alexametrics

Metode SAS Solusi Meningkatkan Kemampuan Membaca Menulis Permulaan

Oleh: Sri Sudanarti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh semua peserta didik. Membaca membutuhkan sebuah keterampilan tersendiri agar tujuan kita dalam membaca bisa tercapai. Pembelajaran keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang tidak bisa dipisahkan dengan keterampilan menulis, berbicara, dan menyimak. Oleh karena itu, pembelajaran keterampilan membaca perlu diintegrasikan dengan pembelajaran keterampilan menulis, menyimak, dan berbicara. Bahkan dapat dikatakan keterampilan membaca, menyimak, berbicara itu merupakan modal untuk terampil menulis. Namun kualitas kemampuan baca tulis siswa kelas I SD Negeri 1 Karangayu masih tergolong rendah. Hal ini terlihat ketika mereka diminta menulis dan membaca masih banyak yang belum baik dan lancar dalam membaca dan menulis.

Membaca permulaan pada umumnya dimulai sejak anak masuk kelas satu sekolah dasar. Membaca merupakan proses perubahan bentuk lambang/tanda/tulisan menjadi wujud bunyi yang bermakna. Sedangkan menurut Crawley dan Mountain membaca sebagai proses visual merupakan proses menerjemahkan simbol ke dalam bunyi. Berdasarkan kedua pendapat tersebut dapat membaca merupakan kegiatan yang melibatkan visual dan persepsi sebagai proses penerjemahan simbol ke dalam bunyi. Kemampuan membaca yang diperoleh pada tahap membaca permulaan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Membaca dengan Tutor Sebaya

Kemampuan membaca permulaan perlu perhatian guru. Hal ini dikarenakan jika dasar tersebut tidak kuat, maka pada tahap selanjutnya siswa akan mengalami kesulitan, terutama pada pelajaran yang berkaitan dengan membaca. Membaca memiliki sifat reseptif. Artinya, pembaca harus mampu memahami makna lambang/tanda/tulisan dalam teks berupa kata.

Menurut Mulyasa (2005:13) bahwa guru adalah perencana, pelaksana, dan pengembang kurikulum. Sehingga perlu untuk meningkatkan aktivitas, kreativitas, kualitas, dan profesionalisme. Karena itu, masalah rendahnya keterampilan baca tulis pada siswa kelas I harus disikapi dengan melakukan berbagai modifikasi penggunaan strategi pembelajaran melalui keterlibatan penuh siswa. Kerja sama murni, variasi dan keragaman dalam metode belajar, motivasi internal, adanya kegembiraan dan kesenangan dalam belajar, dan integrasi belajar yang lebih menyeluruh ke dalam segenap pengorganisasian pembelajaran.

Baca juga:  Metode SAS untuk Mempercepat Membaca Siswa Kelas Satu

Maka dari itu, penulis mempunyai solusi untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa kelas 1 dengan menggunakan metode SAS atau Struktural Analitik Sintetik. Metode SAS dikenal juga sebagai metode membaca keseluruhan baru bagian. Yang dimaksud di sini adalah anak dilatih menguraikan kata-kata dari sebuah kalimat, lalu kata, suku kata, hingga huruf dalam suku kata. Lanjut suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat awal.

Awalnya anak diminta membaca satu kalimat sederhana. Semakin lama, bentuk kalimat semakin panjang. Sehingga membantu anak menguasai bacaan dengan lancar. Dalam hal ini, materi yang akan dipelajari adalah tentang membaca dan menulis sila pada Pancasila. Jika menggunakan metode SAS, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Baca juga:  Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 melalui Kartu Huruf

Pertama, guru bercerita atau tanya jawab dengan murid disertai gambar (gambar lambang Pancasila). Kedua, membaca beberapa gambar, misalnya gambar lambang sila pertama, kedua,sampai kelima. Ketiga, membaca kalimat dengan gambar. Misalnya di bawah ini gambar bintang (lambang sila pertama) terdapat bacaan “ Ketuhanan Yang Maha Esa”. Keempat, setelah hafal, dilanjutkan membaca tanpa bantuan gambar, misalnya: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Kelima, menganalisis sebuah kalimat menjadi kata, suku kata, dan huruf kemudian mensinteskannya kembali menjadi kalimat.

Kelima langkah metode SAS ini juga bisa dikolaborasikan dengan menggunakan kartu huruf dan kartu kata, sehingga anak merasa tertarik dan senang dalam pembelajaran. Metode SAS terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa kelas 1 SD Negeri 1 Karangayu. (kd/aro)

Guru SD Negeri 1 Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya