alexametrics

Pembiasaan Kegiatan Keagamaan di Sekolah Negeri

Oleh : Asma’ul Khoiriyah S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam pasal 2 bahwa PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab (Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018).

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan dan kapan saja. Baik kegiatan belajar mengajar saat didalam kelas maupun diluar kelas. Salah satu penerapan membangun karakter siswa salah satunya yaitu membiasakan membaca Asmaul husna dan membaca surat surat pendek pada juz ‘amma sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan keagamaan ini dilakukan oleh siswa secara bergilir dengan bimbingan guru Pendidikan Agama Islam di masing-masing lembaga pendidikan dengan tujuan agar meningkatkan nilai religius dalam diri siswa.

Baca juga:  Tangkal Radikalisme, Guru Diminta Kolaborasi dengan Siswa

Awalnya dalam memulai kegiatan ini tidaklah mudah, karena sekolah harus memiliki sarana juz amma atau Alquran sejumlah siswa dan kitab bagi nonmuslim sebagai penunjang kegiatan keagamaan. Setelah tersedianya fasilitas ini maka dibuatlah jadwal kegiatan keagamaan secara bergilir mulai dari kelas VII, VIII dan IX. Setelah jadwal dibuat dipilihlah perwakilan setiap kelas yang bertugas membaca Asmaul husna dan juz ‘amma dimulai pukul 06.50-07.10 WIB sebelum pembelajaran dimulai didampingi oleh Guru Pengampu Pendidikan Agama Islam.

Penerapan ini sudah dilakukan di SMP Negeri 1 Bawang Kabupaten Batang. Kegiatan ini merupakan hal yang positif dan harus dibiasakan setiap harinya. Kegiatan keagamaan ini dilatarbelakangibahwa tidak semua siswa dirumah menyempatkan membuka kitab Alquran dan membacanya. Sehingga pembiasaan membaca juz amma dan surat pendek ini sebagai bentuk pembiasaan siswa mengaji minimal selama di sekolah dengan tujuan agar siswa semakin meningkatkan nilai religius pada agamanya. Pembiasaan kegiatan ini tidak hanya disekolah saja, karena harapannya siswa dapat melanjutkan bacaan mengajinya pada surat berikutnya saat di rumah didampingi oleh orang tua masing-masing. Dengan pembiasaan tersebut siswa menjadi lebih mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan bagi yang muslim.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Bahasa Jawa dengan Instagram

Kegiatan keagamaan ini tidak hanya bagi siswa yang muslim saja melainkan bagi siswa yang nonmuslim. Bentuk kegiatannya adalah mereka membaca kitab mereka masing-masing sebagai bentuk kegiatan keagamaan dipandu oleh guru agama non muslim. Meskipun mayoritas sekolah negeri muslim tetapi siswa nonmuslim harus diberikan pelayanan yang sama berupa waktu untuk kegiatan keagamaan dan kitab mereka harus disediakan. Ini sebagai bentuk kepedulian toleransi yang harus diterapkan di setiap sekolah negeri. Upaya kegiatan keagamaan ini merupakan bentuk upaya meningkatkan nilai religius pada siswa di sekolah negeri agar mereka terbiasa membaca dan menghafal sedikit demi sedikit surat-surat pendek untuk pengaplikasian dalam ibadah salat keseharian mereka. (bat2/ton)

Baca juga:  Kepala Sekolah Harus Memiliki Kompetensi Kewirausahaan

Guru PAI SMP Negeri 1 Bawang Kab. Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya