alexametrics

Kendala Pembelajaran Penjaskes di Masa PTM 50 Persen

Oleh : Anik Ana Prihantina, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebagai guru PJOK di SD Negeri 2 Wonodadi, penulis merasa sangat prihatin atas kondisi pembelajaran di Indonesia. Banyak orang tua tidak begitu memperhatikan pendidikan anak – anaknya. Sehingga penulis kesulitan mengembangkan potensi anak terutama di bidang olahraga.

Apalagi di masa sekarang Pembelajaran PTM dilaksanakan 50 persen kembali. Kegiatan pembelajaran olahraga yang seharusnya bisa dilakukan di luar kelas tidak bisa dilaksanakan di luar kelas. Terus bagaimana penulis dalam melaksanakan pembelajaran olahraga? Inilah PR guru penjaskes di SD Negeri 2 Wonodadi.

Meski ada kendala, penulis tetap berusaha melaksanakan proses belajar mengajar. Banyak hal-hal menjadi kendala dalam proses pembelajaran, terutama berkaitan praktik dan bimbingan langsung di kelas. Karena pembelajaran di dalam kelas akhirnya pembelajaran melalui video pembelajaran. Dengan harapan anak–anak setelah mengamati video pembelajaran bisa memahami dan mempraktikkan di rumah meski dengan cara sederhana.

Baca juga:  Penggunaan Bola Plastik untuk Meningkatkan Motivasi Pembelajaran Bola Voli

Di masa sekarang ini handphone atau laptop sangat diperlukan. Mata pelajaran penjas yang identik dengan praktik dan pembelajarannya memerlukan interaksi kontak fisik antar siswa harus dilaksanakan berbeda. Guru penjas harus mengubah model pembelajaran. Awalnya guru bisa memantau aktivitas siswa secara langsung dan mempraktikkannya. Tapi sekarang siswa tidak bisa mempraktekkan langsung hanya bisa mengamati video pembelajaran.

Salah satu tujuan pendidikan jasmani menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 adalah mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih. Tujuan pendidikan jasmani selaras dengan anjuran pemerintah di masa pandemi. Pemberlakuan perilaku pola hidup bersih dan sehat sedang gencar disuarakan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19. Pendidikan jasmani sangat dibutuhkan memberikan edukasi lebih tentang pentingnya PHBS dan menjaga kebugaran jasmani. Menjaga kebugaran sangat penting meningkatkan imun agar siswa tidak mudah terserang penyakit.

Baca juga:  Metode PBL Dapat Menarik Minat Belajar Siswa

Banyak hal mendasar yang harus dibenahi untuk bisa menunjang keefektifan pembelajaran pendidikan jasmani. Dan bisa lebih mengedukasi siswa tentang pembiasaan perilaku pola hidup bersih dan sehat. Sehingga bisa menekan penyebaran Covid-19. Pembelajaran itu harus mendorong siswa dapat melaksanakan tugas gerak secara sungguh-sungguh. Dengan demikian, meski tanpa praktik langsung, siswa dapat melakukan kegiatan secara disiplin. Untuk itu dalam memberikan tugas, guru harus memperhatikan tingkat kesulitan gerakan dan alat yang pasti dimiliki siswa di rumah. Metode pembelajaran yang digunakan guru harus menumbuhkan siswa dapat aktif berolahraga secara mandiri.

Media pembelajaran yang digunakan menyampaikan informasi diusahakan yang mudah dipahami anak. Bisa berupa file foto/gambar, slide PPT, video. Dengan pembelajaran tersebut, paling tidak dapat menjaga kebugaran serta melatih otot-otot tubuh yang berguna untuk pengembangan potensi siswa. (kd/fth)

Baca juga:  Meningkatkan Percaya Diri Asyik dengan Daring

Guru PJOK SDN 2 Wonodadi, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya