alexametrics

Augmented Reality, Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi

Oleh : Maulana Malik Ibrahim, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kemajuan teknologi memiliki dampak signifikan bagi manusia dalam melakukan kegiatan sosial. Teknologi menjadi sarana dan pusat tersebarnya suatu informasi saat ini. Salah satu keuntungan kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan adalah berkembangnya sistem kegiatan belajar mengajar. Di era globalisasi, penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran sudah merupakan tuntutan. Hal tersebut yang menjadi dasar dikembangkannya media pembelajaran yang sesuai perkembangan zaman. Pembelajaran yang dirancang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi memiliki peran penting bagi siswa. Karena akan memberikan pengalaman belajar menarik dan bermakna. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil pembelajaran.

Salah satu kemajuan teknologi di dunia pendidikan adalah penggunaan Augmented Reality (AR). Teknologi Augmented Reality merupakan konsep penggabungan antara dunia maya dengan dunia nyata untuk menghasilkan informasi dari data yang diambil dari sebuah sistem pada objek nyata (Balandin et al., 2010). Augmented Reality (AR) disebut juga “realitas maya”. Karena dapat memberikan efek melihat media secara nyata disekitar tingkat realita yang cukup tinggi (Pawicara & Connie, 2020). Teknologi AR dapat membawa siswa masuk ke dalam lingkungan belajar virtual yang interaktif. Meski teknologi Augmented Reality bukan hal yang baru, namun pemanfaatannya dalam dunia pendidikan belum dimanfaatkan dengan optimal. Hal inilah yang menjadi dasar perlu adanya pengembangan media pembelajaran berbasis digital.

Baca juga:  Whatsapp Group Mempermudah Anak Mengekspresikan Cerita Fabel

Penulis menerapkan teknologi Augmented Reality pada kegiatan pembelajaran di kelas V SD Negeri Kalisalak 01 Kec. Limpung, Kabupaten Batang. Yaitu salah satu contohnya muatan pelajaran matematika K.D 3.6 “Menjelaskan dan menemukan jaring-jaring bangun ruang sederhana (kubus dan balok)”. Di dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan bagaimana bentuk balok, kubus, beserta bentuk jaring-jaring bangun ruangnya dengan pemodelan dan animasi 3D.

Langkah-langkah kegiatan belajar menggunakan Teknologi Augmented Reality yaitu: Pertama, Siapkan gawai android yang sudah terhubung jaringan internet didalamnya. Kedua, Instal aplikasi AR Bangun Ruang yang dirancang aplikator Aga Arsari. Ketiga, Guru menyiapkan marker bergambar balok dan kubus yang sudah tersedia di dalam aplikasi. Keempat, Buka aplikasi AR Bangun Ruang, kemudian scan marker yang disiapkan. Jika terlihat maka marker akan terdeteksi secara otomatis. Terdapat beberapa pilihan sub menu yaitu, Rumus, Jaring-jaring, Rusuk, dan Keluar. Kelima, Klik salah satu sub menu sesuai dengan apa yang ingin dijelaskan kepada peserta didik. Keenam, Setelah selesai menggunakan aplikasi lalu klik sub menu “keluar” pada aplikasi AR Bangun Ruang.

Baca juga:  Asyiknya Belajar PAI dengan Media ICT

Pemanfaatan teknologi Augmented Reality sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran. Namun, teknologi tersebut memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya: Pertama, Membutuhkan jaringan internet yang stabil apabila aplikasi dijalankan secara online. Kedua, belum banyak aplikator yang dapat membuat media berbasis AR. Ketiga, sensitif terhadap perubahan sudut pandang.
Terlepas kekurangan tersebut, pemanfaatan media pembelajaran menggunakan Augmented Reality di SD Negeri Kalisalak 01 ternyata dapat membantu siswa dalam memahami materi-materi khususnya yang bersifat abstrak. Karena media Augmented Reality dapat memvisualkan konsep-konsep abstrak dalam materi pembelajaran tentang pemahaman dan struktur suatu model objek. Sehingga prestasi belajar siswa terus meningkat. (wa2/fth)

Guru Kelas SD Negeri Kalisalak 01, Kec. Limpung Kabupaten Batang

Baca juga:  RME Tumbuhkan Kemampuan Berpikir Siswa dalam Belajar Matematika

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya