alexametrics

Tingkatkan Kosakata Kata Kerja Past Tense melalui TTS

Oleh : Kurnia Wijayawati SS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DALAM dunia pendidikan di Indonesia, pelajaran bahasa Inggris bukan suatu hal baru. Bahasa Inggris sebagai bagian dari kurikulum pendidikan, telah diperkenalkan sejak sekolah dasar (SD). Bahkan ada yang sudah mempelajarinya sejak usia dini sebagai muatan lokal. Namun dalam perkembangannya, banyak siswa yang masih merasa kesulitan mempelajari bahasa Inggris, meskipun sudah di jenjang perguruan tinggi. Salah satu kesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris adalah hal yang berkaitan dengan tata bahasa dan kosakata yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kebutuhan penguasaan kosakata penting dalam menunjang keterampilan berbahasa seseorang, baik kemampuan menulis, membaca, berbicara, maupun mendengarkan.

Untuk itu, guru dituntut agar mampu memilih dan memilah teknik dan media pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Salah satu teknik dan media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam mengembangkan kemampuan kosakata siswa dalam bahasa Inggris adalah teknik pembelajaran dengan media permainan teka teki silang (TTS). Sebenarnya semua materi bahasa Inggris dapat diajarkan melalui TTS karena dasar berbahasa adalah kemampuan mengolah kosakata menjadi alat komunikasi.

Baca juga:  Mudah Belajar Personal Identity dengan Silent Line-Up

Namun dalam pembahasan kali ini, penulis memfokuskan pada peningkatan kosakata kata kerja. Dalam bahasa Inggris kedudukan kata kerja sangatlah penting karena hal tersebut menjadi indikasi perbedaan zona waktu atau tenses. Tenses merupakan perubahan bentuk kata kerja berdasarkan keterangan waktu dan sifat kegiatan/kejadian, dalam hal ini penulis menjabarkan upaya peningkatan kosakata bahasa Inggris dalam bentuk past tense. Unsur/kaidah kebahasaan yang menggunakan past tense sebagai cirinya adalah materi Recount dan Narrative yang diajarkan di kelas 10.

Pembelajaran kosakata secara umum memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi menyimak, membaca, menulis maupun berbicara. Pembelajaran bahasa tidak lepas dari penguasaan kosakata yang baik dan memadai tentunya. Penguasaan kosakata menentukan kualitas seseorang dalam berbahasa. Oleh sebab itu, penguasaan kosakata yang baik dan memadai sangatlah penting proses berbahasa yang baik dan benar.

Baca juga:  Peningkatan Pemahaman Text Narrative melalui Role Playing

TTS merupakan sebuah permainan yang cara mainnya yaitu mengisi ruang-ruang kosong yang berbentuk kotak dengan huruf-huruf sehingga membentuk sebuah kata yang sesuai dengan petunjuk. Dalam proses pencarian jawaban, secara tidak langsung akan muncul rasa keingintahuan siswa untuk mencocokkan apa yang ada di pikirannya dengan jumlah kotak yang tersedia sebagi petunjuknya. Mengisi sebuah TTS mendorong siswa berpikir untuk mencari jawaban. Apabila belum menemukan jawabannya maka perasaan penasaran melanda dan mencari cara untuk memecahkanya.

Cara pengaplikasian TTS sebagai media pembelajaran yaitu guru pertama-tama mendemonstrasikan terlebih dahulu kepada siswa di depan kelas, kemudian memberitahukan cara mainnya/petunjuk pengerjaannya. Sebelumnya guru terlebih dahulu menyiapkan bahan yang akan diajarkan, misalnya dapat mengambil contoh materi Narrative. Guru membahas kata kerja past tense yang ada dalam teks Narrative tersebut. Kemudian guru membuat sebuah pertanyaan dan jawaban yang singkat saja misal jenisnya sinonim, antonim, atau akronim dan lain sebagainya yang ada dalam teks tersebut. Kemudian guru membuat ruang-ruang kosong atau kotak-kotak untuk mengisi huruf-huruf yang sesuai yang terdiri atas ruang mendatar dan menurun seperti yang terlihat dalam TTS tersebut.

Baca juga:  Penggunaan Aplikasi OBS Studio dalam Membaca Teks Pendek Bahasa Inggris Kelas 7

Untuk menghemat waktu, alangkah efisiennya apabila sebelumnya TTS tersebut sudah ditulis di kertas yang ukurannya besar (kertas asturo/manila) sehingga tinggal ditempel di papan tulis. Semua siswa harus mengerjakannya kemudian disuruh maju ke depan atau bisa dibuat seperti kuis. Setelah siswa menyelesaikan soal tersebut, mereka disuruh membuat TTS yang meliputi soal dan jawaban. Apabila waktunya tidak cukup, maka pembuatan TTS diselesaikan di rumah. Kemudian pertemuan selanjutnya, hasil pembuatan TTS masing-masing peserta didik ditukarkan dengan teman beda bangku. Mereka disuruh mengerjakan TTS tersebut, lalu setelah selesai dikembalikan kepada yang punya. Selanjutnya yang punya TTS mengevaluasi dan hasilnya disampaikan kepada guru. (wa1/ida)

Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Wonotunggal, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya