alexametrics

Diagram Asyik, Pasti Simpulan Informasi Ciamik

Oleh : Paryadi, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kemampuan peserta didik di bidang literasi membaca sangat penting. Kemampuan ini menjadi dasar untuk bisa memahami teks. Sehingga dapat menyimpulkan informasi yang didengar atau dibaca. Tetapi peserta didik kelas VI SD Negeri Pucanggading Kecamatan Bandar Kabupaten Batang mengalami kesulitan. Sehingga siswa tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran.

Untuk mengatasi hal tersebut, guru melakukan refleksi untuk melaksanakan pembelajaran selanjutnya. Rancangan pembelajaran menggunakan diagram sebagai batu loncatan menuju penguasaan kompetensi. Diharapkan diagram berbentuk balon yang berwarna-warni mendorong siswa untuk melakukan kegiatan guna menguasai pengetahuan dan mempunyai keterampilan menyimpulkan dengan baik.

Berdasarkan masalah tersebut, guru memulai dengan menyampaikan materi dan tujuan yang akan dicapai. Yaitu menyampaikan teks dan diharapkan siswa mampu mencari ide pokok. Kemudian guru membentuk kelompok secara acak. Caranya, guru menyiapkan balon yang di dalamnya diisi kertas berwarna-warni sesuai jumlah siswa. Jumlah warna kertas harus disesuaikan dengan banyaknya paragraf dari teks. Misalnya paragrafnya lima, maka harus menyediakan kertas warna yang berbeda sejumlah lima. Ini menunjukkan jumlah kelompok yang akan dibentuk. Sedangkan setiap kelompok alangkah baiknya berisi antara 4-5 siswa.

Baca juga:  ESSEMMU Mengukir Prestasi Peserta Didik

Agar menarik, siswa dilibatkan membentuk kelompok. Balon diterbangkan. Salah satu siswa diberi alat mencoblos balon. Ketika balon meletus ternyata keluarlah kertas berwarna-warni dari dalam balon. Siswa diminta untuk berebut mengambil kertas tersebut. Setelah semua siswa mendapatkan, guru mengajak mereka berkelompok sesuai dengan kesamaan warna kertas yang ia dapatkan. Mulailah siswa saling bersapa mencari teman yang kertasnya sewarna. Pada pembentukkan kelompok biasanya menjadi kendala tersendiri bagi guru, hal ini tidak akan terjadi karena mereka tidak sadar dengan permainan pembentukkan kelompok ini.

Dari masing-masing kelompok, guru menunjuk salah seorang yang dianggap mampu untuk maju menghadap guru. Perwakilan dari masing-masing kelompok ini dijadikan tim ahli yang diberi materi dan dijelaskan dengan sangat dalam oleh guru. Jika sudah dianggap mampu tentang tugasnya dan cara menjawab maka mereka dikembalikan ke dalam kelompoknya.

Tugas dari perwakilan setelah kembali ke kelompok adalah menjelaskan kepada teman-teman satu kelompok. Harapannya tidak hanya ketua kelompok yang bisa menjawab, tetapi seluruh anggota kelompok harus mampu, artinya kemampuan kelompok pada tahap awal yang akan menuju kepada kemampuan individu sebagai puncak dari kegiatan diskusi.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Membaca Teks dengan Metode Make a Match

Masing-masing kelompok menerima teks ketika perwakilan mendapat penjelasan dari guru. Selain itu mendapatkan diagram warna-warni. Diagram berbentuk seperti balon juga. Tujuannya adalah agar ketika menjawab ide pokok dari masing-masing paragraf, kelompok tersebut tidak merasa berat. Hal ini disebabkan karena setiap kelompok sudah diberi diagram sejumlah paragraf dari teks. Sehingga secara psikologis siswa sudah senang.

Jika setiap paragraf sudah ditemukan ide pokoknya, maka tugas yang berikutnya membuat simpulan dari teks tersebut. Caranya dengan memindahkan setiap ide pokok yang sudah ditulis dalam diagram tadi ke dalam diagram simpulan. Yang perlu diingat penulisan simpulan harus memenuhi kaidah cara pembuatan paragraf.

Pada saat setiap kelompok berdiskusi, guru berkeliling membantu dan memfasilitasi beberapa kelompok yang belum tahu. Selain itu mengcek siswa tentang kerjasama dalam pengerjaan tugas. Guru berkeliling sambil mengisi rubrik diskusi sebagai dasar periksa atas kemampuan penguasaan pengetahuan dan keterampilan. Daftar periksa diskusi bisa berupa kriteria kemampuan mendengarkan, kriteria komunikasi nonverbal (kontak mata, bahasa tubuh, ekspresi, suara dan lain-lainl), dan partisipasi (menyampaikan ide, pikiran, perasaan) saat mereka menyusun jawaban kelompok.

Baca juga:  Pesan Elektronik Sarana Pemberian Tugas Selama BDR

Di akhir pelajaran, setiap kelompok memberikan jawaban. Kelompok yang lain bisa menyanggah jika ada yang tidak setuju. Bahkan bisa menambah jika dirasa ada yang kurang. Guru sebagai fasilitator menjadi penengah dan closing jawaban jika ada yang memberikan jawaban berbeda-beda. Sehingga tercapailah titik temu jawaban yang benar dan semua kelompok menyetujui jawaban tersebut.

Saat penilaian harian, baik tertulis dan keterampilan ternyata hasil pembelajaran dengan metode ini peserta didik kelas VI SD Negeri Pucang Gading mampu mengerjakan dengan baik. Alangkah baiknya bapak ibu guru yang peserta didiknya mengalami kesulitan belajar menyimpulkan, dapat menggunakan metode ini. Benar-benar asyik dan menyenangkan. Sehingga pembelajaran memenuhi kompetensi dasar yang diharapkan. (wa2/fth)

Guru Kelas VI SDN Pucanggading, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya