alexametrics

Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa dengan Ice Breaking

Oleh: Alin Dwi Yudiani, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PADA era modernisasi sekarang ini, belajar bukan lagi menjadi rutinitas yang disukai siswa. Hal tersebut dikarenakan ada banyak hal yang membuat siswa malas ataupun jenuh dalam belajar, seperti membutuhkan konsentrasi yang tinggi, waktu dan tenaga yang dikeluarkan, perasaan dan paksaan untuk meninggalkan berbagai kegiatan yang menyenangkan dibandingkan belajar, seperti bermain ponsel, game online, atau kegiatan lain yang berasal dari lingkungan sekitar.

Ketika pembelajaran berlangsung tidak jarang seorang guru merasakan kegiatan belajar menjadi kurang maksimal. Setiap siswa memiliki daya konsentrasi belajar yang berbeda-beda. Apabila daya konsentrasi belajar menurun maka daya serap materi ajar yang diberikan oleh guru menjadi tidak maksimal sehinggan tujuan pembelajaranpun tidak bisa tercapai. Saat konsentrasi menurun biasanya terjadi kejenuhan, siswa lebih senang bercerita dengan temannya, ada yang usil, mengantuk, dan lain sebagainya. Menurunnya daya konsentrasi ini bisa terjadi di semua mata pelajaran. Salah satu upaya yang saya lakukan agar siswa saya dapat meningkat daya konsentrasinya yaitu dengan memberikan Ice Breaking.

Baca juga:  Ice Breaking untuk Membangkitkan Minat Belajar Peserta Didik

Pengertian Ice Breaking menurut Sunarto (2013: 3) Ice breaking dalam pembelajaran dapat diartikan sebagai pemecaah situasi kebekuan fikiran atau fisik siswa. Ice breaking juga dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat dan antusiasme. Sedangkan menurut M. Said (2011: 1) Ice breaking adalah permainan atau kegiatan yang berfungsi untuk mengubah suasana kebekuan dalam kelompok. Jadi dapat disimpulkan Ice breaking adalah suatu aktivitas yang dilakukan untuk melatih konsentrasi, memberikan rasa nyaman serta mengurangi kejenuhan para siswa. Ice breaking juga dibutuhkan agar para siswa dapat mengenal satu dengan yang lain di mana kegiatan ini akan mencairkan suasana yang kaku.

Melalui kegiatan ice breaking para siswa melakukan rangkaian kegiatan untuk menyegarkan daya konsentrasi, ice breaking juga diperlukan bila dimana terlihat kejenuhan apabila guru dalam mengajar mulai mononton, para siswa saling mengobrol sendiri dengan temannya. Ice breaking memiliki tujuan dan manfaat bagi siswa dan juga guru seperti mengembalikan suasana belajar yang tadinya monoton menjadi menyenangakan serta juga nyaman, membuat para siswa menjadi termotivasi serta dapat menyerap secara optimal apa yang telah disampaikan oleh gurunya, Ice breaking akan memberikan antusias para siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan akan lebih fokus untuk memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan oleh guru.

Baca juga:  Peran Humas Menghadapi Era Super Smart Society

Ada beberapa contoh Ice breaking yang biasa saya berikan ke siswa antara lain yaitu: yel-yel, yel-yel merupakan ungkapan penyemangat. Yel-yel biasa diungkapkan secara berkelompok dengan beragam kata dan gaya. Masing-masing kelompok biasanya akan menampilkan yel-yel yang berbeda atau sesuai dengan karakteristiknya dengan gaya yang lucu, unik, dan energik. Tak butuh waktu lama untuk melakukannya. Ratarata hanya membutuhkan durasi waktu 3-5 menit.

Membuat yel-yel tidak perlu susah-susah. Yel-yel dapat dibuat dengan kata-kata sendiri atau mencuplik dari sebuah lagu; tepuk tangan,tepuk tangan merupaka contoh Ice Breaking yang sering dilakukan karena mudah. Namun agar menarik bisa memodifikasi sedikit atau membuat sendiri model-model tepuk tangan yang sudah ada; menyanyikan lagu anak-anak, hampir semua lagu-lagu anak ceria bisa digunakan dalam Ice Breaking. Kita juga bisa menggubah syair lagu dengan materi pelajaran agar anak bisa lebih mudah untuk mengingat.

Baca juga:  Bimbingan TIK Menggunakan Model Pembelajaran Probing Prompting

Dengan melakukan Ice Breaking Bersama biasanya anak menjadi lebih fresh untuk mengikuti kegiatan belajar kembali. Jadi, Ice Breaking sangat membantu guru dalam mengembalikan daya konsentasi anak agar tujuan belajar bisa tercapai. Seperti yang diterapkan di SDN Kupang 01, Kabupaten Semarang. (wa2/zal)

Guru SDN Kupang 01, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya