alexametrics

Metode Tutor Sebaya Tingkatkan Pemerataan Daya Serap

Oleh: Widi Setyo Aji, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TERDAPAT unsur-unsur pendidikan yang tidak dapat lepas satu sama lain, diantaranya peserta didik, pendidik, interaksi, tujuan, pengaruh dan metode. Salah satu unsur tersebut peserta didik menjadi prioritas utama dalam memperoleh pelayanan pendidikan, karena secara fundamental dipersiapkan untuk penerus generasi bangsa. Sebagai tangan panjang dari pemerintah, institusi pendidikan melalui pendidik dituntut untuk memetakan kondisi peserta didik yakni karakteristik yang memerlukan penanganan khusus guna memperoleh capaian penguasaan materi demi tercapainya peningkatan pemerataan daya serap secara maksimal.

Salah satu permasalahannya adalah daya serap peserta didik lemah yang disebabkan kurang percaya diri berinteraksi dengan guru dalam proses pembelajaran. Ini akan mempertajam perbedaan antara anak yang menguasai materi dan tidak sehingga mengindikasikan timbulnya rasa keadilan yang kurang bagi beserta didik.

Salah satu unsur pendidikan lainnya yang tepat untuk mengatasi permasalahan diatas adalah tutor sebaya. Tutor sebaya adalah seseorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk oleh guru sebagai pembantu guru dalam melakukan bimbingan terhadap kawan sekelas (Arikunto, 1986). Tutor Sebaya adalah metode pengajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk mengajarkan dan berbagi ilmu pengetahuan atau ketrampilan pada siswa lain (Mukarao, 2009). Metode tutor sebaya adalah kegiatan belajar mengajar yang memberi kesempatan siswa untuk mengajarkan materi pada teman yang lain agar bisa memahami dengan baik. Adapun indikator adalah maksimalnya daya serap yang ditargetkan.

Baca juga:  Asyiknya Belajar IPA Selama Pandemi melalui PBL

Daya serap adalah kemampuan peserta didik untuk menyerap atau menguasai materi pelajaran. Daya serap merupakan tolak ukur pemahaman peserta didik terhadap materi dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa daya serap adalah kemampuan dalam mempelajari apa yang diajarkan, dibaca, didengar, dan dipelajari.

Pada proses pembelajaran di Kelas VI, SD Negeri Terban, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, teknik pembelajaran dengan metode tutor sebaya dilaksanakan dengan membagi kelas dalam kelompok-kelompok kecil. Sumber belajar tidak hanya dari guru saja tetapi peserta didik lain yang lebih pandai. Sehingga saat memberikan bimbingan sudah dapat menguasai materi dengan baik. Karena hubungan teman lebih dekat daripada dengan gurunya maka memungkinkan anak untuk belajar dengan rasa nyaman, bebas bertanya secara detail, sehingga secara tidak sadar materi terkuasai dengan baik. Dengan begitu pemerataan daya serap menjadi lebih meningkat, sekaligus tugas guru lebih fokus dalam melakukan pembimbingan karena terkurangi beban mengajarnya.

Baca juga:  Lingkungan Sekitar sebagai Modal Menulis Puisi

Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tutor sebaya merupakan kegiatan belajar mengajar yang mandiri, karena siswa menggantikan fungsi guru untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar. Adapun tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam hal meningkatkan prestasi dan motivasi belajar peserta didik yang perlu penanganan khusus yaitu kurang percaya diri berinteraksi dengan guru pada proses kegiatan belajar mengajar, sehingga peningkatan pemerataan daya serap akan tercapai secara maksimal. Selain itu metode tersebut memungkinkan dampak positif bagi tutor itu sendiri, yaitu : Pertama, bermanfaat bagi dirinya untuk memperkuat konsep materi yang dibahas. Kedua, mempunyai kesempatan untuk melatih diri, memegang tanggungjawab dalam mengemban tugas dan melatih kesabaran. Ketiga, mempererat hubungan sesama siswa sehingga dapat mempertebal perasaan sosial, persahabatan dan sebagainya. (wa2/zal)

Baca juga:  Role Playing untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa

Guru SDN Terban, Batang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya