alexametrics

Trisuaka, Strategi Menulis Deskripsi Bahasa Jawa Materi Busana Adat Jawa

Oleh: Yasona Kartika Putri, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu permasalahan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi pada mapel Basa Jawa kelas XII adalah kesulitan mengawali tulisan deskripsi tentang busana adat Jawa. Siswa mengeluh bingung bagaimana harus memulai tulisannya padahal menurut mereka idenya sudah ada di dalam pikiran mereka. Kondisi yang sering dihadapi oleh para penulis pemula ini disebut writer’s block.

Teks deskripsi adalah bentuk wacana yang berusaha menyajikan objek atau suatu hal sedemikian rupa sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca, seakanakan pembaca melihat sendiri objek itu (Keraf, 1995:16). Dengan kata lain, deskripsi merupakan suatu jenis tulisan yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek berdasarkan apa yang ditangkap oleh panca indera manusia.

Keterampilan menulis deskripsi menjadi salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa kelas XII pada mapel Basa Jawa. Selama ini, ketika menyampaikan materi tersebut guru hanya menggunakan metode pembelajaran yang konvensional. Dampaknya, siswa menjadi takut apabila guru meminta mereka untuk membuat karangan apalagi dengan menggunakan bahasa Jawa.

Baca juga:  Karakter Tanggung Jawab dan Disiplin dalam Kegiatan Bermusik

Untuk mengatasi permasalahan di atas, guru harus kreatif dan inovatif dalam mencari metode dan teknik pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkan yaitu menulis deskripsi tentang busana adat Jawa. Dalam buku Creative Writing yang ditulis oleh AS Laksana (2013:25) yang berisi beberapa kiat menulis kreatif terdapat sebuah tips yang cukup praktis namun efektif digunakan sebagai metode pembelajaran menulis deskripsi sebagaimana yang penulis telah terapkan dalam pembelajaran di kelas XII MIPA 1 SMAN 1 Wonotunggal.

Metode yang penulis gunakan itu disebut strategi Trisuaka yang diadopsi dari tips yang dikemukan oleh AS Laksana untuk menulis cerpen dan novel. Strategi Trisuaka merupakan akronim dari Tiga Susunan Kata yang merujuk kepada tiga kata yang disusun menjadi kata pertama dalam paragraf deskripsi. Secara garis besar, sintak pembelajaran dengan menggunakan strategi Trikata ini diawali dengan siswa diminta untuk memilih tiga tembung (kata kunci) yang berkaitan dengan topik materi yaitu busana adat Jawa. Guru mengarahkan siswa agar memilih tembung asli Bahasa Jawa dan bukan kata serapan dari bahasa yang lain. Hal ini bertujuan agar siswa terlatih untuk mengenali kosakata asli Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, siswa memilih tiga kata yang berhubungan dengan busana adat Jawa yaitu busana, slendhang, dan kebaya.

Baca juga:  Eksistensi Kesenian di Tengah Pandemi Covid

Langkah selanjutnya adalah siswa diminta untuk mulai menulis sebuah paragraf deskripsi yang diawali dengan salah satu dari tiga kata kunci yang telah dipilih sebelumnya dan memasukkan dua kata kunci yang lain dalam paragraf tersebut. Langkah ini efektif untuk merangsang ide para siswa dalam memulai sebuah tulisan deskripsi karena biasanya siswa merasa kesulitan untuk menentukan kata pertama dalam karangannya. Contohnya, paragraf deskripsi tentang busana adat Jawa dapat disusun dengan kata pertama kebaya sebagai berikut.

“Kebaya yaiku blus tradisional kang dienggo wong wadon ing Indonesia. Kebaya digawe soko bahan kang tipis lan biyasane dienggo karo sarung slendhang, jarik utawa batik. Ing jaman jajahan Belanda, wong Eropa banjur nganggo kebaya. Kebaya dadi busana resmi.”

Baca juga:  Pupuk Semangat Belajar IPS di Tengah Pandemi

Langkah berikutnya, siswa menulis paragraf yang lain dengan menggunakan kata kunci yang lain. Sehingga setiap siswa dapat menyusun tiga paragraf tentang busana adat Jawa denga tiga kata pertama yang berbeda. Selanjutnya, guru mengajak siswa untuk mengembangkan paragraf tersebut menjadi karangan deskripsi yang utuh.

Refleksi yang dapat diambil dalam penerapan strategi Trisuaka pada pembelajaran menulis deskripsi adalah bahwa siswa tidak perlu bingung untuk memulai tulisan karena sebenarnya sebuah karangan dapat dimulai dengan kata apapun. Siswa dapat menerapkan strategi Trisuaka ini untuk memudahkan dalam memulai sebuah karangan deskripsi. (wa1/zal)

Guru SMAN 1 Wonotunggal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya