alexametrics

Memahami Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan dengan Make A Match

Oleh : Samsudin S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN yang menarik dan suasana kelas yang hidup akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi pada siswa. Untuk mendapatkan suasana kelas yang hidup dan menarik, guru harus menggunakan berbagai cara, baik itu dengan media, alat peraga, ataupun metode pembelajaran yang disukai siswa.

Materi tentang Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan merupakan salah satu materi yang terdapat pada Kurikulum 2013 kelas VI mata pelajaran IPA. Selama ini, materi ini kurang menarik dan kurang diminati siswa karena menuntut siswa untuk menghafal. Selama ini materi Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan diajarkan dengan cara monoton, tidak melibatkan siswa secara aktif sehingga siswa merasa cepat bosan.

Untuk membuat pembelajaran menjadi lebih hidup dan menarik, guru menggunakan model pembelajaran Make A Match. Ini merupakan metode untuk membuat pasangan jawaban menjadi cocok sembari melakukan aktivitas menggali ilmu tentang sebuah teori dalam sebuah mata pelajaran yang ada di sekolah. Manfaat model Make A Match, bisa mengembangkan siswa untuk terus aktif dalam pembelajaran. Ini bisa menjadi solusi pemerataan pemahaman setiap materi, di samping itu siswa bisa belajar kerjasama dan rasa tanggung jawab.

Baca juga:  Menanamkam Karakter Mandiri melalui Metode Praktik pada Prakarya

Metode pembelajaran Make A Match dilaksanakan ke sebuah kelas dengan atmosfer yang ceria sebab dalam prosesnya siswa diharuskan untuk berlomba memadukan kartu yang telah diterima dengan waktu yang telah ditentukan. Langkah yang dilakukan yaitu dimulai dengan guru merancang sebuah teori yang sesuai dengan siswa untuk diulas. Guru membuat dua kategori kartu yang terdiri atas soal dan jawaban yang ada gambarnya mengenai Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan. Siswa akan menerima sebuah kartu dan mencari solusi jawabannya. Seluruh siswa akan melacak kembaran dari kartu yang sesuai.

Contohnya siswa yang memiliki kartu soal mengenai perkembangbiakan tanaman jahe akan melacak kembaran dengan hasil “Akar Tinggal (Rhizoma)”. Siswa yang bisa menemukan kartu yang sesuai akan mendapatkan skor atau nilai. Bila siswa tidak bisa menemukan kartu yang sesuai akan memperoleh sanksi yang telah diputuskan. Bila suatu sesi telah berakhir, maka kartu akan diundi kembali. Siswa bisa fleksibel mencocokkan dengan siswa yang kiranya memiliki jawaban yang cocok. Walaupun siswa tersebut sudah ada siswa lain yang telah memilih jawaban itu. Langkah terakhir guru akan membimbing seluruh kelas untuk melahirkan kesimpulan.

Baca juga:  Museum sebagai Sarana Pembelajaran IPS yang Menyenangkan

Model pembelajaran kooperatif dengan tipe Make A Match memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, membuat siswa berkembang dalam aktivitas belajar dari segi kognitif dan juga motorik. Teknik ini bisa membuat siswa merasa nyaman dan asyik sebab terdapat komponen permainan. Mengembangkan siswa dalam pemahaman setiap materi belajar. Keberanian siswa akan terbangun karena model pembelajaran ini merupakan sarana berlatih untuk tampil di depan kelas. Siswa mampu menghormati waktu belajar dan bisa bersikap disiplin.

Sedangkan kekurangannya yaitu bila metode pembelajaran tidak matang, akan ada waktu yang terbuang mubazir. Pelaksanaan metode ini memakan energi mental yang tinggi, karena siswa bisa berpasangan dengan orang lain yang tidak akrab. Berpasangan dengan lawan jenis misalnya. Bila guru dalam pengutaraan kurang jelas, akan menyebabkan siswa kebingungan saat pelaksanaan metode ini. Dalam prosesnya guru dituntut memperhingungkan segala kemungkinan saat melaksanakan hukuman pada siswa. Sebab siswa bisa terkena imbas mental karena malu. Bila guru sering menggunakan teknik ini, siswa akan jenuh.

Baca juga:  Belajar Cara Perkembangbiakan Tumbuhan dengan Kooperatif Tipe Jigsaw Tingkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar

Dengan melihat kelebihan dan kekurangan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Make A Match, model pembelajaran ini sangat membantu guru meningkatkan semangat belajar siswa. Dengan semangat belajar yang tinggi, tentunya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Model pembelajaran ini terbukti meningkatkan prestasi belasar siswa SDN Gombong Kecamatan Pecalungan, selain itu juga menjadikan suasana kelas yang aktif dan menarik sehingga siswa dapat belajar dengan semangat. (wa2/ida)

Guru SDN Gombong, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya