alexametrics

Pembelajaran IPA dengan Metode Project Based Learning yang Menyenangkan

Oleh : Sri Eni Wuryanti S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada masa pandemi seperti sekarang ini pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dirasa masih kurang efektif karena keterbatasan waktu. Salah satu tujuan pembelajaran muatan pelajaran IPA di kelas 6 KD. 3.5. adalah dengan melakukan percobaan, siswa mampu menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifat-sifat magnet secara benar. Dalam hal ini masih terdapat kendala dari segi siswa karena pembelajaran tidak sepenuhnya berlangsung secara tatap muka. Hanya 50 persen saja siswa yang masuk pembelajaran tatap muka. Sedangkan pelaksanaan percobaan IPA seharusnya secara berkelompok karena akan lebih tepat dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Di SD Negeri Pagerdawung tingkat keberhasilan siswa kelas 6 dalam pembelajaran IPA KD. 3.5 masih kurang maksimal. Sekitar lebih dari 50 persen siswa kelas 6 yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal. Siswa masih kurang memahami secara utuh pembelajaran dengan Metode yang berlangsung secara konvensional.

Baca juga:  Flipped Classroom Strategi Jitu di Masa Pandemi Covid-19

Sebagai upaya guru dalam mengoptimalkan hasil pembelajaran, banyak sekali strategi yang bisa diterapkan. Salah satunya adalah strategi Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek). Fathurrohman (2016, hlm.119) menjelaskan, pembelajaran berbasis proyek atau project based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Dalam hal ini guru mempunyai ide untuk melaksanakan pembelajaran berbasis proyek secara daring dan luring. Sebanyak 50 persen siswa yang masuk melaksanakan secara langsung dibimbing oleh guru bersamaan dengan itu sebagian siswa lainnya yang melaksanakan pembelajaran secara daring mengikuti pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek melalui zoom meeting dengan kelompok masing-masing. Pelaporan hasil pembelajaran berbasis proyek dapat siswa tampilkan dan presentasikan di depan kelas baik secara luring maupun daring. Ciri khas dalam pembelajaran berbasis proyek ini menitikberatkan pada keaktifan peserta didik dalam pembelajaran terutama dalam pengerjaan proyek dan mampu memecahkan masalah, sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman secara langsung.

Baca juga:  Asyik Belajar TIK dengan Flipped Classroom

Proyek yang diterapkan di SD Negeri Pagerdawung yaitu percobaan mengamati magnet secara langsung untuk bisa menyimpulkan sifat-sifat dari magnet itu sendiri. Guru membimbing siswa secara berkelompok melakukan pengamatan terhadap benda (magnet) yang guru berikan pada masing-masing kelompok. Memberikan Lembar Kerja Peserta Didik yang di dalamnya memuat tahapan-tahapan pengamatan terhadap magnet.

Pemilihan metode pembelajaran berbasis proyek tidak lepas dari kekurangan maupun kelebihan yang ada. Salah satu kesulitan yang dihadapi guru adalah memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah, sedangkan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) waktunya berkurang atau terbatas. Namun demikian menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi guru untuk membimbing peserta didik selama melakukan pembelajaran berbasis proyek. Guru menumbuhkan motivasi kepada peserta didik sehingga peserta didik antusias dan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran berbasis proyek tersebut. Pembelajaran yang menyenangkan melalui pembelajaran berbasis proyek ternyata pada akhirnya mampu menumbuhkan ketertarikan siswa dalam belajar dan menimbulkan motivasi yang tinggi terhadap pembelajaran berbasis proyek selanjutnya. (kd/ton)

Baca juga:  Mind-Mapping Mudahkan Siswa Mengidentifikasi Energi dan Perubahannya

Guru Kelas 6 SD Negeri Pagerdawung, Ringinarum, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya