alexametrics

Discovery Learning Atasi Kesulitan Siswa dalam Pengukuran Sudut

Oleh: Kusrianah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA seringkali disebut sebagai mata pelajaran tersulit bagi sebagian besar siswa. Kemungkinan kenyataan ini dikarenakan oleh bentuk kecerdasan yang berbeda satu sama lain. Artinya bahwa bisa jadi kesulitan tersebut dikarenakan oleh perbedaan kecerdasan yang dimiliki oleh siswa. Siswa yang merasa mudah dalam mengerjakan dan memahami soal matematika adalah siswa dengan kecerdasan logis-matematis yang bagus.

Sementara siswa yang sering merasa kesulitan dalam memahami mata pelajaran matematika dimungkinkan mereka mempunyai kecerdasan selain logis-matematis. Di sinilah guru harus bisa mengenali karakteristik siswa. Apalagi siswa kelas 4 SD yang pada umumnya lebih suka bermain daripada belajar. Oleh karena itu, guru membimbing siswa dengan menggunakan model discovery learning untuk memecahkan masalah kurangnya pemahaman siswa dalam pengukuran sudut menggunakan busur. Seperti yang diterapkan di SDN Semobojo, Tulis, Batang.

Baca juga:  Senang Belajar Bakwan melalui Discovery Learning Berbasis Multimedia

Sebuah penelitian yang sudah dilakukan oleh Toni Dwi Harnowo (2020) menyebutkan bahwa penggunaan model discovery learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Keaktifan siswa dalam belajar, terutama palajaran matematika untuk pengukuran sudut. Dengan mengacu pada penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh Toni tersebut, penulis menerapkannya di dalam pembelajaran matematika dengan materi pengukuran sudut.

Langkah pertama yang penulis lakukan adalah memberikan stimulasi kepada siswa berupa pemberian lembar kerja. Lembar kerja tersebut digunakan untuk mengobservasi semua sudut di ruang yang ada di rumah para siswa. Para siswa diminta untuk mengisi kolom lembar kerja ruang rumah mana saja yang bisa dikatakan sebagai sebuah sudut. Setelah mendapatkan data yang diperlukan, siswa dibimbing untuk mengidentifikasi masalah.

Baca juga:  Peningkatan Menulis Teks Cerita Isnpiratif dengan Discovery Learning

Pengidentifikasian masalah ini dapat berupa pertanyaan yang dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Selanjutnya adalah pengumpulan data. Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara mengukur sudut-sudut ruang rumah atau benda lainnya dengan menggunakan busur. Cara menggunakan busur pun diberitahukan kepada siswa. Arahan terbimbing ini diharapkan dapat membuat siswa merasa nyaman ketika belajar.

Pada kegiatan verifikasi, siswa mencatat semua data hasil pengukuran yang tadi sudah dilakukan ke dalam lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru. Guru pun memberikan penjelasan dengan metode ceramah tentang pengukuran sudut. Pada kegiatan ini, terlihat siswa sudah mulai menunjukkan perubahan dalam memahami materi pengukuran sudut, terutama ketika menggunakan busur sebagai alat ukurnya. Langkah terakhir adalah membuat generalisasi atas hasil pengamatan yang dilakukan.

Generalisasi ini berupa kegiatan untuk menarik kesimpulan. Siswa secara berkelompok menyimpulkan hasil pengukuran yang dilakukan sebelumnya. Kesimpulan yang mereka ambil, dituliskan ke dalam sebuah laporan singkat dan sederhana. Pada tahap ini, siswa juga belajar untuk selalu menuliskan hal-hal terkait dengan kegiatan observasi yang dilakukan.

Baca juga:  Discovery Learning, Tingkatkan Minat Belajar Siswa

Setelah semua langkah terlampaui, hasil belajar siswa tampak menunjukkan keberhasilan ke arah yang baik. Meskipun keberhasilan tersebut tidak luput dari kendala yang terjadi. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan mudah karena adanya kerja sama yang baik antara guru dan siswa.

Secara umum, penggunaan discovery learning dalam pembelajaran dapat menumbuhkan semangat belajar siswa untuk mempelajari materi pengukuran sudut. Tentunya hal ini juga berpengaruh terhadap pengalaman belajar siswa dan hasil belajar siswa. (wa2/zal)

Guru SDN Semobojo, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya