alexametrics

Asyiknya Belajar Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Alat Peraga Katak Lompat

Oleh: Safrudin, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar, demi perkembangan masa depan bangsa karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu : “ Menjamin mutu Pendidikan Naional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat “ (PP Nomor 19 Tahun 2005) maka tugas guru adalah : meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai semua materi pelajaran yang ada di sekolah Keterampilan berhitung merupakan salah satu tujuan pembelajaran matematika . Menurut GBPP mata pelajaran matematika di SD (1994 : 70) tujuan khusus pelajaran matematika yaitu: menumbuhkan serta mengembangkan keterampilan berhitung sebagai alat dalam kehidupan sehari hari serta mengembangkan pengetahuan dasar matematika sebagai bekal belajar lebih lanjut .

Matematika di tingkat Sekolah Dasar sangat di perlukan sebagai dasar dalam mengembangkan dan menguasai pengetahuan dan tehnologi. sementara itu di SDN Wanar 01 masih mengalami problematika ( permasalahan), khusunya pada materi penjumlahan bilangan bulat belum baik, walaupun konsep dasar sudah dikusai (membutuhkan waktu antara 4 – 5 menit untuk mengerjakan 1 soal) dan memerlukan adanya latihan berulang – ulang supaya keterampilan matematika siswa kelas IV SDN Wanar 01 dapat di tingkatkan.

Baca juga:  Tingkatkan Keaktifan Siswa Belajar Bilangan Bulat dengan Make a Mach

Hal ini dibuktikan dengan hasil latihan harian (menjumlahkan bilangan bulat) rata – rata memerlukan waktu 4 – 5 menit tiap soal , sedangkan pada tes semester waktu yang di perlukan rata – rata 2,5 sampai 3 menit untuk menyelesaikan tiap soal (40-50 soal dengan waktu 120 menit). Nilai rata – rata peserta didik kelas IV SDN Wanar 01 pada materi penjumlahan bilangan bulat masih di bawah KKM yang telah ditetapkan di sekolah yaitu 65.

Oleh karena itu, kami menggunakan alat peraga katak lompat agar peserta didik lebih mudah dalam memahami materi penjumlahan bilangan bulat. menurut Faizal [2010] – Alat Peraga Pendidikan sebagai instrument audio maupun visual yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran menjadi lebih menarik & membangkitkan minat siswa dalam mendalami suatu materi..Dengan alat peraga katak lompat diharapkan dapat memberi semangat peserta didik sehingga lebih mudah dalam memahami materi yang diberikan.

Baca juga:  Sumbangsih Medsos Menjadikan OSIS Eksis di Pemilos

Media pembelajaran Katak Lompat dibuat dari bahan- bahan sederhana yang mudah ditemukan. Media garis bilangan bisa menggunakan kertas manila sedangkan alat peraga katak lompat bisa menggunakan kertas origami. Cara pengaplikasian media pembelajaran ini, terlebih dulu guru memasang alat peraga garis bilangan yang terbuat dari kertas manila di depan kelas. Titik awal model katak berada di garis bilangan titik 0. Apabila bilangan positif, katak menghadap ke garis bilangan positif, apabila bilangan negatif katak menghadap ke garis bilangan negatif. Model katak dijalankan secara melompat agar anak tertarik. Sebagai contoh penjumlaham 5 ditambah -3, maka model katak pertama kali berada di titik 0, kemudian melompat menuju titik 5, karena ditambah negatif 3, maka model katak berbalik ke arah negative dan melompat sebanyak 3 kali.. Katak sekarang berada di titik 2. 2 merupakan jawaban dari soal. Apabila penjumlahan negatif 4 ditambah positif 7, model katak pertama kali berada di titik 0, kemudian melompat ke arah garis bilangan negatif sebanyak 4 langkah, yaitu berada di titik -4. Karena ditambah bilangan positif, maka katak berbalik arah ke garis bilangan positif dan melompat sebanyak 7 lompatan. Model katak terakhir berada di posisi 3. 3 merupakan jawaban dari soal.

Baca juga:  Belajar Operasi Hitung Bilangan Bulat Mudah dengan Media Kobil

Setelah menggunakan media pembelajaran Katak Lompat, anak-anak semakin tertarik mempelajari materi yang diberikan, guru mampu mengaktifkan siswa ketika di kelas, Anak- anak semakin mudah memahami materi yang diberikan guru. Hal ini dibuktikan dari hasil perolehan nilai siswa yang mengalami peningkatan sebanyak 80% siswa mendapatkan nilai diatas KKM. (wa2/zal)

Guru SDN Wanar, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya