alexametrics

Kembangkan Sosial Emosional Anak Usia Dini dengan Metode Bercerita

Oleh : Masro'ah S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PERKEMBANGAN sosial emosional merupakan salah satu perkembangan yang harus ditangani secara khusus dan harus dibina sejak masa kanak-kanak awal. Karena ini masa pembentukan. Pengalaman sosial awal sangat menentukan kepribadian anak setelah ia menjadi orang dewasa.

Banyaknya pengalaman yang menyenangkan dapat mendorong anak memiliki sikap sosial yang baik. Sedangkan banyaknya pengalaman yang kurang menyenangkan pada masa kanak-kanak, akan menimbulkan sikap yang tidak sehat. Pengalaman tersebut dapat mendorong anak menjadi tidak sosial, anti sosial, bahkan cenderung tidak percaya diri.

Pemikiran dan perhatian guru anak usia dini adalah bagaimana mengatasi pemenuhan kebutuhan sosial emosional anak yang harus dikembangkan secara maksimal di tengah masa pandemi Covid-19. Ini adalah tantangan bagi guru anak usia dini. Bagaimanapun pembelajaran secara daring bukanlah sesuatu yang memudahkan perkembangan sosial emosional yang dapat dikembangkan secara maksimal. Perkembangan ini tidak boleh dikesampingkan atau bahkan ditiadakan hanya karena keterbatasan dalam pembelajaran daring. Guru tidak boleh menyerah dalam memenuhi kebutuhan anak usia dini akan sosial emosional mereka. Guru berani menerima dan menghadapai tantangan untuk aspek perkembangan sosial emosional dapat terpenuhi di tengah keterbatasan pembelajaran daring.

Baca juga:  Metode Jigsaw Learning Prestasi Belajar Siswa Bisa Bersaing

Mengembangkan aspek sosial emosional akan jauh lebih akurat dan mudah ketika pembelajaran dilakukan secara luar jaringan (luring/offline). Karena guru bisa menggunakan metode pendekatan secara verbal dan kontak fisik (sentuhan). Akan tetapi seperti yang disepakati, walaupun ada di masa pandemi, kebutuhan sosial emosional harus terpenuhi. Karena itu, guru anak usia dini akan mengambil cara dalam memenuhi kebutuhan anak didik dengan menggunakan pendekatan verbal sebagai satu-satunya pendekatan yang memungkinkan dalam pembelajaran daring dengan diperkuat oleh bahasa tubuh dan ekspresi wajah yang paling jelas terlihat oleh anak didik dalam tampilan pembelajaran daring. Guru akan mengelola perkataan dan bahasa tubuh di depan layar monitor.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Berhitung dengan Permainan Kartu Angka

Metode praktis yang dapat diterapkan sehubungan dengan pendekatan verbal dalam pembelajaran daring adalah metode bercerita. Melalui bercerita, guru dapat menanamkan nilai-nilai sosial emosional yang diambil dari tokoh cerita, dari teladan dan sikap guru ketika bercerita dan bagaimana harus bersikap untuk mengungkapkan pendapat dengan sabar menunggu giliran serta belajar menghargai pendapat orang lain, yaitu teman-teman dalam pembelajaran daring, dan bagaimana sikap ketika ingin bertanya kepada guru mengenai cerita yang mereka dengar. Karena itu pemilihan cerita harus juga diperhatikan oleh guru, mengobservasi judul cerita yang relevan dengan kebutuhan sosial emosional anak serta menganalisa cerita sehingga dapat merumuskan nilai-nilai sosial emosional apa yang hendak guru capai melalui cerita yang guru bawakan. Pada proses atau tahapan akhir dari cerita adalah mampu mengajak anak untuk memahami dan menentukan perilaku sosial emosional yang baik untuk mereka lakukan dalam keseharian.

Baca juga:  Kegembiraan Siswa Kelas VI dalam Belajar IPS melalui Model Pembelajaran Make A Match

Dengan demikian di TK Al Khoiriyah Desa Tosari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, metode bercerita merupakan yang paling tepat untuk mengembangkan sosial emosional selama masa pandemi. Dengan metode cerita ini, anak akan mendapat pengalaman belajar yang memungkinkan anak mengembangkan kemampuan emosinya. Dengan begitu, anak dapat larut dalam cerita yang disajikan oleh guru dan memungkinkan kemampuan emosional anak akan tetap berkembang. (kd/ida)

Guru TK Al Khoiriyah Desa Tosari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya