alexametrics

Etnomatematika Dalam Materi Bangun Ruang Tabung

Oleh : Nur Hakimah, S.Ag.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BAGI beberapa peserta didik, matematika masih dikategorikan sebagai mata pelajaran yang sulit. Bangun Ruang merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Matematika di kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah semester dua. Penguasaan materi tersebut tertuang dalam kompetensi dasar menjelaskan dan mengidentifikasi bangun ruang yang merupakan gabungan dari beberapa bangun ruang, serta luas permukaan dan volumenya.

Guna mempermudah dalam memahami materi matematika maka diperlukan pengintegrasian antara materi matematika dengan beberapa hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar sistem belajar siswa di tingkat sekolah dasar sesuai dengan tahapan perkembangannya, yang mana pada tahap tersebut siswa masih sampai kepada perkembangan di tingkat operasional konkrit. Lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari ada banyak hal yang dapat dikaitkan dengan konsep matematika mulai dari bentuk-bentuk fenomena yang ada di alam semesta, bentuk benda yang ada di kelas, rumah maupun masyarakat serta berbagai keanekaragaman budaya yang ada di sekitar. Kesemuanya itu dapat digunakan sebagai sumber belajar matematika.

Baca juga:  Pahami Peran Indonesia di ASEAN dengan Reciprocal Learning

Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat diketahui ada keterkaitan antara matematika dengan budaya yang biasa dikenal dengan istilah etnomatematika. D’Ambrosio mendefinisikan etnomatematika adalah matematika yang dipraktekkan oleh kelompok budaya tertentu yang dapat diidentifikasi, seperti masyarakat suku bangsa, kelompok buruh, anak-anak dari kelompok usia tertentu dan kelas professional. (Moh. Zayyadi dan Durroh Halim, 2020). Sementara Mayang Purbaningrum dkk berpendapat bahwa etnomatematika adalah ilmu matematika dengan pendekatan kebudayaan daerah (Mayang Purbaningrum dkk, 2021). Budaya yang dapat dikaitkan dengan ilmu matematika ada banyak macamnya antara lain budaya dalam bentuk rumah adat, pakaian adat, kesenian daerah, makanan khas daerah dan lain sebagainya.

Lebih lanjut, adanya keterkaitan budaya dengan materi matematika, dapat dikolaborasikan menjadi sebuah inovasi pembelajaran. Di mana budaya dapat dimanfaatkan sebagai media untuk merealisasikan konsep matematika. Adapun salah satu materinya yaitu bangun ruang. Bangun ruang merupakan suatu pokok bahasan yang didalamnya membahas tentang berbagai macam bentuk ruang mulai dari kubus, balok, tabung, limas, kerucut, prisma dan bola.

Baca juga:  Belajar Bahasa Inggris dengan Games Seru

Langkah yang penulis lakukan dalam pembelajaran materi bangun ruang tabung adalah sebagai berikut: Pertama, guru mengajak siswa mengamati bedug di masjid Jami setempat. Kemudian dengan panduan guru peserta didik mengajukan pertanyaan berkaitan dengan materi pelajaran, misalnya Apa fungsi bedug? Bagaimana sejarah adanya bedug? Apa keterkaitan bedug dengan materi pelajaran bangun ruang? dan lain sebagainya.

Kedua, guru menjelaskan materi bangun ruang tabung dengan bantuan media bedug. Meteri meliputi jumlah rusuk, sisi, titk sudut, jari-jari, diameter, tinggi tabung. dilanjutkan materi tentang menentukan volume dan luas permukaan bangun ruang tabung.

Ketiga, guru mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok. Membagikan lembar kerja siswa. Masing-masing kelompok secara bergantian mengukur jari-jari, diameter, dan tinggi bedug dengan roll meter. Dengan berdiskusi dan berkolaborasi siswa menghitung volume dan luas permukaan bedug.

Baca juga:  Audio Visual Tingkatkan Daya Serap Pembelajaran Energi di Masa Pandemi

Keempat, setelah masing-masing kelompok menyelesaikan tugasnya, maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi. Masing-masing kelompok meyebutkan jumlah rusuk, sisi, titik sudut. dan menjelaskan hasil perhitungan menentukan volume dan luas permukaan bedug.

Kelima, guru memberikan penguatan materi pelajaran yang sudah dipelajari. Memberikan reword kepada masing-masing kelompok berupa nilai di lembar kerja siswa.

Dari pengalaman pembelajaran etnomatematika dalam materi bangun ruang tabung, sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa terhadap materi bangun ruang tabung. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tidak ada kesan matematika menyeramkan, tidak mengantuk dan dituntut aktif dalam berkolaborasi dengan kelompoknya. Seperti yang diterapkan di MI Salafiyah Gapuro. (wa2/zal)

Guru MI Salafiyah Gapuro

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya