Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Pembelajaran Make A Match

Oleh : Dina Herawati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan adalah hal yang terpenting bagi suatu negara. Maju atau tidaknya suatu negara dipengaruhi oleh tingkat pendidikan di Negara tersebut. Kualitas Pendidikan yang bermutu akan menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang hebat. Kualitas sumber daya manusia yang hebat akan menjadi aset berharga yang dimiliki negara untuk mencapai kemajuan bangsa.

Dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sebagai tindak lanjut dari evaluasi dan perbaikan kurikulum 2013, pemerintah memperkenalkan kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka menitikberatkan pada perwujudan profil pelajar Pancasila. Selain itu juga terkait dengan pendekatan bakat dan minat. Melalui pengembangan Kurikulum Merdeka pemerintah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih berkompeten.

Guru merupakan komponen penting dalam Proses belajar mengajar. Sehingga menentukan kualitas pendidikan. Terutama sebagai pemegang kendali dalam proses pembelajaran dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam proses belajarnya. Selain hal itu metode pembelajaran yang digunakan guru juga memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran.
Dalam hasil pengamatan pada SMA Negeri 2 Pekalongan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas X masih dilakukan dengan metode ceramah. Dalam proses belajar mengajar guru sering menggunakan metode ceramah. Siswa cenderung pasif dalam mengikuti pembelajaran apabila guru menggunakan Metode ceramah.

Baca juga:  Memahami Makna Pakaian Adat Jawa secara Online

Pentingnya pemilihan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang diajarkan oleh guru sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar didalam kelas. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar.

Metode pembelajaran Make A Match merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Metode pembelajaran ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994) untuk mengatasi berbagai keterbatasan dalam proses belajar mengajar dan juga dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Frank Lyman dalam Rusman (2011) menyatakan bahwa make a match adalah model pembelajaran yang memberikan kesempatan untuk berpikir secara mandiri, mencari pasangan yang sesuai. Kemudian diskusi dengan pasangan lainnya di dalam menemukan konsep yang sama.

Baca juga:  Efektivitas Kombinasi Pembelajaran Daring-Luring di Masa Pandemi

Salah satu alternatif metode pembelajaran yang menarik dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di kelas X SMA Negeri 2 Pekalongan adalah metode pembelajaran make a match. Dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran, siswa dapat menganalisis materi pembelajaran.

Proses pembelajaran dimulai dari guru menerangkan aturan bermain make a match menggunakan media kartu belajar. Kemudian permainan dimulai dengan guru memanggil siswa secara acak. Kedua guru memerintahkan siswa memilih kartu permainan make a match secara acak, dilanjut dengan siswa membacakan kartu yang dia pilih. Lalu siswa mencari pasangan kartu, hal ini dilakukan secara berulang sampai semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama.

Suasana pembelajaran di dalam kelas sangat jauh berbeda dari suasana pembelajaran menggunakan metode ceramah. Hasil observasi, ketika pembelajaran berlangsung siswa aktif dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Proses pembelajaran tidak lagi berjalan satu arah dimana yang berperan aktif hanya guru. Dalam proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas siswa dan guru saling aktif mengikuti pembelajaran. Hal ini menjadikan suasana pembelajaran didalam kelas menjadi asyik dan menyenangkan sehingga dapat menimbulkan mudahnya materi pelajaran terserap oleh siswa.

Baca juga:  Belajar IPS Lebih Asyik dengan GI

Setelah proses pembelajaran menggunakan metode Make a Match selesai guru akan memberikan kuis sebagai tolak ukur hasil keberhasilan metode pembelajaran Make a Match. Dari hasil kuis yang dilakukan setelah menggunakan metode Make a Match hasil belajar siswa cenderung meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuis yang telah diberikan 80% siswa mendapatkan nilai diatas ketuntasan minimal.

Penggunaan model Make A Match dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadikan hasil belajar siswa meningkat dengan baik. Metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai pilihan metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. (ks/fth)

Guru SMA Negeri 2 Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya