alexametrics

Peran PAK dalam Keluarga terhadap Perilaku Remaja

Oleh : Dwi Endang Sujati M.Hum

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PAK (Pendidikan Agama Kristen) dalam keluarga akan berpengaruh dalam sikap atau perilaku remaja. PAK dalam keluarga sangatlah mempengaruhi perilaku remaja karena dalam keluarga membutuhkan keteladanan orang tua kepada anak-anaknya. PAK di dalam keluarga mempunyai andil dalam memberi pengajaran kepada anak kususnya bagi remaja yang mampu untuk berkembang menuju kedewasaan.

Masa remaja adalah suatu bagian dari tahap kehidupan yang harus dilalui semua orang. Remaja adalah kelompok usia 10-20 tahun yang sedang mengalami perkembangan secara fisik, emosi, sosial, dan kerohanian. Usia ini sangat rentan mengalami krisis identitas. Kelompok usia ini masih berjuang dengan kemampuan diri-sendiri demi memahami tentang identitas. Masa remaja biasa disebut masa transisi atau peralihan. Karena pada tahap ini, seseorang mengalami perubahan dari anak menuju kedewasaan.

Hal tersebut mengakibatkan individu akan mengalami kebingungan dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya, baik secara fisik maupun psikis. Dengan demkian peran PAK dalam keluarga sangatlah penting, karena keluarga yaitu ayah, ibu sebagai pendidik informal untuk menuju kedewasan.

Baca juga:  Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membentuk Karakter Siswa

Menghadapi perilaku remaja bukanlah hal mudah untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, orang tua dan guru dipanggil untuk bisa menjadi teladan dalam Firman Allah. Keluarga adalah tempat dimana remaja banyak berinteraksi atau berkomunikasi bersama dengan orang tua. Di dalam keluarga, remaja akan banyak mendapatkan keteladanan dan pendidikan yang berhubungan dengan karakter serta perilaku anak. Oleh sebab itu, orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya khususnya dalam mengajarkan PAK.

Keluarga dapat juga dikatakan sebagai setting utama yang pertama, karena orang tua sangat berperan dalam mengasuh anak-anaknya untuk senantiasa taat akan Firman Tuhan. Sebagaimana Firman Tuhan dalam kitab Efesus 6: 1-3 ”Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian”. “Hormatilah ayahmu dan ibumu” (ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji Allah). Selanjutnya diungkapkan “Supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.”

Baca juga:  Amir Pernah Ancam Keluarga dengan Golok

Melalui penjelasan tersebut, remaja merupakan sebagian dari anggota keluarga Kristen yang harus mau bertanggung jawab sebagai anak yang mampu dan bisa menjadi berkat bagi lingkungan.

Peran penting PAK dalam kehidupan remaja di antaranya, sebagai Mezbah Tuhan dan adanya keteladanan dari orang tua untuk mendapatkan suatu pengajaran bagi anak remajanya. Menurut Alkitab di dalam keluarga itulah tempat anak-anak diajarkan takut kepada Tuhan dan belajar untuk karya-karya Tuhan (Ulanagn6:4-10). Dalam perspektif Kristiani dapat diungkap bahwa peran PAK dalam keluarga sangatlah penting dan perlu dicermati.

Beberapa aspek dapat diindentifikasi sebagai berikut, keluarga Kristiani perlu membangun persekutuan pribadi-pribadi dan melayani kehidupan. Keluarga Kristiani dituntut untuk turut serta mengembangkan kehidupan perutusan gereja.

Baca juga:  Mind Mapping Upaya Peningkatan Pembelajaran Daring Mapel PPKn

Dalam kehidupan keluarga Kristen, perlu dibangun persekutuan pribadi-pribadi yang dapat dilakukan dengan persekutuan dengan meletakkan cinta kasih sebagai asas dan kekuatan yang mempersatukan masing-masing anggotanya. Keluarga Kristen perlu menjaga persatuan yang utuh.

Dalam kaitannya dengan peran PAK, keluarga dipanggil untuk turut serta dalam mengembangkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui anak-anak yang sudah mulai bertumbuh remaja dan menuju dewasa yang mau bertanggung jawab di tengah-tengah masyarakat dengan bertingkah laku sesuai ajaran-ajaran Tuhan.

Keluarga Kristen adalah gereja mini yang menjadi tiang penopang gereja dan pelayanannya yang harus selalu berkomunikasi dalam mendukung melakukan tugas dan misinya.

Keluarga Kristen perlu melaksanakan tri tugas gereja dalam kehidupannya, yaitu diakonia, marturia dan koinonia. Remaja harus menjadi teladan dan menjadi terang serta garam dunia dalam pembaharuan kehidupan yang tertuju kepada Tuhan. (*/ida)

Guru Pendidikan Agama Kristen SMA Negeri 4 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya