alexametrics

Kerjasama Dengan Orang Tua dalam Perkembangan Karakter Anak

Oleh : Sri Jartutis, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan karakter. Kata yang saat ini sering terdengar di kalangan para pendidik. Dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini sampai Sekolah Lanjutan Atas. Pembentukan karakter anak yang baik diawali pada usia dini. Dalam pendidikan formal dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini/Taman Kanak-Kanak. Pendidikan usia dini merupakan pendidikan awal untuk menuju ke jenjang selanjutnya.

Pada masa ini disebut sebagai masa usia emas,maka kita sebagai guru harus sangat berhati-hati dalam membimbimg dan mengajar anak usia tersebut. Karena anak kecil itu diibaratkan adalah kertas kosong yang dapat kita tulisi apa saja. Akan dibawa kemana nasib anak didik kita tergantung pada guru. Maka dari itu diharapkan guru pada jenjang tersebut harus benar – benar profesional dan mengetahui psikologi pendidikan pada anak usia dini. Fase –fase pertumbuhan dan perkembangan anak harus benar-benar dimengerti.

Baca juga:  Modifikasi Sarana Bola Plastik Dapat Meningkatkan Passing Bawah Bola Voli

Namun demikian pembentukan karakter anak tidak hanya dibebankan pada guru di sekolah saja. Terkadang kesalahan kecil muncul pihak guru dan sekolah yang yang disalahkan. Hal ini tentunya tidak berimbang. Pendidikan di sekolah anak TK hanya tiga jam. Hal ini berbanding terbalik dengan kebersamaan anak dengan orang tuanya.

Hal inilah yang menjadikan kunci utama pembentukan karakter anak. Orang tua mempunyai peran utama dalam pembentukan karakter anak. Untuk mewujudkan hal tersebut maka pihak sekolah melakukan kerjasama dengan orang tua. Sekolah merangkul orang tua murid untuk bersama-sama dalam mendidik anak. Agar dapat terlaksana pihak sekolah mengadakan program parenting di sekolah.

Karakter kita terbentuk dari kebiasaan kita. Kebiasaan kita saat anak-anak biasanya bertahan sampai remaja. Orang tua bisa mempengaruhi baik atau buruk, pembentukan kebiasaan anak-anak mereka (Lickona, 2012:50).

Baca juga:  Meningkatkan Pemahaman Interaksi Sosial melalui Drakor

Menurut Sjarkawi (2006:1), karakter adalah ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan. Misalnya keluarga pada masa kecil, dan juga bawaan seseorang sejak lahir.

Kegiatan parenting juga penulis lakukan di TK Ade Irma Suryani Gonoharjo, Limbangan Kendal. Tujuan khusus parenting ada bebarapa hal. Pertama, adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orang tua dalam melaksanakan perawatan, pengasuhan, dan pendidikan anak di dalam orang tua sendiri dengan landasan karakter – karakter yang baik. Kedua, yaitu mempertemukan kepentingan dan keinginan antara pihak orang tua dan pihak sekolah guna mensinkronkan keduanya sehingga pendidikan karakter yang dikembangkan di lembaga PAUD dapat ditindaklanjuti dilingkungan orang tua. Ketiga, adalah menghubungkan antara program sekolah dengan program rumah supaya berjalan beriringan dan sejalan.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Kognitif Anak Mengenal Bilangan melalui Permainan Bowling

Program parenting yang dapat dilaksanakan dalam kegiatan lembaga PAUD yaitu: pertemuan dengan pihak PAUD (parents gathering), pembelajaran bersama dengan anak dan orang tua diawal masuk sekolah (foundation class), kegiatan seminar yang mengundang tokoh atau praktisi PAUD yang kompeten (seminar), konsultasi untuk orang tua dengan lembaga PAUD serta kegiatan anak – anak belajar memasak dan menyajikan makanan dengan bimbingan guru atau bersama orang tua (cooking on the spot). (kd/ton)

Guru TK Ade Irma Suryani Gonoharjo, Kec. Limbangan, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya