alexametrics

Mudah Pahami Materi Jaring-jaring Kubus dengan metode RME

Oleh : Nurika Lisiani Pradananingrum, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan salah satu muatan pelajaran di SD yang masih ditakuti para siswa. Siswa menganggap bahwa matematika itu sulit, sehingga kemampuan belajar siswa dalam muatan pelajaran matematika di SDN 1 Karangayu cukup rendah. Metode konvensional yang telah diberikan kurang menarik bagi siswa, dan siswa menjadi kurang paham terhadap materi yang diberikan karena belum mampu membuat jaring-jaring kubus. Selain itu, hasil belajar siswa materi bangun ruang khususnya jaring-jaring kubus belum maksimal. Maka dari itu saya sebagai guru, mencari solusi agar siswa dapat mudah memahami materi jaring-jaring kubus. Solusi yang akan saya ambil adalah mengunakan metode RME,untuk memudahkan siswa memahami materi jaring-jaring kubus pada muatan pelajaran matematika.

Menurut Johnson dan Myklebust dalam Mulyono Abdurrahman (1993 : 252), Matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untu menghubungkan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan sedangkan fungsi teoritisme adalah untuk memudahkan berpikir. Materi pelajaran matematika yang harus dipelajari di kelas V salah satunya adalah tentang jaring-jaring kubus. Menurut Idris Harta (2011:39), jaring-jaring adalah pola suatu bangun ruang sehinggan bila sisi-sisinya disambungkan akan membentuk bangun ruang tersebut. Jaring-jaring kubus merupakan pokok bahasan yang harus dikuasai oleh siswa kelas V.

Baca juga:  Mind Mapping Karakteristik Aktifitas Negara di Wilayah ASEAN

RME (Realistic Mathematics Education) merupakan pembelajaran matematika realistik berkaitan erat dengan beberapa hal diantaranya konsep-konsep matematika, pemecahan masalah dan kemampuan berpikir untuk menyelesaikan soal-soal sehari-hari (Anisa, 2014). Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu hal yang ditekankan oleh pembelajaran RME. Hal tersebut dikarenakan matematika merupakan ilmu yang mempelajari banyak bidang dalam kehidupan sehari-hari yang mana tidak luput dari masalah.

Langkah-langkah di dalam proses pembelajaran matematika dengan RME, sebagai berikut. 1) Memahami masalah kontekstual, yaitu guru memberikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari dan meminta siswa untuk memahami masalah tersebut. Dalam hal ini guru menggunakan bangun ruang berbentuk kubus berupa kotak uang yang terbuat dari kardus. Kemudian guru meminta siswa untuk menyebutkan bagian-bagian penyusun kotak uang tersebut. 2) Menjelaskan masalah kontekstual, yaitu jika dalam memahami masalah siswa mengalami kesulitan, maka guru menjelaskan situasi dan kondisi dari soal dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa saran seperlunya, terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Sistem Tata Surya dengan Multimedia

Dalam hal ini guru meminta siswa untuk memotong kotak uang tersebut menjadi 6 bagian persegi, dan siswa diminta untuk menentukan jaring-jaring kubus yang bisa membuat kotak tersebut kembali seperti semula. 3) Menyelesaikan masalah kontekstual, yaitu siswa secara individual menyelesaikan masalah kontekstual dengan cara mereka sendiri. Cara pemecahan dan jawaban masalah berbeda lebih diutamakan. Guru memotivasi siswa untuk menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri. Kegiatan ini akan diperoleh jaring-jaring kubus yang berbeda antara siswa satu dengan yang lainnya. 4) Membandingkan dan mendiskusikan jawaban, yaitu guru menyediakan waktu dan kesempatan kepada siswa untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban masalah. Siswa dilatih untuk mengeluarkan ide-ide yang mereka miliki dalam kaitannya dengan interaksi siswa dalam proses belajar untuk mengoptimalkan pembelajaran. 5) Menyimpulkan, yaitu guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menarik kesimpulan tentang suatu konsep atau prosedur. Sehingga ditemukan beragam bentuk jaring-jaring kubus yang diperoleh siswa.

Baca juga:  Literasi Sains Tingkatkan Minat Belajar IPA

Dengan demikian, RME dapat menjadi solusi karena dalam langkah-langkahnya siswa terlibat dalam pemecahan masalah yang diberikan, dan dapat memudahkan pemahaman siswa kelas V mengenai materi jaring-jaring kubus. (kd/ton)

Guru SDN Kelas V SDN 1 Karangayu Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya