemberian Reward Upaya Tingkatkan Motivasi Belajar Sejarah Pasca-Pembelajaran Daring

Bobi merupakan salah satu karakter remaja yang digambarkan dalam sinetron Tukang Ojek Pengkolan. Bobi dapat mengatur waktu menjadi tukang ojek dan waktu menjadi mahasiswa. Ketika menjadi mahasiswa, Bobi belajar dengan baik, mengerjakan tugas-tugas kuliahnya dan tidak menyalakan aplikasi ojek onlinenya. Disamping itu, Bobi juga seorang anak yang membantu kedua orang tuanya berjualan maupun membantu pekerjaan rumah lainnya.

Meskipun dua tokoh di atas memiliki pekerjaan yang sama sebagai tukang ojek, namun mereka memiliki peran sosial ganda di luar pekerjaan. Hal ini menggambarkan pekerjaan dan lingkungan yang sama tidak menjamin bahwa seseorang akan mempunyai kesamaan dalam menjalankan peran sosial mereka.

Setiap orang memiliki peran sosial dan tanggung jawab masing-masing sesuai kondisi keluarga dan lingkungannya.

Baca juga:  Komik Digital Kembangkan Teks Fiksi Masa Pandemi

Seorang guru dituntut kreatif dan memberikan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan nyata siswanya. Guru juga dituntut memberikan pelajaran secara menarik agar siswa tidak bosan. Dalam mata pelajaran sosiologi terutama ketika membahas peranan sosial, guru dapat memberikan contoh belajar peranan sosial dari sebuah sinetron. Sehingga siswa dapat belajar dengan menyenangkan sambil menonton sinetron favoritnya. Dengan sinetron sebagai media pembelajaran berbasis video, diharapkan mempermudah penginderaan siswa secara nyata terhadap pemahaman tentang peranan sosial yang ada di masyarakat. (mj/lis)

Guru SMAN 1 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya