alexametrics

Dengan Metode Eksperimen Pembelajaran IPA Menjadi Bermakna

Oleh : Tarwijah, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai bagian pendidikan di sekolah dasar merupakan dasar awal dalam upaya secara formal untuk memberikan bekal kemampuan tentang IPA kepada siswa. Ruang lingkup bahan kajian pembelajaran IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek makhluk hidup dan proses kehidupan, sifat-sifat benda dan kegunaannya, energi dan perubahannya, bumi dan alam.

Pembelajaran IPA di SD hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman langsung (hands on experiences) dalam menemukan dan mengembangkan konsep-konsep IPA. Maka pembelajaran IPA di SDN Secang 2 menerapkan metode eksperimen.

Metode eksperimen merupakan metode mengajar yang dalam penyajian atau pembahasan materinya melalui percobaan atau mencobakan sesuatu serta mengamati secara proses.

Tahap pembelajaran dengan metode eksperimen adalah guru mengadakan percobaan, kemudian siswa mengamati saat guru melakukan percobaan. Siswa diharapkan mengamati peristiwa tersebut. Kemudian hipotesis awal, siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatannya. Verifikasi, kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan, selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya. Evaluasi, merupakan kegiatan akhir setelah selesai suatu konsep.

Baca juga:  Pembelajaran IPA Materi Cahaya dan Sifatnya melalui Metode Eksperimen

Dalam Sri Anitah (2009:5.28) dijelaskan beberapa keunggulan metode eksperimen yaitu membangkitkan rasa ingin tahu siswa, membangkitkan sikap ilmiah siswa. Membuat pelajaran bersifat aktual, dan membina kebiasaan belajar kelompok maupun individu.
Implementasi pembelajaran eksperimen selalu menuntut penggunaan alat bantu karena esensi pembelajaran ini mencobakan sesuatu objek. Prosesnya selalu mengutamakan aktivitas siswa peran guru sebagai pembimbing atau fasilitator. Di samping itu, untuk mendukung efektivitas dan efisiensi.

Peran guru dalam merancang pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen, yang tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yaitu menginformasikan tujuan eksperimen kepada siswa. Menjelaskan cara penggunaan alat-alat yang digunakan dalam kegiatan eksperimen.

Mendemontrasikan kegiatan eksperimen, membagikan lembar kerja siswa beserta alat dan bahan yang akan digunakan dalam eksperimen, mengawasi kegiatan eksperimen yang dilakukan siswa. Membimbing dan memotivasi siswa agar aktif dalam kegiatan Mengumpulkan dan mengoreksi hasil eksperimen yang dilakukan siswa. Membantu siswa dalam menyimpulkan hasil pembelajaran. Bersama siswa merangkum pembelajaran, lalu membagikan soal evalusi secara tertulis. Memberikan tindak lanjut.

Baca juga:  Pembelajaran IPA dengan Eksperimen Mudah Diingat

Guru secara kolaboratif mengadakan kegiatan seperti mengamati teknik pembelajaran yang telah dilakukan. Mengidentifikasi faktor-faktor hambatan dan kemudahan peneliti dalam pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen. Merumuskan alternatif tindakan yang akan dilaksanakan.

Menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen. Kegiatan yang dilakukan siswa, yaitu mendengarkan penjelasan dan arahan-arahan dari guru. Siswa memperhatikan dan mengamati eksperimen yang dilakukan guru. Siswa bersama kelompoknya mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan eksperimen.

Siswa melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang tertulis dalam lembar kerja dan mencatat hasil pengamatannya pada tabel pengamatan. Siswa berdiskusi kelompok untuk membuat kesimpulan. Wakil kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya dan kelompok lain menanggapi. Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. Siswa mengerjakan soal evaluasi.

Baca juga:  Pembelajaran IPA Masa New Normal via Pemanfaatan Teknologi

Dengan metode eksperimen dan menggunakan alat peraga membantu guru dalam menyampaikan pesan pembelajaran dan mengajak siswa menemukan sendiri pengalamannya. Sehingga ingatan siswa pelajaran akan lebih tahan lama. Dan pembelajaran lebih menyenangkan serta hasil prestasi anak akan meningkat. (mj/lis)

Guru SDN Secang 2, Kec. Secang, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya