alexametrics

Meningkatkan Motivasi Belajar Pasca Pandemi dengan Bimbingan Kelompok

Oleh : ANITA, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi covid-19 berangsur-angsur mulai dapat diatasi dengan baik. Perkembangan kasus positif mulai menghilang. Hal tersebut dikarenakan upaya pemerintah sangat luar biasa dalam mengatasinya. Mulai pemberian vaksin secara masal, pembatasan kegiatan masyarakat dan tentunya prokes ketat. Keberhasilan tersebut membawa dampak besar dan masyarakat dapat melakukan aktivitas lebih longgar. Termasuk dunia pendidikan yaitu kegiatan belajar belajar mengajar.

Menurunnya kasus Covid-19 membuat Pemerintah memberikan kebijakan dengan membolehkan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka. Meski dengan ketentuan pembatasan pembelajaran hanya 50 persen untuk tingkat SMA/SMK. Pembelajaran dilakukan dengan 50 persen tatap muka dan 50 persen daring. Dengan menggunakan aplikasi google classroom. Dengan berbagai aturan peserta didik dan guru harus menaati prokes dengan ketat. Bagi peserta didik yang sakit diperbolehkan tidak datang ke sekolah.

Baca juga:  BKJJ dengan Video Inspiratif “Aku Bisa”

Kebijakan tersebut tetap menimbulkan dampak bagi pembelajaran. Banyak peserta didik mengeluhkan tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Karena kurangnya waktu dalam memahami materi yang diberikan guru. Belum lagi tugas guru tidak dapat diselesaikan dengan baik. Sehingga menyebabkan motivasi belajar menurun. Persoalan tersebut menjadi PR bagi guru terutama guru Bimbingan dan konseling.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah No. 111 Tahun 2014, pengertian bimbingan dan konseling yakni suatu upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan konselor atau guru Bimbingan dan konseling. Sedangkan layanan Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki salah tujuan yaitu membantu siswa mencapai tugas perkembangan secara optimal. Sebagai makhluk Tuhan, sosial, dan pribadi. Dengan begitu peserta didik bisa meraih kebahagiaan sebagai individu maupun makhluk sosial sesuai dengan tugas perkembangan.

Baca juga:  Pembelajaran Kombinasi Mengatasi Kendala Belajar Daring di Daerah Pinggiran Kabupaten Pekalongan

Untuk membantu peserta didik mengatasi masalah belajar karena dampak kegiatan tatap muka 50 persen diperlukan layanan yang diberikan guru bimbingan konseling. Yaitu menggunakan layanan bimbingan kelompok bagi peserta didik yang mengalami permasalah tersebut. Layanan bimbingan kelompok dinilai cukup efektif dalam membantu terjadinya perubahan perilaku adaptif siswa yang masalah perencanaan karier. Bimbingan kelompok merupakan suatu kegiatan kelompok yang dilakukan sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Yaitu adanya interaksi saling mengeluarkan pendapat, memberikan tanggapan, saran dan sebagainya. Dimana pemimpin kelompok menyediakan informasi yang bermanfaat agar dapat membantu individu mencapai perkembangan yang optimal. Jumlahnya dapat bervariasi berkisar antara 4 sampai 8 orang (Haksari, 2009).

Bimbingan kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan atau pengentasan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa, khususnya kemampuan komunikasi kegiatan. Disamping itu mengentaskan masalah klien dengan memanfaatkan dinamika kelompok.

Baca juga:  Layanan Bimbingan Klasikal dengan Game Edukasi Online Wordwall

Di Dalam Bimbingan kelompok pemimpin kelompok meminta anggota kelompok menyampaikan pendapatnya mengenai bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar siswa. Masing-masing anggota kelompok saling memberikan masukan atau tanggapan sehingga disini terbentuk dinamika kelompok. Masukan atau tanggapan dirangkum menjadi satu oleh pemimpin kelompok. Sehingga terbentuk alternatif pemecahan masalah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan pelaksanaan Bimbingan kelompok untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pasca pandemi covid diharapkan pembelajaran dapat berjalan seperti sedia kala dan kembali lebih optimal. (wa2/fth)

GURU BK SMA N 1 WONOTUNGGAL BATANG

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya