alexametrics

Bimbingan Konseling dalam Kurikulum Merdeka, Merdeka Belajar

Oleh : Fakhrul Imanu S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DALAM masa pemulihan pembelajaran, sekolah diberikan kebebasan untuk menentukan kurikulum yang akan dipilih. Pilihan pertama, dengan menggunakan kurikulum 2013 penuh. Kedua, kurikulum darurat (kurikulum 2013 yang disederhanakan). Ketiga, kurikulum merdeka.

Menurut Menteri Pendidikan, Kebuyaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, inti dari kurikulum merdeka adalah merdeka belajar. Konsep ini dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing dan nantinya di SMA tidak ada lagi jurusan atau peminatan seperti IPA, IPS, dan bahasa. Siswa bisa bebas memilih mata pelajaran yang diminatinya di dua tahun terakhir saat SMA.
Di lansir dari laman kurikulum.kemdikbud.go.id, kurikulum merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi murid. Kemendikbud Ristek juga masih memberikan kelonggaran, jika masih ada sekolah yang belum bisa menerapkan kurikulum merdeka, maka masih bisa menggunakan kurikulum 2013 dan kurikulum darurat.

Baca juga:  Model Pembelajaran Make A Match Solusi saat PTM Terbatas

Implementasi kurikulum merdeka untuk pemulihan pembelajaran dilakukan berdasarkan kebijakan-kebijakan: Permendikbud ristek nomor 5 tahun 2022 tentang standar kompetensi lulusan pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Permendikbud Ristek nomor 7 tahun 2022 tentang standar isi pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kepmendikbudristek nomor 56 tahun 2022 tentang pedomana penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran. Dan beberapa kebijakan lainnya.

Ada beberapa keunggulan dari kurikulum merdeka belajar, di antaranya 1) lebih sederhana dan mendalam, fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Belajar lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan. 2) Lebih merdeka, peserta didik tidak ada program peminatan di SMA. Peserta didik memilih minat, bakat dan aspirasinya. Guru mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik.

Baca juga:  Perlu Positive Thinking untuk Memahami Permasalahan Siswa

Sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik. 3) Lebih relevan dan interaktif, pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi profil pelajar Pancasila.

Dimensi dan elemen profil pelajar Pancasila adalah beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinnekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Guru bimbingan dan konseling berperan dalam pencapaian profil pelajar Pancasila. Maka capaian layanannya diarahkan dalam pencapaian profil pelajar Pancasila. Tentunya tidak lepas dari tujuan dan fungsi dari bimbingan dan konseling.

Baca juga:  Belajar IPS Lebih Asyik dengan GI

Dikutip dari konseling.bpkpenaburjakarta.or.id tujuan dari bimbingan dan konseling secara khusus untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangannya yang meliputi, aspek pribadi-sosial, aspek belajar, karier. Adapun fungsi bimbingan dan konseling antara lain, pemahaman yaitu membantu peserta didik untuk memahami dirinya dan lingkungan sekitarnya agar dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Fasilitasi yaitu memberikan kemudahan dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras, dan seimbang seluruh aspek dalam diri peserta didik. Fungsi yang lain yaitu penyesuain, penyaluran, adaptasi, pencegahan, perbaikan, penyembuhan, pemeliharaan, dan pengembangan.

Jadi, peran bimbingan dan konseling dalam kurikulum merdeka di antaranya adalah untuk memberikan layanan yang bisa membantu mengarahkan dalam pencapaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan layanan bimbingan dan konseling. (bat2/ida)

Guru BK SMK Negeri 3 Kota Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya