alexametrics

Tingkatkan Kemampuan Menulis Siswa dengan Metode Saintifik

Oleh : Wawan Subono, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kurikulkum 2013 menggunakan pendekatan baru yang disebut pendekatan saintifik yang mencakup lima M. Yaitu, mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Pendekatan saintifik mengarahkan siswa dituntut untuk lebih aktif dengan guru sebagai fasilitator.

Akan tetapi pendekatan saintifik ini belum banyak diterapkan oleh guru, karena kurangnya sosialisasi. Banyak guru hanya menggunakan tiga langkah dari lima langkah yang ada pada proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik. Tahapan-tahapan pendekatan saintifik yang diterapkan dalam pembelajaran teks diskusi, yaitu, kegiatan mengamati, kegiatan menanya, dan yang terakhir kegiatan mengomunikasikan. Sedangkan kegiatan mengumpulkan informasi dan mengasosiasikan/mengolah informasi masih sangat kurang penerapannya dalam pembelajaran menulis.

Proses kegiatan bertanya, hanya beberapa siswa yang aktif untuk bertanya dan menanggapi pertanyaan. Siswa yang aktif akan lebih kritis dan akan bertanya tentang hal-hal yang tidak diketahuinya. Pada kegiatan menanya guru mengalami kesulitan, karena guru kurang mampu membuat pertanyaan-pertanyaan menarik untuk siswa. Keterampilan menulis merupakan kegiatan yang produktif. Pembelajaran menulis memerlukan perhatian khusus, baik oleh para guru maupun pihak yang terkait. Kegiatan menulis kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan tulisan. Menulis akan membuat siswa mampu mengungkapkan pikiran dan idenya pada tulisan. Keterampilan menulis jika tidak diimbangi dengan praktik menjadi salah satu faktor kurang terampilnya siswa dalam menulis.

Baca juga:  Asyiknya Bercerita dalam Bahasa Inggris melalui Modeling the Way

Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang bersifat produktif. Artinya, menulis merupakan kemampuan yang menghasilakan tulisan. Menulis disamping sebagai sebuah proses, juga merupakan suatu kegiatan yang kompleks karena melibatkan cara berpikir yang teratur dan sebagai persyaratan yang berkaitan dengan teknik penulisan.

Menurut Karar dan Yenice (2012), pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar pembelajar secara aktif mengonstruksi konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.

Hasil observasi pembelajaran teks prosedur kompleks pada pertemuan pertama berjalan lancar. Tetapi guru masih terlihat menggunakan metode ceramah sehingga terkesan bahwa guru masih berperan aktif. Saat guru menerangkan, siswa terlihat mengantuk, kurang konsentrasi. Dari hasil pengamatan pembelajaran awal, maka untuk meningkatkan kemampuan menulis di kelas VI SD Negeri 3 Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kendal, guru menerapkan metode pendekatan saintifik.

Baca juga:  Tingkatkan Pelatihan Membaca dengan Kartu Kata

Pada pembelajaran kedua metode saintifik sudah digunakan, tahap mencoba dan mengasosiasi sudah muncul. Tidak berbeda jauh dengan pertemuan pertama. Semua unsur dalam pendekatan saintifik sudah dilaksanakan.

Pada observasi pertemuan ketiga dapat disimpulkan pembelajaran menulis berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru. Semua kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan pendekatan saintifik yang meliputi kegiatan lima M sudah diterapkan. Kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan sudah diterapkan semua oleh guru. (kd/aro)

Guru Kelas VI SD Negeri 3 Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya