alexametrics

Peningkatan Kemampuan Membaca Alquran dengan Metode Iqra’

Oleh: Sri Indarwati, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menjadi salah satu bagian dari kurikulum yang telah ditetapkan. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terdiri dari lima aspek. Yaitu aspek Alquran, aspek aqidah, aspek akhlak, aspek fiqih dan aspek tarekh atau sejarah. Materi yang ada dalam aspek Alquran terdiri dari membaca ayat tertentu sesuai bahasan materi, identifikasi hadist, terjemahan secara harfiyah, terjemahan secara ayat, isi kandungan ayat dan perilaku yang sesuai dengan isi kandungan ayat.

Kebanyakan siswa yang sedang mengikuti pembelajaran masih belum bisa membaca ayat Alquran. Penguasaan dan tingkat ketelitian membaca Alquran dapat diperoleh dari proses pembelajaran.

Menurut Menteri Agama RI (1991) metode iqro adalah cara cepat belajar membaca Alquran. Metode iqro adalah suatu metode membaca Alquran yang menekankan langsung pada latihan membaca. Adapun buku panduan iqro terdiri dari 6 jilid di mulai dari huruf hijaiyah yang sederhana sampai tahap huruf hijaiyah yang sudah bersambung.

Baca juga:  Pembelajaran Jarak Jauh IPS dengan SOLE

Dalam penerapannya ada beberapa langkah yang harus dilalui. Langkah pertama yang dilakukan dalam pembelajaran yaitu dimulai dengan pemetaan membaca Alquran. Dari pemetaan tersebut dapat dikategorikan anak yang sudah lancar membaca sesuai kaidah-kaidah bacaan Alquran, kurang lancar membaca dan belum sesuai kaidah-kaidah bacaan Alquran dan belum dapat membaca Alquran. Hasil dari pemetaan tersebut, yang belum lancar membaca Alquran sesuai kaidah-kaidah bacaan Alquran dibimbing sampai lancar membaca sesuai kaidah-kaidah bacaan Alquran. Sedangkan yang belum dapat membaca Alquran dibimbing dengan metode iqra’. Pembelajaran membaca Alquran dengan metode iqra’dilaksanakan dengan menambah jam pelajaran atau dilaksanakan di luar jam pelajaran.

Pelaksanaan membaca Alquran dengan metode iqro’ disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Diharapkan dengan metode ini hasil pembelajaran siswa satu dengan siswa yang lainnya berbeda sesuai kreativitas siswa.

Baca juga:  Pembentukan Kepemimpinan Murid (Student Agency) dalam Pembelajaran

Kreativitas siswa merupakan wujud nyata dari pengakuan insan pendidikan akan realitas yang ada bahwa siswa tidak dapat disamakan. Metode iqra’ adalah suatu metode membaca Alquran yang menekankan langsung membaca. Buku panduan iqra’ dimulai dari tingkat yang sederhana sampai tingkatan sempurna dengan bentuk jilid.

Buku iqra’ ini terdiri dari 6 jilid. Jilid 1 berisi pengenalan bunyi huruf-huruf tunggal yang berharakat fathah. Target untuk jilid satu ini agar anak bisa membaca dan mengucapkan secara fasih sesuai dengan makhrajnya. Jilid 2 berisi tentang huruf-huruf bersambung berharakat fathah dan pengenalan mad untuk harakat fathah, targetnya agar anak bisa membaca huruf-huruf sambung namun harakatnya masih sama dengan jilid 1 yaitu harakat fathah. Jilid 3 berisi tentang pengenalan harakat kasrah mad untuk kasrah yaitu dengan yak sukun dan juga pengenalan dhammah beserta dhammah panjang dengan wawu sukun. Jilid 4 berisi huruf-huruf dengan harakat fathah tanwin, kasrah tanwin dan dhammah tanwin.

Baca juga:  Efektifkan Menulis Puisi melalui Teknik Brain Write

Jilid ini juga berisi tentang bacaan qolqolah dan juga bacaan bacaan-bacaan izhar. Jilid 5 berisi bacaan alif qomariyah, alif lam syamsyiyah, tanda waqof, mad far’I, lam jalalah, idghom bighunnah dan idghom bilaghunnah. Tetapi jilid ini belum diperkenalkan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu tajwid. Jilid 6 berisi tentang persoalan-persoalan yang berkaitan denga tajwid walaupun tidak dimuat teori-teori tajwid.

Anak-anak yang belajar membaca Alquran dengan metode iqra’ ini disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa terhadap huruf. Sehingga jilid iqra’ yang dipelajari sesuai dengan yang memang dikuasai oleh siswa. Pembelajaran yang dilakukan dengan metode iqra’ ini, walaupun dilakukan di luar jam pelajaran, siswa yang belum mampu membaca Alquran banyak yang mengikuti dan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Alquran. (mj/lis)

Guru SMAN 1 Candiroto, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya