alexametrics

Manfaat Bermain untuk Menumbuhkan Perkembangan Sosial pada Anak Usia Dini

Oleh : Zuhriyah, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Anak sebagai generasi muda merupakan sumber potensi, sehingga perlu disiapkan dan dikembangkan kematangan kepribadiannya, baik itu keimanan, ketakwaan dan budi pekerti luhur untuk menghadapi pembangunan masa depan bangsa. Pembinaan anak adalah upaya yang dilakukan secara sadar, terencana, berarti terpadu dan beranggungjawab dalam rangka menumbuhkan, membimbing dan menggembangkan usaha meningkatkan kualitas anak di bidang sikap, perilaku, ketrampilan pengetahuan dan moral spiritual yang seimbang.

Pelaksanaan bermain merupakan ciri khas anak usia TK dan dengan bermain menumbuhkan pengalaman-pengalaman yang membantu perkembangan emosinya dan kematangan emosi. Bermain juga memberikan kesempatan pada anak unuk melatih kesabaran, mengekspresikan perasaanya, baik perasaan senang maupun takut, khawatir, sedih, kecewa, marah dan sebagainya. Bahkan kesemuanya iu jika perasaan atau sikap anak tidak disalurkan akan menimbulkan atau mengakibatkan penyimpangan tingkah laku yang tidak dapat diterima oleh lingkungan. Elizabeth B Hurlock dalam buku perkembangan anak (1978;250) menjelaskan, perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial.

Baca juga:  Peran Penting Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak

Seperti halnya di TK Tarbiyatul Athfal 01 Krajankulon di tahun 2021 yang saat itu mengalami masa pandemi akibat Covid-19 dan semua kegiatan pembelajaran harus melalui daring. Itu semua berdampak sangat buruk sekali, karena meskipun kegiatan daring tetapi banyak orangtua/wali murid yang mengadu pada lembaga terkait dengan pengunaan HP/handphone sebagai kegiatan di rumah untuk bermain game. Dengan aktivitas itulah akhirnya anak lebih banyak sendiri kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Setelah berjalanya waktu, akhirnya kegiatan pembelajaran terbatas mulai diberlakukan. Sebagian anak-anak mulai beraktivitas di sekolah meskipun dibatasi dengan aturan protokol kesehatan. Namun inilah saatnya saya sebagai seorang pendidik harus mampu mengembalikan jati diri anak sebagai mahluk sosial yang lebih bermakna sesuai tingkat usianya dan tingkat perkembangannya melalui kegiatan bermain. Dengan keterbatasan, baik jumlah anak, waktu dan lain sebagainya, saya berupaya untuk memaksimalkan kegiatan bermain anak agar lebih menyenangkan serta mengajak berinteraksi dengan orang lain meskipun masih dalam batasan.

Baca juga:  Mengidentifikasi Jenis Rangkaian Listrik dengan Model Pembelajaran PBL

Pada dasarnya bermain merupakan kegiatan yang paling diminati oleh anak tetapi sebagai seorang guru ataupun sebagai orangtua hendaknya memperhatikan apa yang menjadi tujuannya dalam bermain. Karena itu semua merupakan proses mengenal tingkah laku serta belajar mengendalikan diri yang nantinya akan dapat diterima di lingkungan sosial yang mempunyai kedudukan strategis bagi anak untuk dapat membina hubungan antar pribadi dalam berbagai lingkungan dan kelompok orang. Tidak mengherankan bahwa orang berpendapat bahwa perkembangan sosial yang tumbuh pada anak usia dini yang melalui kegiatan bermain, dianggap sangat rawan. Tetapi kembali pada bagaimana cara kita menyikapi serta mengarahkannya dengan berbagai aturan yang tentunya harus lebih bijak dan agar tidak menimbulkan perasaan unsur tekanan bagi anak tersebut. (kd/ton)

Baca juga:  Penanaman Perilaku Santun pada Anak Usia Dini Berbasis Media Visual

Guru Kelas TK Tarbiyatul Athfal 01 Krajankulon

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya